
Lanjut ke pelaminan. Semua orang sudah mengucapkan selamat pada kedua mempelai, sampai Nabila sendiri benar-benar sangat kelelahan bersalaman, tapi ini juga membuat dia senang, pengalaman pertama kalinya menjadi seorang ratu akhirnya dia rasakan,
Jadi walau selelah apapun Nabila tetap tersenyum dengan penuh kebahagiaan
Mira dan Shakil sudah sangat khawatir takut terjadi apa-apa pada Nabila,
tapi hal yang tidak terduga malah kebalikannya, dia benar-benar menikmati hari bersejarah ini yang hampir semu wanita mendambakan nya
Sampai dia sadari kalau ada satu tamu undangan yang tadinya deg-dengan malah ending dengan gelengan kepala,
"Selamat" Seorang pria mengulurkan tangannya pada Nabila.
Baru saja Nabila ingin memberikan tangannya dan berjabatan dengan pria itu tapi malah tangan Shakil duluan yang menyambar...
"Istriku sedang alergi jika bersentuhan dengan kulit pria selain aku"
Iyan sempat bingung, kenapa sikap Shakil seperti itu sedangkan yang dia tahu lewat televisi dan media sosial presdir perusahaan ternama yang ada di depannya ini adalah orang yang begitu cool.. Dingin juga berwibawa
"Tidak masalah, aku hanya berdoa agar kalian bahagia" Iyan pun bersikap layaknya seorang tamu undangan dan menjabat tangan Shakil
Ada apa dengan pria ini? kenapa sikapnya tidak seperti yang yang aku lihat di layar kaca... Apa Nabila akan bahagia hidup bersama pria aneh semacam dirinya
"Jangan khawatir Nabila adalah tanggung jawabku sudah tentu aku akan membahagiakannya sampai dia sendiri bosan dengan kebahagiaan" Dengan sombongnya sekarang malah merangkul bahu Nabila
"Aku tahu itu... Baiklah aku tidak bisa berlama-lama disini karena banyak jadwal pelajaran yang masih belum Aku selesaikan" Kemudian Iyan pun mengundurkan diri dari pelaminan tentunya bisa melihat wanita pujaan hatiku kini bersanding dengan orang lain.
Nabila sendiri sudah gemas, dari tadi ingin mencubit Shakil tapi tidak mungkin di depan Iyan yang akan menilai rumah tangganya tidak baik.. Apalagi kelakuan suaminya kali ini membuat dia tertawa dalam hati karena sikapnya yang seperti anak kecil
__ADS_1
Kadang sikap seperti ini aku tidak suka tapi kali ini kenapa Kakak terlihat sangat imut
"Kenapa senyum-senyum?".. Shakil yang melirik Nabila tengah tersenyum menatapnya
"Karena aku masih belum percaya menikah dengan pria eror dan gak jelas jalan pikirannya kaya kakak gini" Nabila mengejeknya tapi jauh di lubuk hati dia yang paling dalam malah memujinya dengan cinta yang teramat sangat...
"Eeeemmmm... Begitu kah?... Kenapa kata-katamu tidak seperti apa yang tubuhmu lakukan ya?" Shakil menyentuh perut Nabila seakan-akan dia memberitahu kalau itulah hasil dari cinta mereka
"Sttttt... berisik tahu" Nabila mencubit lengan Shakil yang ada di perutnya
Tidak perduli suasananya seperti apa Nabila dan Shakil terus bercanda seperti halnya mereka sering lakukan di kamar.. Sudah berapa kali Nabila mencubiti tubuh Shakil karena dia kesal suaminya terus mengganggu terutama pada riasan wajahnya.. Berapa kali juga Shakil ingin mencoba menghapus riasan itu tidak suka melihat istrinya selalu dipuji setiap orang yang mengucapkan selamat pada mereka
dan
Baru kali ini tamu undangan melihat ada sepasang pengantin yang sangat unik, yang membuat mereka semua iri dengan perilaku Shakil pada Nabila, dan juga pada Nabila yang masih mencubiti suaminya
"Ehem" suara yang sudah tidak asing lagi terdengar di sela-sela canda tawa keduanya.. suara lemah penuh kelembutan tiba-tiba menyentuh lengan Shakil dengan lembut.. Shakil melirik kearah dimana tangan itu berasal dan ternyata sungguh tak pernah dia duga ibunya Alex datang ke pernikahan nya padahal dia tau benar kalau wanita yang sering sakit-sakitan itu tidak mungkin pergi jauh dari rumahnya
"Selamat nak!!!.. Ibu sangat bahagia dengan berita pernikahanmu"
"Ibuuuu,,, seharusnya kau tidak perlu datang kesini... jaga kesehatanmu dan cukup mendoakan ku saja, angin pantai tidak baik untuk tubuhmu" Shakil menggenggam tangan ibunya Alex layaknya seperti seorang anak kandung
"Aku tidak akan bahagia jika mataku sendiri yang tidak melihat pernikahan mu.. kau tahu nak!!!! saat undangan itu berada ditanganku aku seperti mendapatkan sebuah hadiah besar apalagi setelah aku tahu kalau gadis ini yang menjadi pilihan mu" Air mata pun tumpah di pipinya ibu paruh baya itu... bukan air mata kesedihan tapi ini adalah rasa bahagianya melihat Shakil berdiri di pelaminan dengan gadis yang baik juga
"Aku mohon!! sudah cukup air mata mu yang terbuang, mulai detik ini juga aku tidak ingin melihat ibu menangis lagi"
"Kamu salah sangka..Aku Bukan menangis, tapi ibu sangat terharu melihat kau setampan ini" ibunya Alex memeluk dengan erat layaknya seorang ibu kandung,, bahkan melebihi Mira
__ADS_1
Sekarang ibunya Alex beralih pada Nabila hal yang sama juga dia ungkapkan pada gadis kecil itu... Hati ibu itu bukan dibuat-buat dia benar-benar sangat senang melihat Shakil yang memiliki kehidupan baru jauh lebih baik bahkan saat pertama kali dia datang pun sudah terlihat dengan jelas kalau hanya ada senyuman di bibirnya
Awalnya Nabila merasa tidak enak hati karena dia berpikir kalau seorang ibu tidak akan bisa merelakan kekasih anaknya menikah dengan wanita lain tapi ini, malah diluar dugaannya... ribuan pujian keluar dari mulut ibunya Alex menghujani Nabila.. dia juga berkata "Lexa akan sangat bahagia di sana melihat gadis yang telah menikahi Shakil adalah dirimu"
Nabila ikut terharu dan dia juga meneteskan air mata di dalam pelukan nya
Di belakang ibunya Alex ternyata ada Alex juga mengekori nya dia pun memberikan kata selamat kepada Shakil dengan menjulurkan kedua tangannya.. dua pelukan kanan dan kiri juga dia berikan pada sahabatnya itu tapi dengan pandangan mata yang terus menatap Nabila... Sebenarnya Shakil sudah menyadari itu sejak awal dia menginjakkan kaki di pelaminan... Tapi masih dia tahan karena ada ibunya..
"Matamu sudah hampir keluar karena terus menatap istriku" Dengan senyuman licik Shakil menatap lekat pada Alex setelah ibunya berbincang dengan Mira
"Aku yakin kalau kau merencanakan sesuatu padanya. kalau tidak mana mungkin dengan mudah kau menikahinya... lagipula dia masih kecil, pasti kau sudah melakukan sesuatu untuk menyeretnya ke pelaminan" Sebenarnya Alex tidak membenci Shakil tapi entah kenapa semenjak dia tahu wanita yang dia cintai kini telah jatuh di tangan sahabatnya atau bisa dibilang mantan adik ipar, hatinya kini merasa bersaing dengan Shakil
"Wah wah wah.... Ternyata analisa seorang dokter memang luar biasa, aku sampai terkesan kalau kau bisa menebak semua itu.. Mau bagaimana lagi Bukankah dia sangat menggoda??" Shakil melirik pada Nabila "Setiap hari aku menaiki ranjangnya sampai diri ini tidak terkendalikan" Entah apa yang ada di dalam pikiran Shakil sampai dia mengatakan itu pada Alex
"Kenapa kau jadi pria rendahan seperti itu. begitu frustasinya kah dirimu ditinggal adikku sampai kau harus melakukan hal yang buruk pada adik angkat sendiri"
"Sorry bro... Sejak awal Nabila menginjakkan kakinya di rumahku aku tidak pernah menganggapnya sebagai adik walaupun hanya sedetik saja"
Dua pria ini sebenarnya ada apa sih.. dan kakak juga kenapa harus mengatakan itu.. ya... walaupun semua yang kakak katakan hampir benar.. ini lagi kak dokter.. di kios pempek waktu itu kan sudah dibilangin kalau aku aku dan kakak kak sudah menikah tapi dia aja yang nggak percaya... iya sudah lah lagi pula pertemuan mereka kali ini sangat seru daripada Kakak terus mengganggu riasan wajah ku...
"Cih... kau melampiaskan kesepianmu pada gadis kecil ini?" Pandangan Alex kini menuju pada Nabila "Nabila Apa yang kau harapkan darinya?"
"Waktu aku juga kesal setiap hari dia kekamarku" Nabila menunjukan wajah kebenciannya sampai membuat Alex terpengaruh dengan perasaan Nabila "tapi karena setiap hari kakak tidur memelukku jadi terbiasa deh.. dan kalau malam kakak gak datang maka aku yang kekamarnya" Nabila sebenarnya tidak kuat mengatakan itu... tapi dia juga tidak mau Shakil yang disudutkan oleh Alex
"Apa?" Alex terkejut mendengar perkataan Nabila yang agresif... tanpa bertanya lagi dia meninggalkan pelaminan dan menyusul ibunya
"Dasar kancil" Shakil mencubit hidung Nabila "Lihat!!! Dia sampai tidak bisa bicara lagi karena dirimu" kelakuan Nabila membuat Shakil gemas
__ADS_1
"Hahaha.." Tertawa penuh kemenangan dari keduanya
Bersambung ❤️❤️❤️