
Nabila membuka matanya. Menggeliat pelan tidak ingin membangunkan Shakil karena ini masih sangat pagi? Dia melamun menatap langit-lagit memikirkan kapan hari ulang tahun Shakil.
Kakak ulang tahun kapan?. Trus aku kasih kado apa ya? Dia punya uang. Dia punya segalanya juga jadi aku kasih apa dong. Uang hasil Dance gak seberapa masa aku minta uang dulu sama dia buat beli kado si?
Nabila tersenyum sendiri dan tidak sadar sebenarnya Shakil sudah bangun lebih awal darinya dan memperhatikan tinggkah Nabila.
"Kamu kenapa senyum-senyum? Otak kamu mesum ya?" Shakil mencubit hidung Nabila
"Eh sejak kapan kakak bangun? Enak aja mesum. aku masih polos ya haha"
"Kakak bangun dari tadi. Sampai kamu mengigaupun kakak tau"
"Hah serius? Aku ngomong apa?"
"Kamu bilang kakak sangat tampan. Terus kamu mau kakak peluk kaya gini terus" Shakil menarik tubuk Nabila kedalam pelukannya
"Bohong banget, Itu si emang kakaknya aja yang narsis"
"Haha, Sekarang katakan apa yang ada di otak kecil ini" Shakil menepuk kepala Nabila
"Aku cuma mikir aja kapan kakak ulang tahun?"
"Kamu mau tau hari ulang tahun kakak. Apa alasan aja karena hari itu juga peresmian Hotel?"
"Dua, Duanya" Nabila tersenyum
"Kakak akan jawab setelah kamu mainkan permainan yang kemarin diruang ganti!"
"Apa? Gak mau!! Kakak bilang itu buruk"
"Makanya sini kakak ajarin" Membalikan tubuh nabila bertumpu diatasnya. Shakil meraba-raba kesemua tubuh Nabila, tapi wajahnya berubah saat menyentuh sesuatu
"Kenapa?" Nabila heran
"Kamu masih pakai pempres" Shakil tidak pernah mau menyebut itu pembalut
"Iya lah. Ini kan baru tiga hari"
"Lho emang berapa lama?"
"Seminggu!"
"Kamu mau nipu kakak ya? Kenapa lama sekali"
"Mana mungkin. Ini mamang udah dari sananya seminggu. Bahkan ada yang lebih sampai sepuluh hari"
"Bohong. Tidak ada orang datang bulan selama itu mereka akan mati kehabisan darah, Kamu pikir kakak bodoh"
Hahaha memangnya darah datang bulan keluar seperti keran! Sampai kehabisan darah.. Ternya kakak memang bodoh
"Haha. Itu faktanya. Kalau gak percaya browsing aja" Mengambil ponselnya dan memperlihatkan masa datang bulan wanita berapa lama
__ADS_1
"Kanapa lama sekali. Kalau begini bisa-bisa kakak yang mati" Nabila semakin ngakak melihat ekspresi wajah Shakil yang kesal "Kau senang? Bahagia liahat suamimu menderita karena ini?"
"Bukan gitu tapi kakak lucu. Gemesin" Nabila mencium bibir shakil lalu bangun dan pergi mandi
"Sayang!!! Trus kakak gimana?" Shakil teriak melihat Nabila sudah menutup pintunya
"Puasa lagi" nabila juga teriak dari dalam
"Lagi?"
Kenapa dia jadi menyebalkan begini si....
***
Dimeja makan Amir, Mira dan Nabila sudah berkumpul tinggal menunggu shakil yang masih belum turun.. Nabila hari ini tidak pergi kesekolah selain bebas masuk atau tidak, Dia juga masih belum bisa menemukan penjelasan yang tepat untuk ketiga temannya.
Shakil turun dan duduk disebelah Nabila.
"Kau tidak pakai seragam?" Tanya Shakil
"Tidak, Hari ini bebas. Aku tidak pergi sekolah ya?" Memohon dengan jurus imutnya
"Iya sayang" Shakil mengusap pipinya
"Tapi ayah sama bunda mau keluar ada undangan dan akan pulang malam" Sambung Mira
"Iya kamu dengan siapa disini?" Tambah Amir
"Aku sendiri gak apa-apa kok, Lagian sore kakak udah pulang, iya kan?" Nabila memastikan Shakil akan pulang cepat
Nabila memonyongkan bibirnya "Yaudah deh gak apa-apa aku dirumah sendiri"
Shakil tidak tega melihat wajah Nabila yang terlihat murung dan dia juga akan sangat khawatir walaupun banyak pekerja dirumahnya dan aman tapi dia tidak pernah tau kalau nanti bahaya akan datang padanya
"Kamu ikut kakak aja kekantor? Jadi kamu bisa kakak awasi!" Usul Shakil
"Emangnya gak apa-apa?" Wajah Nabila berubah senang
"Gak dong" Shakil tersenyum melihat Nabila senang seperti anak kecil mendapatkan hadiah
Amir dan Mira hanya menggeleng dengan tersenyum melihat anak dan menantunya selalu bahagia walaupun hubungannya ada maslah
Dikantor
Shakil dan Nabila memasuki gedung megah W3XO tampak semua kariawan merasa heran dengan Shakil yang tidak risih sedikitpun melihat Nabila mengikuti langkahnya dari belakang sambil memegangi ujung jasnya. Dia Seperti anak kecil yang takut ditinggalkan oleh ayahnya
"Pagi pak Presdir"
"Pagi pak Presdir" Setiap langkah Shakil disapa oleh seluruh karyawan dan hanya dijawab dengan anggukan
"Maaf pak Presdir" Seseorang menghadang langkahnya. Sampai Shakil berhenti tiba-tiba dan Nabila malah menubruk punggungnya.
__ADS_1
"Maaf" Nabila menudukan kepalanya bersembunyi dipunggung Shakil. Shakil hanya tersenyum melihat tingkah Nabila yang dirumah seperti macan tapi sekarang malah berubah jadi kucing
"Maaf pak Presdir saya yang salah" Tiba-tiba seseorang yang tadi menghadang meminta maaf "Saya hanya ingin menyampaikan ada perubahan jadwal pada rapat dengan perusahaan XX menjadi siang ini"
"Kenapa dia seenaknya Memutuskan jadwalnya. Apa kamu tidak katakan jadwalku sudah terperinci dari seminggu yang lalu?" Shakil meninggikan nada bicaranya dan ini memang kebiasaan dia kalau dikantor.. Dingin. Tegas. Disiplin, Dan tanpa senyum, Jadi sudah tidak aneh lagi bagi kariawan-kariawan lain
Tapi tidak dengan nabila. Ini kedua kalinya menginjakan kakinya dikantor dan baru kali ini melihat Shakil seserius itu.. Dengan mencengkaram jas shakil "Kakak!!" nabila merasa tidak nyaman. Dan Shakilpun baru sadar ada Nabila
"Sudahlah kau urus semuanya!!" memerintah pada orang tadi
"Maaf sayang" Shakil menggandeng tangan Nabila dan dia sudah tidak peduli lagi dengan semua orang yang menatapnya
Diruangan Presdir
"Kamu duduk aja dulu disana. Kakak mau cek berkas dulu"
"Ok" Nabila berjalan kesofa dan duduk tanpa melakukan apapun
"Pagi tuan" Haris datang mengantarkan beberapa berkas, Dan melirik kesofa "Pagi nona" dan membungkukan kepalanya
Pantas saja dibawah heboh sekali Presdir bawa anak gadis ternyata ini. Haris memberikan beberapa dokumen pada Shakil
"Apakah anda tidak bisa jauh dari gadis kecil ini tuan, Sampai harus kau bawa kekantor seperti ini" Haris berbisik
"Apa masalahnya? Kau iri padaku?" Jawab santai
"Haha saya mau lihat pekerjaan anda hari ini seperti apa?" Haris mengejek karena dia yakin Shakil tidak akan bisa pokus
"Kau pikir aku selemah itu?"
"Baiklah kita lihat saja" Haris tersenyum
dan..
Tok tok
"Masuk" Haris membuka pintu
Sekertarisnya masuk dengan penampilan yang sopan dan tidak neko-neko seperti sekertaris yang menggoda pada umunnya
"Permisi pak? Satu jam lagi pertemuan dengan perusahaan MM dan setelah itu lanjut Kecaffe Indah pertemuan dengan perusahaan XX"
"Siapkan semuanya" Shakil masih menatap layar laptopnya
"Baik" Sekertarisnyapun pergi
Shakil juga terpaksa mengajak Nabila karena tidak mungkin dia ditinggal sendiri dikantor dan entah sampai kapan dia kembali
Dipertemuannya Shakil benar-benar tidak fokus karena setiap Nabila bergerak sedikit saja dia sudah merasa khawatir takut Nabila tidak nyaman bersamanya.
Tapi Nabila biasa saja. Dia malah senang melihat Shakil yang begitu cool saat bekerja. Sesekali Nabila sengaja mengedipkan matanya. Membuat Shakil salah tingkah, dia masih bisa fokus tapi sebentar-bentar melirik lagi kearah Nabila. Lalu Nabila juga memberikan ciuman jarak jauh. Memainkan bibirnya dan terus-menerus menggodanya.
__ADS_1
Kancil betina!!! Kau benar-benar menguji kesabaranku ya. Bagus sekali. Lihat setelah ini apa yang akan aku lakulan..
Bersambung❤❤❤