
Acara hampir saja berantakan karena ulah Nova.. beruntung orang tua Haris sudah membereskan masalahnya dengan gadis itu. tapi entah kenapa kini malah kedua orang pemeran utama di acara ini yang menghilang..
Di Paviliun rumah Haris keduanya berbicara meskipun Anna masih belum sepenuhnya mengerti tapi apa salahnya dicoba.. toh selama ini juga walaupun mereka selalu bertengkar Haris banyak juga membantunya terlebih lagi suka mengantar jemput sekolah.. tapi bukan berarti dia juga memerima lamarannya.. Anna hanya ingin menjalaninya dulu tanpa ada ikatan yang akan membuat dirinya semakin sulit memilih lagi
"Memang ini semua terlalu mendadak untukmu, tapi aku tidak pernah main-main dengan apa yang aku lakukan"
"Aku mengerti.. tapi Om juga harus memahami aku saat ini..!"
"Baik aku akan memberi kamu waktu tapi bukan untuk menolak ku"
Lah.. Bukannya memberikan waktu untuk memilih "ya" atau "tidak". Tapi kenapa tidak ada pilihan?..
"Kalau begini caranya untuk apa Om memberiku waktu?"
"Untuk menyadari kalau sebenarnya kamu juga suka padaku"
"Hahaha tingkat kepedean Om sudah sold out... Kalau aku bilang aku punya pacar gimana?"
"Tidak mungkin!"
"Kenapa?"
"Karena apa yang kamu lakukan, dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi aku tahu itu semua"
"Om menguntit aku ya?" Nada suara Anna lebih diperjelas
"Bukan menguntit, tapi apa salahnya aku lebih mengenal lagi calon istriku"
Deg.. degupan jantung anak semakin cepat melaju, kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Harris membuatnya sedikit aneh tapi ada rasa bahagia, entah kenapa spontan Anna tersenyum malu dengan wajah yang memerah
Sumpah Na, Lo emang udah gak waras. hanya kata-kata itu aja udah dibikin gue sebahagia ini
Dia berperang dalam hatinya walaupun memendam malu yang sudah tidak bisa lagi menutupi wajahnya
"Sejak kapan?" Akhirnya anak memberani kan diri menatap mata Harris
"Apanya?"
__ADS_1
"Sejak kapan Om mulai nguntitin aku?"
"Sejak aku menyadari kalau kamu spesial"
Anna hanya mengerutkan keningnya berharap Haris menjelaskan apa arti dari kata spesial untuknya
"Aku menyukaimu"
Kini kedua lutut anak tidak sanggup lagi menopang tubuh ringannya.. walaupun sebelumnya pernah ada yang menyatakan cinta pada dia, tapi kenapa ketika kalimat itu keluar dari bibir Harris rasanya seperti suruh tulang-belulang rontok dari tubuhnya, Anna memilih untuk duduk di kursi agar tidak terlihat kalau dirinya sangat gugup
"Sejak kapan kau menyukaiku?? Bukankah aku selalu menyebalkan" Bahkan dia menyadari kalau selama ini hubungannya hanya sebatas pertengkaran
"Tapi aku melihatnya kau begitu manis"
Anna hampir saja tertawa terbahak karena perkataan Haris yang menggelikan baginya... ternyata pria yang selama ini dianggap hanya mencari masalah kini bisa segombal itu
"Udah ah om, aku mau ke dalam lagi nggak enak pasti mereka sudah menunggu" Anna berdiri dan melangkah melewati Haris tapi tangannya terhenti karena ada yang mencekal
"Apa la..." Haris menarik Anna ke dalam pelukannya
Jemari kokoh pria itu kini sudah merayap ke leher dan telinga Anna, hembusan nafas hangatnya juga menyapu rambut-rambut kecil yang di keningnya.. Anna hanya diam, sama sekali tidak pernah dibayangkan kalau dia akan seberani itu.. hati dan pikirannya menolak tapi tidak dengan tubuhnya.. dia merasakan nyaman saat sebelah tangan Harris melingkar di pinggangnya
Tidak ada respon apa pun yang dia katakan tapi Haris semakin erat memeluk dan menurunkan Indra penciumannya sampai titik dimana tangannya membelai tadi..
Anna menjengkingkan otot-ototnya saat merasakan sentuhan yang tidak biasa menghangatkan tubuhnya
"Izinkan aku seperti ini.. Mentransfer energi yang selama ini aku butuhkan" kini suara Haris terdengar gemuruh sentuhan demi sentuhan bibirnya diterapkan pada leher Anna berkali-kali.. dari yang tadinya Anna menegangkan ototnya sampai kini merenggang lemah menerimanya...
"Nanti ada yang melihat" Suara pelan disertai sedikit desahan Anna, akhirnya membuat Haris semakin gila.. Dia berhenti tepat dibibir Anna mencium sekilas lalu menatapnya
"Katakan dulu kau menyukai ini?"
Pria ini gila atau kurang apa?.. Mana mungkin aku bisa mengatakannya walaupun memang sangat nyaman.. Aaahhh aku akan gila jika terus bersamanya malam ini
"Aku.. Tidak tau.." Wajah Anna semakin panas kemerahan menahan malu
"Kenapa?" Bisikan Haris disertai jilatan ditelinganya
__ADS_1
"Ooomm..." Anna menggeliat dengan napas yang tidak mampu lagi untuk keluar masuknya oksigen keparu-paru
"Hmm" Tangan Haris menarik perlahan sleting dress di belakang tubuh Anna... seketika gadis itu membelalakan matanya karena terkejut "Sttt...!! Relax" dengan santainya dia berbicara sedangkan tangannya sudah dimasukan kepunggung mulus gadis itu.
"Om.. aku tidak ma..." perkataan Anna tidak bisa lagi dilanjutkan dengan adanya bibir Haris yang kini membiusnya dengan penuh kelembutan.. Oh tidak ini ciuman pertama bagi Anna, dan pria itulah yang merampas tanpa aba-aba...
Haris menggigit kecil ujung bibir Anna tanpa disadari dia langsung membukanya.. Inilah yang pria itu tuju.. dengan mudah dan leluasa dia bisa menelusuri setiap inci di dalam rongga mulut Anna
Ciuman pertamaku!!! Kenapa aku tidak menolaknya!! Tubuh penghianat ini!! kenapa malah menginginkannya
Anna memejamkan mata merasakan setiap sentuhan itu semakin membuatnya pergi kedunia lain... Inilah rasanya!! ketika seseorang menyentuh tubuhku dengan perasaannya maka hatiku sendiri enggan untuk menolak.. Meskipun bnyak pertanyaan yang belum sempat aku lontarkan tentang dirinya dan Nova, kemudian semua itu hilang tergantikan dengan campur-aduknya hatiku...
Didalam terbenamnya pikiran Anna tapi hatinya terus berkelana kemana arah perasaan itu akan membawanya terbang
"Kalian" Suara tidak asing membuayrkan kehangatan yang telah susah payah Haris bangun sampai setahap ini
Keduanya terkejut dan melepaskan pelukannya masing-masing.. Anna terbelalak melihat siapa yang sudah berdiri menyaksikan adegan kissing pertamanya itu
"Aku...Em maksudku Kami..." Dia berusaha menjelaskan tentunya dengan wajah tebal menahan malu untuk apa yang tengah mereka lakukan saat ini
"Maaf aku pikir kamu..." Nabila gugup plus canggung tidak menyangka Haris dan Anna mampu melakukan itu.. padahal niatnya mencari Anna karena khawatir terjadi apa-apa pada sahabatnya pasca kejadian tadi.. tapi semuanya salah... bahkan mereka terlihat sangat baik diluar dugaan..
"Bil.. ini semua gak kaya yang Lo pikirin kok" Anna berusaha menjelaskan untuk menutupi rasa malunya
Tetciduk sudah.. mau selebar apa alasan dan penjelasan Anna tapi semua itu tidak bisa di percaya dengan apa yang sudah dilihat oleh mata kepalanya sendiri
"Kalau gitu gue kedalam dulu... ma... maaf udah ganggu" Syok campur menahan tawa. kejadian itu membuat otak Nabila blank.. dia meninggalkan Anna dan Haris yang masih mematung menatap kepergiannya
"Om gimana nih" Anna panik
"Gimana apanya?"
"Ya Tuhan orang ini terbuat dari apa?.." Bergumam sendiri
"Emang nya Om gak malu kita kepergok lagi melakukan itu"
"Tidak" Haris meraih lagi tubuh Anna.. tapi kali ini untuk merapihkan resletingnya
__ADS_1
"Fix.. om gak punya urat malu" Anna meninggalkan Haris menyusul Nabila untuk menjelaskan apa yang terjadi... Tapi Haris malah tersenyum simpul melihat tingkah laku Anna yang menurutnya kekanakan tapi menggaskan...
bersambung❤❤❤