ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
163. Siasat kancil vs kelinci


__ADS_3

Hari ini Nabila dan Anna ada janji lagi.. keduanya pamit tapi kekantor, karena Shakil sudah ada dikantornya sejak pagi tadi... Selesai pulang sekolah dua gadis itu langsung minta izin dan kali ini Anna tunggu di lobby memberikan kesempatan untuk suami istri itu mengijinkan dengan caranya sendiri


Di Lobby


"Kau disini?" Tanya Haris yang mengagetkannya dari belakang


"Hugh om kagetin aku" Anna mengusap-usap dadanya


"Kenapa kau sekaget itu? Aku bertanya biasa saja" Haris mulai mencurigainya


"Eng... enggak kok om... Tadi om datangnya emang tiba-tiba" Alasan Anna, sebenarnya dia memang sedikit takut kalau bertemu Haris disini, dan ternyata benar saja pria itu sudah berdiri sempurna di belakangnya dengan memasukan kedua tangannya dalam saku celananya


"Kau yakin?" Haris menghampirinya


"Ish.. Belum jadi suami aja udah gak percaya" Anna sengaja pura-pura marah agar Haris tidak terlalu curiga padanya


Haris berjalan mendekatinya dengan tatapan yang serius, dia sama sekali tidak peduli berapa banyak orang melihatnya dan dengan seketika Anna juga ikut melangkah mundur untuk menghindari tereksposnya hubungan mereka yang masih tahap saling mengerti


"Om ini kantor, jangan bikin aku malu liat dunia besok" Anna mulai bicara saat kakinya sudah tersudut dikursi


"Kau sangat sensitif" Haris mendekatkan wajahnya yang hampir saja menyentuh wajah Anna "Diotak kecil ini selalu memikirkan hal apa?" Haris menepuk-nepuk kepala Anna


"Aku... gak mikir apa-apa kok.. cuma bantu om biar gak malu aja nantinya"


"Benarkah?" Haris mengangkat kedua halisnya


"Om jangan terlalu dekat" Anna mendorong tubuh Haris dan dia lari sejauh mungkin dari pria itu..


"Beginikah etika calon istri?"


Anna menghentikan langkahnya. Dia sadar kini semua yang dilakukan bukankah harus ada ijin dari Haris dulu?, mau tidak mau balik badan dan menghampiri pria yang masih tersenyum disudut sana merasa menang karena gadis itu tidak bisa kemanapun tanpa izinnya


"Om aku minta izin ya pergi sama Nabila"


"Yang kemarin aja kamu gak jelasin kemana?"


"Kan udah"


"Tidak.. kemarin Nona Nabila yang bicara"


Aduuhh Om ini ribet banget si.. gini nih kalau nerima om-om... pikirannya kolot


"Yaudah jadi maunya apa?"


"Panggil sayang"

__ADS_1


"Om gak malu apa didepan orang kaya gini"


"Apa salahnya.. Toh kita juga akan menikah"


Dasar jomblo karat... eh udah gak jomblo gitu.. Dasar Om karat liat aja aku kerjain dia


Anna tersenyum mencurigakan dengan terus melangkah mendekatinya dan membuat pria itu yang mundur seketika


"Om sayang" Anna langsung memeluknya kini dia tidak peduli dengan gosip yang akan dihadirkan di kantor itu toh dia juga tidak setiap hari menginjakkan kaki di sana


"Anna lepas!! Apa yang kamu lakukan?" sekarang giliran Haris yang mulai panik


"Nggak mau!! Om ijinkan aku dulu pergi dengan Nabila"


"Baiklah tapi itupun kalau sahabatmu juga diizinkan oleh suaminya" Haris yakin setelah kecurigaan kemarin dia tidak mungkin mengijinkan Nabila pergi lagi hari ini


***


Ruangan Shakil


"Kakak jahat banget! Aku perginya nggak lama kok boleh ya" Nabila mulai memaksa suaminya agar diizinkan keluar bersama anak


"Nggak boleh Nabila" Tanpa menoleh istrinya Shakil masih terus bergulat dengan kertas-kertas di meja


"Aku janji cuma satu jam"


"Loh, kok malah jadi nggak boleh keluar dari sini?."


"Karena kamu kancil licik.. Kakak tidak akan percaya"


"Tapi anak kita lagi mau..."


"Jangan pakai alasan itu.. udah nggak mempan Nabila"


Gimana dong. kayaknya hari ini nggak akan bisa keluar, dia udah ngerti semua trik aku


"Aku nggak alesan kakak.. Emang bener kok.. Jadi gini..." Nabila duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya yang terekspos putih mulus di bagian paha karena dengan sengaja dia angkat sedikit dress-nya agar Shakil mengalihkan pandangan pada dirinya


"Ada baju tidur khusus untuk ibu hamil.. dan itu lucu banget, panjangnya segini.." Nabila memperaktekan panjang baju tidur itu dengan mengangkat lebih tinggi lagi dress nya "Bagian sini hanya setengah" Dia juga menunjukkan di bagian dadanya "Lalu ada tali tapi terbuat dari rantai penuh Swarovski,,, pokoknya lucu banget" Sebenarnya kalau di bayangkan model pakaian tidur itu biasa saja, tapi yang memperagakannya ini yang jadi masalah.. kenapa gadis itu memperagakan model bajunya dengan tubuh lenggak-lenggok menggodanya..


"Hentikan Nabila kakak lagi kerja"


"Kalau aku nggak kasih contoh gimana kakak tahu model bajunya kayak apa"


Shakil tidak menjawab, Dia hanya memijat keningnya yang seakan-akan tidak nyaman dengan membayangkan gerak-gerik Nabila tadi..

__ADS_1


"Oh ada satu lagi.. baju itu juga pakai sleting sampai bawah jadi aku lebih mudah membuka Bajunya kalau bangun kesiangan" Nabila masih terus mengada-ngada dengan model baju yang sama sekali tidak nyata "Tapi kalau kakak nggak suka aku juga nggak akan maksa.. Ya udah kalau begitu aku tunggu di sini aja sampai kakak selesai


***


Di Lobby


Setengah jam sudah Anna menunggu Nabila tak kunjung turun... beberapa pesan telah dikirimkan tapi hanya dibaca dan ini membuat Anna kesal apalagi setelah melihat wajah Haris yang mesem-mesem menunjukan kalau Anna kalah dari dirinya..


"Ku antar kamu pulang... Percuma Nona tidak akan dapat izin dari suaminya" Haris yakin


"Gak mau.. kalau dia gak dapat izin pasti sudah menghubungiku"


"Mereka suami istri.. tidak kah kamu bayangkan apa yang sedang mereka lakukan sampai tidak sempat menghubungimu?" Haris menatapnya penuh arti menyimpangnya pembicaraan mereka


"Aku gak mau denger Om ngomong" Anna menutup telinganya karena pikirannya sudah kemana-mana


Kalau yang dibilang Om karat ini benar. berarti Nabila akan berhasil dong


"Kenapa kamu senyum-senyum?.. pasti lagi mikirin mesum ya" Tuding Haris


"Enak aja... Om tau gak kalau temen aku itu luar bisa... kalau dia udah keluarin jurus jitu.. kuda liar pun bakalan luluh tau" Anna tersenyum penuh kemenangan


Benar juga yang dia katakan.. ahh pria itu pasti kalah


Saat keduanya hening lift terbuka dengan langkah kaki Shakil yang menggendong istri kecilnya menghampiri mereka..


"Nabila.. apa yang terjadi?.. Kamu gak apa-apa kan?" tanya Anna setelah mereka tiba


"Gak kok Na.. kakak aja yang mau gendong aku" Nabila tersenyum sambil mengisyaratkan kalau dia berhasil membujuk pria itu "Yaudah kalau gitu kita pergi ya.. dah sayang" Nabila mencium bibir Shakil sekilas yang terlihat sangat lemah didepan istrinya


"Hati-hari.. telepon kalau ada apa-apa" Shakil melambaikan tangannya dan Haris pun ikut berdiri di samping pria itu yang menatap kepergian pasangan mereka masing-masing


"Kenapa kau mengijinkannya" Terlihat wajah Haris yang kesal


"Apalagi yang bisa aku lakukan.. dia hampir membuat kepalaku tidak berfungsi"


"Bukankah kita sudah sepakat untuk lebih tegas lagi pada mereka?"


"Kenapa kau menyalahkan ku?.. dan bagaimana dengan mu?.. kenapa kau mengijinkannya?"


"Aku baru saja mendapatkan cintanya.. kalau keras sedikit dia akan lari" Haris membela diri


"Cih. sama saja kau juga pengecut. Shakil pergi meninggalkan Haris yang masih mematung


kemudian mereka balik keruangannya lagi

__ADS_1


Bersambung❤❤❤


__ADS_2