ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
150. Kacau


__ADS_3

Saat semuanya fokus menunggu jawaban dari Anna.. tiba-tiba nova menghampiri mereka, merebut bunga tadi lalu melemparnya kelantai.. tak ketinggalan dia menginjak hancur bunga-bunga yang sekejap rontok semua kelopaknya


"Apa yang kamu lakukan Nova?" bentak Haris


"Aku?... Kamu!!!! Apa yang kamu lakukan?" Nova membalikan perkataan Haris,, entah apa yang ada didalam pikirannya sampai dia merusak momen penting ini


"Kamu ingin membodohi dia?" menuding pada Anna "Dan semua orang disini?"


"Apa maksudmu?"


"Kau berjanji akan mencintaiku sampai kita tua" Nova menunjukan kesedihannya


Memang dulu saat Haris sangat mencintainya tidak ada lagi wanita lain yang bisa menggantikan posisinya.. Namun sekarang berbeda, setelah melewati banyak kebersamaan bersama Anna yang terkadang menyebalkan tapi disanalah cintanya terbangun begitu saja..


"Dengar Nova,,, kamu tidak bisa menyamakan hal yang dulu dan sekarang... jaman sudah berubah.. dunia berubah. kehidupan berubah dan perasaanku juga berubah...!!!" Tegas Harris.


"Aku tidak yakin, perkataanmu tidak sesuai dengan apa yang pernah kau tunjukkan padaku..."


"Kau memang tidak pernah mengenalku" Decih Haris


"Sebagai seorang istri aku sangat mengenalmu lebih dari wanita ini" Nova menunjuk pada Anna


Dibalik itu Anna sendiri malah bingung dengan apa yang telah diucapkan Nova padanya.. Disaat kini dia menemukan rasa kenyamanan bersama dengan seorang pria.. namun pada saat yang bersamaan juga hatinya hancur berkeping-keping mendengar pengakuan wanita yang ada di depannya...


"Lebih tepatnya kau adalah mantan istri.. dan apakah kau tahu artinya mantan?..


Mantan itu adalah bekas.. dan bekas bisa diartikan dalam sesuatu yang sudah tidak berguna atau bisa dibilang sampah" Perkatan Haris kini benar-benar sangat menyakiti hati Nova, kenapa tidak!!! itu memang pantas dia dapatkan karena dengan kemunculannya yang tiba-tiba dan mengacau disaat Harris menyatakan perasaannya pada Anna... Semuanya berantakan begitu saja


"Kau memang pria paling kejam yang pernah aku temui seumur hidupku..!!" Nova meninggikan suaranya


"Agar kamu sadar dengan kelakuanmu yang sudah melewati batas" Haris membentak Nova, sambil merangkul Anna yang masih mematung dalam kebingungan.. Belum habis dia dibuat bingung dengan lamaran mendadak, sekarang malah di tambah masa lalu pria itu dan mantan istri


Ada apa ini sebenarnya?.. kenapa mereka membuat aku jadi pusing... mana yang benar, dan mana yang salah aku tidak tau..


Haris melirik Anna khawatir, sedangkan Nova masih belum terima dengan kebahagiaan yang akan ditempuh mantan suaminya, perpisahan yang menimbulkan konflik membuat dia masih belum bisa merelakan pria itu... apalagi kalau Shakil benar-benar tidak bisa menerimanya lantas dimana dia akan bersandar nantinya kalau bukan pada bahu Haris seperti sebelumnya


"Anna aku akan jelaskan ini semua sama kamu tapi setelah ini" Haris menggenggam tangan Anna dengan tatapan penuh meyakinkan


"Aku butuh oksigen" Dia melepaskan tangannya dan kembali duduk bersama Nabila


Sedangkan Nova sudah dicekal dan dihujani ribuan pertanyaan oleh orang tua Haris perihal tentang perceraian... Aborsi... dan ditambah sekarang tiba-tiba muncul lalu mengacau


"Na!! are you Ok?" tanya Nabila dengan memegang tangannya


"Otak gue kosong Bil... ini ada apa?" pandangan Anna masih belum mampu melihat apa yang sudah terjadi, tatapannya masih di awang-awang.. bagaimana tidak!! ini adalah sesuatu yang sulit untuknya mengerti

__ADS_1


"Sebenernya gue sendiri nggak ngerti ini kenapa!! dan gimana bisa lo ada hubungan sama asisten Harris sampai sejauh ini tanpa gue tahu...?"


"Gak ada hubungan yang spesial Bil!! gue sendiri masih bingung ini ada apa"


"Emang lo nggak pacaran gitu sama dia?"


"Ya enggaklah, makanya gue bingung banget tiba-tiba seperti ini!!"


"Yang gue tahu sih asisten Haris pernah menikah sama Nova.. tapi itu juga nggak lama"


"Jadi gimana dong Bil?"


Nabila hanya diam menggelengkan kepala, dia bingung harus berkata apa lagi sedangkan ini memang sangat membuatnya terkejut juga..


Haris menghampiri mereka dan berlutut di hadapan Anna dengan wajah penuh harapan


"Anna!! perlu bicara sebentar!!"


"Jangan kayak gini semua orang melihatnya"


"Aku tidak peduli.."


Melihat ketulusan dari mata Haris akhirnya Anna pun mengalah, tapi dia juga butuh penjelasan ada apa dengan semua ini? padahal sebelumnya Haris sama sekali tidak pernah menyatakan perasaannya dan sekarang seperti ada bom yang meledak di dadanya..


Anna menarik lengan Harris dan membawa dia pergi entah kemana. Karena menurutnya memang harus membicarakan hal ini lebih serius lagi


Plak


"Aaawwwww" Si pria spontan menutupi luka di keningnya menggunakan telapak tangan dengan darah segar yang mengalir di celah-celah jemarinya


"Ma.. Maaf.. aku tidak sengaja" Nabila terkejut setelah melihat siapa orang yang ada di hadapannya "Kakak!!!" Seraya tak percaya dia menutup mulut dengan kedua tangannya


"Nabila!!!!! apa yang kau lakukan!!" Suara Shakil tidak pernah dia dengar seperti biasanya. ini sudah jelas seperti rasa sakit dan kesal yang ditahan


"Kakak maaf!!!! Sumpah aku gak sengaja ini reflek,, Ya Tuhan mana darahnya banyak banget lagi!!!" Nabila mengambil sapu tangan yang menghiasi kantong jas suaminya... Dia segera menutupi lukanya Dengan sehelai kain itu


"Kakak maaf!! aku bener-bener nggak sengaja" dia masih terus hawatir sambil meniupi luka yang tidak terlalu besar tapi sedikit dalam karena ujung tas berbahan besi menghantam kuat tepat di keningnya


"Aduh bagaimana ini??? Kita ke rumah sakit ya?," Dengan penuh rasa bersalah dan kekhawatiran Nabila tidak tenang melihat suaminya terluka karena dia


"Kenapa tiba-tiba kepalaku pusing" Shakil menyentuh kepala sempoyongan dengan ekspresi


yang seakan tertimpa beban berat di tengkuknya


"Tuh kan?? Ayo kita ke rumah sakit" Matanya mulai berkaca-kaca karena penuh dengan penyesalan dan lagi-lagi Shakil hanya menggeleng

__ADS_1


"Terus aku harus gimana dong...!!" Nabila menahan air matanya agar tidak jatuh di saat seperti ini.. dan kemudian Shakil membuka matanya menatap Nabila


"Kamu siapa?"


Deg... pertanyaan membuat jantung Nabila merosot dari tempatnya


"Kakak!! Jangan bercanda ya.. Ini sama sekali nggak lucu" Kini Nabila terlihat semakin panik


"Kakak?.. Apa aku ini kakakmu?" Tatapan mata Shakil terlihat sangat serius bertanya pada Nabila.. Dan ini membuatnya semakin kalut tak karu-karuan


"Kakak tolong serius!! tidak baik menipu orang hamil seperti ini" Nabila mulai tidak bisa membendung kesedihannya.. dia sangat takut kalau Shakil benar-benar hilang ingatan karena pukulan keras tadi


"Apa? Gadis sekecil kamu sudah hamil?" tanya Shakil heran dengan melihat ke arah perut Nabila yang memang sudah terbentuk bulat namun terlihat semakin lucu


Kakak benar lupa siapa aku? dia hilang ingatan hanya karena pukulan tadi?? bagaimana ini!! aku harus berbuat apa?


"Kenapa kau diam saja?...


Kamu juga begitu sedih ada apa? apa kau dipaksa oleh seseorang untuk melayaninya?"


Nabila masih belum bisa menjawab dia terus terpaku mendengar apa yang keluar dari mulut Shakil benar-benar membuatnya sangat khawatir airmatanya juga semakin mengalir deras


"Siapa yang berani melakukan itu pada adikku? Sebagai kakak tentunya aku harus melindungimu" Kedua tangan kaki menyentuh pipi Nabila dan membersihkan bekas tiap tetesan air mata yang terjun bebas di sana


"Kakak!!!!! Huuuwwwaaaa" tangisan Nabila semakin kencang dengan pelukan erat yang dia lingkarkan di tubuh shakil


dan tiba-tiba keluarlah gelakan tawa yang sangat menggema membuat Nabila sontak berhenti menangis


"Apa!!!! setelah hilang ingatan apa kakak langsung berubah jadi gila?"


Perkataan Nabilah malah membuat heboh lagi shakil tertawanya... sampai dia mencium kening, kedua mata, kedua pipi dan terakhir bibir Nabila baru berhenti tertawa


"Maafkan kakak sayang!! tadi hanya bercanda aja... Mana mungkin aku bisa lupa dengan istri yang paling cantik dan anak yang menggemaskan ini" Shakil tersenyum dengan sentuhan lembut di perut Nabila


"Kakak jahat!!!" Berkali-kali dia memukul pelan dada Shakil "Aku pikir beneran!! Tega banget bohongin aku sampai segitunya" kini suara Nabila beralih menjadi rangekan manja


"Hahaha.. iya maaf sayang.. Lagian kamu KDRT, pukul suami sampai seperti ini.. Aku tuh nolong kamu sama anak kita.. kalau kakak gak ikutin tadi masuk sini.. apa jadinya sama dia?"


"Maaf.. aku ceroboh" Nabila memeluk Shakil dengan rasa rindu yang mendalam


"Enak aja maaf.. lalu bagaimana dengan ini? menunjuk pada luka dikeningnya


"Nanti aku obati"


Shakil tersenyum memeluk Nabila.. betapa rindunya dia karena lama tidak memeluk tubuh mungil ini lagi... perjalan panjang keluar negeri benar-benar-benar sangat menyiksa batinnya...

__ADS_1


bersambung ❤️❤️❤️


__ADS_2