
Pikiran Shakil malah menjalar kemana-mana.. Begitu banyaknya karyawan yang persentasi tapi dia malah tidak memperhatikannya sama sekali... Kelakuan Nabila kali ini benar-benar membuatnya tidak karu-karuan. Andai saja gadis kecil itu ada bersamanya saat ini pasti dia sudah menerkamnya sejak dari tadi
📲Shakil: Nabila kau benar-benar membuat kepala kakak pusing...
📲Nabila: Kenapa?? Aku kan hanya minta itu,, kalau kakak nggak mau beliin juga nggak apa-apa, lagian itu juga kan yang mau anak kakak
📲Shakil: Bukan.. bukan.!!! Bukan seperti itu sayang.. Apapun yang kamu inginkan pasti akan Kakak turuti, hanya sepotong sosis saja lebih dari itupun kakak akan belikan untukmu. Alasan kamu bikin kepala kakak pusing bukan yang itu.. Tapi kamu sengaja ya dengan ekspresi yang seperti tadi mau ngerjain kakak
Yah ketahuan deh kalau aku cuma pura-pura mau sosis, tapi lucu juga sih nggak kebayang mukanya kayak gimana di ruang rapat sekarang
📲Nabila: Aku serius!!! Coba Kakak bayangin deh, sosis panggang ukuran jumbo dengan mentega yang lumer di permukaannya terus di gigitan pertama aja.. Aaaaahhhh...!!! Enaknya tuh udah kebayang di lidah aku... Udah nggak sabar ingin pegang!!! Eh... Salah ngomong lagi... Pengen makan
Shakil yang mendengar desahan suara Nabila pun tiba-tiba dia juga ikut mendesah.. Karena pikirannya sedang membayangkan Nabila makan sosis sampai dia tidak sadar kalau ada belasan pasang mata yang langsung tertuju kepadanya
"Ah, Maaf... Maaf... Haris telah menginjak sepatuku.. silakan lanjutkan" Karena kebetulan Haris berada di sisinya jadi alasan itulah yang dia gunakan demi menutupi rasa malunya.. Haris pun membulatkan mata kearah Shakil, dan Shakil hanya mengedihkan sebelah matanya agar asistennya mengerti
Kenapa jadi aku yang disalahkan??... apa yang gadis kecil itu lakukan sampai serigala ganas ini jadi bodoh di depan seluruh karyawannya
"Maaf tuan, saya tidak sengaja" Haris pun ikut berperan untuk menutupi kegilaan bosnya
Karena isi kepala Shakil sudah buyar, maka dari itu dia pun tidak bisa melanjutkan lagi rapatnya.. Ujung-ujungnya Haris yang menghandle semuanya sampai selesai dan tidak ada kendala sama sekali untuk masalah hotel sekarang ataupun nanti
Sampai sore hari panggilan telepon itu tidak Nabila putus.. Dari makan siang, ketoilet, sampai terlelap di sofa beberapa jam pun dengan setia sakit tidak mau mematikan ponselnya...hanya Dengan cara inilah dia bisa memantau apa saja yang dikerjakan Nabila tanpa harus terus menerus menghubungi Anton untuk menanyakan keadaannya
Sesuai keinginan Nabila, setelah pulang kerja Shakil membeli apa yang dia inginkan.. Tapi karena rasa lelah yang begitu sangat jadi Haris lah yang turun untuk mengantri di kedai sosis bakar
Antrian benar-benar panjang sekitar ada 10 sampai 11 orang yang masih menunggu gilirannya, dan Harris berdiri di posisi ke12 ada lagi seorang wanita datang berdiri di posisi 13.... Sosis bakar itu bukan hanya daging sapi saja tapi terbuat dari berbagai macam jenis daging lainnya, itulah Kenapa kedai itu sangat banyak pengunjungnya
__ADS_1
"Duh antriannya panjang banget kalau begini caranya aku bisa telat pulang ke rumah" Wanita yang di antrian 13 itu berbicara
Suaranya terdengar familiar sepertinya aku mengenal wanita yang ada di belakangku..
Haris menoleh ke belakang dan ternyata Anna lah wanita tersebut
"Kau???!!!" Keduanya terkejut berbarengan
"Om kamu ini sengaja ikutin aku ya?.. Kenapa bisa ada di sini juga? nggak mungkin kan kebetulan terus-terusan kayak skenario Yang udah diatur sama penulisnya?"
"Kau tidak melihat posisimu berdiri ada di mana dan posisiku diri ada di mana? jelas-jelas Aku berdiri di antrian lebih depan dari kamu, mana mungkin aku mengikutimu kamu, tanya autornya kenapa kita di pertemukan di sini?"
"Acchh... Udah, Aku lagi males berdebat sama kamu"
"Tapi aku suka" Haris mencoba merayu Anna
Anna tidak mau memperdulikan Haris dipikirannya saat ini bagaimana cara untuk dia bisa pulang tepat waktu membawa sosis bakar kesukaannya..
"Ehem" Anna mendehem agar Harris menoleh kepadanya lagi
Dan benar saja Haris menoleh ke arahnya "Kenapa?"
"Jangan galak-galak dong Om, aku kan mau bantu Om biar nggak antri sepanjang ini"
"Aku bukan Om kamu" Dengan jutek Haris tidak mempedulikan Anna dan membalikkan tubuhnya kembali
"Ya udah deh maaf,,, kalau begitu aku panggil sayang ya" Anna cekikikan dengan kata panggilan untuk Harris
__ADS_1
"Kaauuuuu!!!"
"Hahaha...!! oke... oke.. jadi gimana? mau ikutin aku gak?" Anna mengangkat kedua alisnya menandakan Dia memiliki ide yang sangat cemerlang
"Buktikan!!.. Tapi kalau gagal kau tahu akibatnya"
"Ya ampun galak banget.. Pokoknya orang-orang disepanjang antrian ini akan mengalah untuk kita" Anna langsung menggandeng tangan Haris seperti sepasang kekasih yang tidak bisa dipisahkan
"Kau!! Mencari kesempatan ya?... Apa kamu tidak malu? semua orang akan melihat"
"Ya ampun Om.. Kita tidak akan bertemu lagi dengan mereka-mereka, jadi di tidak perlu malu lah"
"Kenapa aku dipertemukan dengan gadis gila ini di sini" Haris berbicara dengan dirinya sendiri
Akhirnya Anna berlaga sedang hamil dan sangat, sangat, sangat ingin makan sosis bakar, Sampai dia mengundang banyak perhatian orang-orang dengan gaya ngidamnya
"Sayang.. Berapa lama lagi kita harus menunggu??" Dia meraih tangan Haris Dan meletakkan di perutnya "Anak kita sudah tidak sabar ingin makan sosis nya" Suaranya sengaja di keraskan agar terdengar oleh yang lain
Gadis ini benar-benar gila... otak-nya konslet sampai harus mengeluarkan ide yang memalukan seperti ini
"Ya ampun kasihan" Kebanyakan dari wanita-wanita yang mengantri di sana merasa iba pada Anna
"Silakan pak, anda saja yang lebih dulu membeli sosisnya... semoga anak kalian sehat" Seseorang di antrian ke-11 mempersilahkan Haris untuk memasuki antriannya... Dan kemudian diikuti juga dengan antrian 10, 9, 8 dan seterusnya sampai berdiri di posisi pertama tentunya bersama Anna yang tidak sama sekali melepas tangan Harris dari rangkulannya
Menarik... *W*alaupun idenya sangat konyol tapi boleh juga, aku jadi tidak repot-repot harus berdiri lama dengan antrian yang panjang... gadis ini menyebalkan tapi di sisi lain ada uniknya juga
Selesai sudah drama suami istri dan ngidam sosisnya.. Tapi untuk idenya Anna, dia meminta imbalan dengan cara agar Harris membayar sosis pesanannya juga.. dan setelah itu anak lalu pergi melambaikan tangannya juga memberikan kiss jarak jauh
__ADS_1
Haris juga kembali ke mobil dengan senyuman di wajahnya yang tidak putus, dari awal dia keluar kedai sampai terhentinya mobil di parkiran rumah megah bosnya Untung saja Shakil tidur selama di perjalanan jadi dia tidak melihat kelakuan asistennya yang sepanjang jalan hanya tersenyum
bersambung ❤️❤️❤️