ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
157. Tak bisa diselamatkan


__ADS_3

Shakil dan Haris terkejut dengan melihat berdirinya Nabila didepan pintu sambil memegang ponsel dan memotretnya, lalu memberikan senyuman tak jelas, antara terpaksa dan bingung


"Sayang!!" Shakil mendorong tubuh Haris karena takut istrinya salah paham


"Maaf!! aku ganggu ya?" dengan ekspresi wajah polos Nabila menutup kembali pintu ruangan itu


"Ini semua karena kamu!!" Shakil menginjak kaki Harus lalu mengejarnya "Sayang!! ini gak seperti yang kamu bayangin!!"


Gawat kalau nona memberikan foto itu pada Anna bagaimana?.. rencana ku akan gagal bahkan sebelum dimulai


Haris juga ikut menyusul tuannya untuk menjelaskan pada Nabila tentang apa yang terjadi


Tapi sayang Nabila sudah turun dengan menggunakan lift khusus Presdir dan akan lama kalau harus menunggu sampai Nabila keluar di lantai bawah.. dan sial-nya lagi lift karyawan selalu penuh bahkan jika dia masuk kesana akan sama saja.. mau tidak mau mereka harus menggunakan tangga darurat...


Akhirnya itulah pilihan yang kini dia tempuh bersama Haris


"Ayo tuan cepat sedikit larinya" Haris yang mengekori tak sabar untuk melewati Shakil yang masih berlari menuruni tangga, padahal dia sudah melangkahi dua anak tangga sekaligus


"Kamu pikir aku lagi ngesot? Tidak lihat kah secepat apa aku berlari?".. Shakil terengah-engah dengan napas yang tidak beraturan


"Aku saja yang didepan" Usul Haris


"Kenapa harus dirimu.. Nabila itu istriku dan ini semua juga terjadi karenamu"


"Tidak kah kau melihat dia memotret kita?.. Bagaimana kalau reputasiku sebagai pria tercoreng gara-gara itu.. Apalagi kalau sampai Anna melihatnya.. Aku akan gagal menikahinya"


"Sebelum Anna melihat foto itu pun aku akan gagalkan kalau Nabila sampai salah paham"


"Kau picik sekali"


"Dan kau tidak tau diri... kenapa memelukku?"


"Itu rasa terimakasih ku padamu"


"Ahhh sudahlah.. awas saja kalau sampai dia salah paham"


Mereka terus berlari sampai kedepan lift, tapi sayang Nabila sudah tidak ada... dia tanya pada salah satu pegawainya dan bilang kalau gadis itu sudah pergi mengunakan Taxi..


tamat lah riwayat mereka berdua sedangkan ada meeting dua menit lagi... Bahakan sudah tidak akan ada waktu kalau harus mengejarnya..


"Mana ponselku?" tanya nya pada Haris


"Diatas" jawab polos


"Kenapa kau meninggalkan itu?" Shakil merapatkan kedua giginya menahan kesal


"Ponsel mu mati, aku sedang mengisi dayanya!!"


"Ah sudahlah.. Ponselmu!!" lagi-lagi Shakil menadahkan tangannya

__ADS_1


"Sama diatas juga"


"Kau tidak berguna" Shakil menghampiri resepsionis dan mengambil telepon kantor untuk menghubungi Nabila


Tuuut... Tuuut..


"Sayang angkat.. jangan buat aku khawatir"..


"Hallo sayang!!!" akhirnya panggilan itu terhubung juga


"...."


"Jangan menangis.. kakak minta maaf.. itu semua karena sibodoh asisten itu" lemparan mata tajam sampai ke jantung Haris yang kelakuan mereka berdua banyak dilihat orang


"..."


"Apa!!!!! Ada apa dengan dirimu!!! kenapa bisa sampai dirumah sakit?" Wajah Shakil mulai merah bahkan isi kepalanya seakan panas dan berasap


"..."


"Ok.. ok.. kakak akan segera kesana" Shakil menutup teleponnya dan memerintahkan Haris untuk menghandle semua pekerjaan seperti biasanya.. entah apa yang terjadi pada Nabila, hatinya kini campur aduk tidak karu-karuan, pikirannya melayang dan yakin kalau ada hal buruk terjadi pada Nabila juga kandungannya.. Untung saja ada driver kantor yang menyupir dirinya kalau tidak entah bagaimana Shakil mengendarai dalam kepanikan seperti ini


Di jalan juga dia sempat menelpon Amir dan Mira untuk segera datang ke rumah sakit... Dia takut kalau tidak bisa menahan dirinya saat terjadi di apa-apa pada Nabila dan buah hatinya


***


Sesampainya di rumah sakit dia berlari maraton bahkan tidak peduli menabrak orang yang menghalangi jalannya..


Tiba-tiba seorang suster menghampiri Shakil yang mematung di ambang pintu


"Maaf tuan, apakah itu istrinya?" Suster itu mengarah pada Nabila yang dijawab hanya anggukan olehnya


"Sepertinya istri tuan sangat terpukul sampai dia sedih itu" Suster itu tidak menunjukkan empati sedikitpun pada Nabila dan ini sedikit membuat Shakil kesal..


"Apa yang terjadi?" Shakil berbicara pada suster itu tapi tatapan matanya masih tertuju pada Nabila


"Dia telat datang ke sini.. jadi kami tidak bisa menolongnya.. lagipula di sini bukan tempat yang tepat untuk nya..." Suster itu tidak melanjutkan lagi perkataannya karena tiba-tiba mata Shakil menoleh dengan begitu tajam


"Apa kau bilang!!" Dia sedikit meninggikan volume suaranya "Rumah sakit sebesar ini tidak bisa menolongnya? Maksudmu dia sudah tidak ada?" tanya Shakil yang matanya kini sudah memerah rasa ingin menangis tapi tidak mampu dia keluarkan air mata, dan anehnya kenapa suster itu malah terlihat bingung dengan ekspresi wajah Shakil yang menurutnya berlebihan


Suster itu hanya mampu untuk mengganggukkan kepalanya heran


"Maksudmu dia sudah meninggal?" Tanyanya lagi


"Iya.. Istri anda bila dia mati karena tertekan oleh tasnya di perjalanan"


"Mati??" Shakil lagi lagi kesal oleh suster itu yang menurutnya tidak beretika dengan menyebut kata 'Mati'


Kemudian Nabila membalikkan tubuhnya ke arah dimana suaminya berada.. dan di belakangnya juga sudah berdiri Amir dan Mira seakan kaget dengan apa yang baru saja dia dengar..

__ADS_1


"Apa!!! kenapa bisa terjadi seperti ini??" pertanyaan Mira membuat Shakil langsung membalikkan tubuhnya... dan ini membuat suster itu semakin tidak mengerti ada apa dengan keluarga aneh ini???


Tak lama kemudian dokter Tito datang menghampiri Amir dan Mira di depan ruang IGD yang kebetulan akan masuk kesana


"Tuan Amir? nyonya Mira?" Dia menyapanya.. "Loh di sini juga ada tuan Shakil?.. sebenarnya apa yang terjadi?" dokter itu merasa heran


"Apa kau tidak tahu apa yang menantuku alami?" Tanya balik Amir


"Saya selesai rapat dengan para dokter lainnya.. dan ini baru saja mau masuk ke ruang IGD, Sebenarnya ada apa?" pertanyaan dokter Tito bahkan langsung ke suster yang dari tadi berdiri masih belum mengerti


"Begini loh dok!! tadi nona itu datang ke sini.. dia memaksa untuk memeriksa hewan kecil.. tapi sayangnya hewan itu sudah mati.. dia bilang terjepit di dalam tas..."


"Apa? Hewan!!!" Mereka berbarengan


"Jadi bayinya baik-baik saja?" Tanya sakil sedikit lega


"Bayi?" Suster itu bingung


"Jadi Nabila ke sini bukan untuk memeriksa kandungannya?" Tanya Amir


"Bukan!. Dia dingin memeriksa hamster yang sudah mati" Jawabnya polos


"Ya Tuhan Nabila!!!" Shakil menjatuhkan tubuhnya ke lantai "Kenapa gadis ini membuat aku gila,,"


Amir hanya menggeleng dan Mira pun melepaskan nafas lega karena apa yang dia takutkan tidak terjadi


Sebenarnya waktu ditelepon tadi Nabila memang mengatakan kalau dia di rumah sakit, tapi saat mau bilang kalau hamster nya yang sakit, Shakil sudah memotong omongannya dengan kepanikan yang luar biasa, beginilah jadinya kesalahpahaman itu terjadi.. dan Nabila segera pergi dari kantor Shakil bukan karena marah melihat suami dan asistennya berpelukan tapi karena kaget saat meletakkan ponsel di tas, sudah melihat hamster yang mati terjepit dua buku tebal


"Kakak Dia sudah mati!!!" Nabila menghampiri Shakil yang masih duduk di lantai dengan menekuk kedua kakinya


"Nanti kita beli lagi" dia tidak mampu lagi berkata apa-apa selain itu, tubuhnya benar-benar sangat lemas dengan senam jantung yang dari tadi sudah kencang memompa di dadanya


Kini Amir dan Mira hanya bisa tersenyum.. melihat Shakil menjadi pria yang penuh perhatian dan kasih sayang, padahal sedikitpun tidak pernah dia bayangkan kan kalau anaknya akan segila ini pada Nabila


Shakil tersenyum, ada sedikit lega karena hamster itu mati.. jadi tidak akan ada orang ketiga yang membuat dia akan terbagi oleh kasih sayang Nabila


Bersambung...❀❀❀


"Hai para pembaca setia novel ADIK atau ISTRI yang tercintaπŸ’•...


terima kasih sampai episode ini masih setia nungguin aku update, walaupun emang sekarang enggak setiap hari karena sibuk di dunia nyata... dan aku bikin novel ini yang memang bertema Romantis_Komedi karena ingin menghibur kalian semua..


Kalau sekiranya ada yang berpikir membosankan karena kelakuan dan kebodohan peran utama, walaupun sejauh ini belum ada yang komen tidak menyenangkan.. tapi mohon dimaaf karena menurut aku disinilah keunggulan Novel ini sampai dapat peringkat Platinum, dan untuk yang suka sama alur cerita yang sedikit aneh.. terima kasih bnyak karena berkat kalian aku bisa terus berkarya untuk menghibur.. 😘😘😘


πŸŽ‡πŸŽ‡πŸŽ‰ Selamat tahun baru.. semoga di tahun 2021 nanti kita semua sehat dan selalu diberikan kemudahan segala tujuannya..


Mohon maaf juga kalau masih banyak kekurangan dalam penulisan, typo atau kata-kata yang kurang tepatπŸ™πŸ™..


Selamat berlibur dan..

__ADS_1


πŸŽ‰πŸŽ‰ Happy New Year 2021 πŸŽ‰πŸŽ‰


By author Syeha😘😘


__ADS_2