
Nabila merasa canggung plus masih kesal dengan tindakan Shakil padanya tadi, lalu dia mencoba sok sibuk membalas pesan masuk diponselnya yang hanya untuk menutupi keheningannya saja, berakting senyum-senyum sendiri yang sebenarnya tidak ada yang lucu juga. hanya untuk lebih meyakinkan kalau dia tidak peduli orang yang ada disampingnya saat ini.
Ternyata itu sangat berpengaruh untuk Shakil, dia begitu kesal melihat sikap Nabila yang hari ini dingin padanya, dia merasa diacuhkan ingin menegurnya lebih dulu tapi tidak bisa karena dia juga sadar atas kesalahannya.
Tidak bisa menahan lagi, shakil langsung merampas ponsel Nabila dan membuka isi chat mereka. momen yang sangat pas, saat tiba-tiba teman sekolahnya mengirim pesan dengan kata cinta yang sangat romantis. tepat saat Shakil membuka kunci layar ponselnya
RIOš© : sejak pertama aku melihatmu, aku sudah yakin dan bisa merasakan kalu kamulah sebagian dari nafasku, tanpa kamu aku kosong kehilangan sebagian nyawa, jadilah kekasih hatiku, tanpamu aku hampa hanya badan tanpa nyawa... love Nabila
" kakak bakilin gak ponselku?" berusaha merebutnya kembali
"Rio? siapa dia?" tanya marah setelah membaca pesan itu
"rio chat aku? wow sepertinya aku beruntung hari ini padahal tadi cuma pura-pura taunya beneran. rio terimakasih apapun yang kamu katakan saat ini. ini sangat membantuku haha"
" ini kan baru jam tiga, aku rasa masih ada empat jam lagi waktu aku untuk cerita sama kakak!" mengisyaratkan kalau dia akan cerita setelah makan malam diruang kerjanya, sesuai dengan perjanjian awal,
"katakan sekarang" tampang serius
"mana bisa! ini tidak masuk dalam perjanjian, dan tolong kembalikan ponselku karena aku lagi sibuk" mengulurkan tangannya
" aku akan kembalikan setelah kamu cerita" menyembunyikannya
__ADS_1
"gak bisa gitu! aku udah janji mau belajar online nanti" masih tetap membantah sampai Shakil kehilangan kesabaran
"Haris" melirik sepion dengan tatapan tajam
hanya satu kata saja Asisten itu mengerti kalau tuannya butuh waktu untuk bicara dengan istrinya. Haris segera menepikan mobil itu dan keluar meninggalkan Shakil dan nabila.
" katakan atau kau mau aku berbuat sesuatu yang bisa melanggar kesepakatan kita?" mendorong tubuh Nabila menggunakan tubuhnya
"dia temanku!" jawab tapi membuang pandangannya
"bohong?" bentak
" ok! dia pacarku!" menatap tajam
"aku bicara teman, kakak tidak percaya, aku katakan pacar, lebih tidak percaya lagi, kalau begitu dia adalah suamiku, kakak puas?" mendorong tubuh suaminya, tapi Shakil malah menekankan tubuhnya lebih kuat lagi..
" jangan berhubungan dengan dia lagi" menegaskan
"haha maaf tuan tapi aku tidak bisa" menentang shakil tapi sebenarnya dia tidak mau, hanya karena masih kesal dan salah paham tentang makan malam itu. jadi dia bertindak agak kekanak-kanakan,
"kau mau jadi istri durhaka ya?"
__ADS_1
"lho, bukankah di perjanjian yang keempat. bahwa anda menyebutkan (ceritakan semua baik teman, pacar atau sejenisnya padaku), dan secara tidak langsung anda mengijinkan ku pacaran benar kan?"senyum kemenangan
Shakil seakan stak dengan pernyataan Nabila yang memang pintar bicara, dia membalikan kata-kata Shakil yang dulu tidak peduli dengan kehidupan Nabila, sekarang seperti bumerang yang dilempar kepada orang lain tapi malah berbalik lagi kepadanya
"baiklah jika itu mau kamu, jangan salahkan aku, karena menurutku kamu harus mengandung anakku dulu, baru kamu akan sadar setatusmu sekarang" Shakil langsung membuka pasksa kancing baju Nabila dan bermain kasar didadanya, agar Nabila mengerti kalau dia sekarang miliknya, bahkan saat ini tidak ada satu orang pun yang akan melarang Shakil melakukan lebih dari itu pada istrinya...
"ok, aku akan turuti semua perkataan kakak, tapi aku mohon jangan lakukan ini sekarang hiks hiks" menitikan air mata menahan rasa sakit
Melihat Nabila menangis lagi-lagi hati Shakil rapuh. Dia sadar dan menysal melakukan itu pada orang yang dia cintai, hanya karena satu pesan yang belum pasti Nabila balas, dia sudah tidak bisa menahan rasa cemburu yang selalu memanas dipikirannya, yang pada akhirnya selalu berperilaku kasar dengan tubuh Nabila
"sayang maafkan aku. aku tidak bermaksud menyakitimu, hanya saja agar kamu mengerti bahwa tidak boleh ada yang mengambilmu dari hidupku, kamu hanya milikku, dan aku janji diwaktu yang tepat aku akan meresmikan hubungan kita, agar sah secara hukum. kumohon bersabarlah sayang" menatap tak tega melihat Nabila yang menangis sambil merapihkan bajunya kembali, dan Shakil pun menarik tubuh Nabila kedalam pelukannya dalam arti permintaan maaf tapi tanpa bicara sepatah katapun.
"aku sangat membencimu, bisa-bisanya kau selembut ini setelah tadi menyakitimku, ya tuhan kenapa aku harus terikat dengan monster ini, dan kenapa juga saat dia marah atau tidak semua sama saja, tubuhku yang selalu jadi sasarannya. apa maunya? jika tidak suka padaku kumohon jangan berperilaku selembut ini. dan jika membenciku maka lepaskan saja aku" masih dengan kesedihan mengomel dalam hati..
:
:
:
:
__ADS_1
Bersambungā¤ā¤ā¤