
"Ahh.. gak apa-apa kok, Aku cuma kurang nyaman aja" Nabila semakin takut jika Mira benar-benar datang
"Sini aku benerin" Alex membenarkan infusan yang hampir tercabut tadi.
"Eh ada Alex. kenapa ini?" Mira tiba-tiba datang dan melihat nabila yang meringis
"Gak apa-apa bun. Aku sangat ceroboh dan ini hampir tercabut tadi" Nabila mencoba menutupi
Luar bisa dia memberikan jawaban yang tidak menyulitkanku
"Kamu ini.. Kenapa tidak hati-hati. Untung ada Alex. Terima kasih ya nak?" Mira mengucapkannya tapi hanya dibalas dengan senyuman karena ini juga atas kesalahannya
"Bunda apa kakak menelepon?" Nabila sengaja menanyakan Shakil agar Alex tidak terlalu berlebihan padanya
"Tidak? Mungkin dia masih saibuk" Jawab Mira santai
Kakak pasti sedang menghabiskan waktu bersama sibakteri itu.. Huh menyebalkan
"Maaf. Tapi tadi baru saja Shakil meneleponku.. Tidak disangka sikapnya seperhatian itu padamu. Aku pikir setelah kehilangan adikku. Dia tidak akan pernah bisa berteman lagi dengan siapa pun. Tapi tidak dia memang membutuhkan seorang adik untuk menghilangkan kesepiannya."
Kehilangan adiknya? Maksudnya apa? Apa dulu kakak punya hubungan juga dengan adik dokter ini.. Huh ternyata banyak sekali pacarnya
"Ah iya. Bunda pikir dia tidak akan pernah bisa menerima orang lain lagi di keluarga kami. Tapi tidak dengan Nabila. Kehadirannya membuat dia sedikit punya hati walaupun mereka berdua seperti kucing dan anjing yang tidak pernah akur haha" Mira membalas percakapan Alex karena dia tau Nabila sedikit tidak nyaman dengan pernyaannya tentang adiknya
"Benarkah.. Apa yang kalian ributkan?.. Apa Shakil tega membuat masalah dengan keimutanmu?" Dokter itu semakin memperhatikan wajah Nabila
__ADS_1
Aduhh kenapa dia katakan itu padaku. Aku gak enak sama bunda
"Mungkin karena dia imut jadi Shakil suka menjahilinya, Kamu pasti mengerti bagaimana adik dan kakak saat bersama. Begitulah cara mereka mengungkapkan kasih sayangnya" Mira menjelaskan agar Nabila tetap aman
"Bunda benar.. Aku juga sering bertengkar dengan Lexa ini membuat kita saling menyayangi" Tiba-tiba raut wajah Alex berubah sedih
Apa Lexa? Bukankah itu mantan tunangan kakak? Dan dokter ini adalah kakaknya? Dunia ini mebuatku bingung
"Bunda mengerti kesedihanmu. Karena anak bunda juga mengalami itu" Mira juga ikut larut dalam kesedihannya
"Dia begitu mencintai adikku. Tentu saja Shakil sangat kehilangan melebihi aku. Aku khawatir dia pernah katakan seumur hidupnya tidak akan mencintai gadis lain lagi selain Lexa. cintanya begitu dalam. Dan aku sangat bahagia dia mencintainya sebesar itu" Penjelasan Alex begitu menyakiti hati Nabila. tanpa dia Sadari airmatanya sudah jatuh membasahi pipinya
Harusnya aku tau diri dari awal. Dia tidak akan mungkin mencintai ku. Lalu kenapa waktu itu dia katakan kalau dia tidak akan menyentuh wanita tanpa rasa cinta. Dan sekarang kenyataannya. Cinta dia sudah terkubur bersama jasad Lexa. Apa gunanya aku. Kenapa kau sehina ini Nabila. Kenapa kau termakan semua kata-kata manisnya sampai kau rela dia mengambil segalanya dari hidupmu hiks hiks
"Nabila apa kau baik-baik baik saja?" Mira menghampiri menantunya yang tengah menangis dan memeluknya dengan erat
"Aku gak apa-apa Bunda?" Nabila berusaha menutupinya karena ada Alex disana
"Tenangkan dirimu ya? Kita akan bicara lagi nanti.. Istirahat lah. Jangan berpikir yang tidak-tidak" Mira menyelimuti Nabila agar dia tidur
"Ada apa dengan Nabila bun?" Tanya Alex yang aneh dengan ketiba-tibaan Nabila yang menangis
"Dia hanya sedih aja mendengar cerita kamu. Karena kedua orangtuanya baru saja meninggal akibat kecelakkan" mira berusaha menutupinya
"Benarkah? Aahh aku benar-benar minta maaf Bunda. Aku tidak tau kalau dia akan teringat dengan kedua orang tuanya!" Alex merasa tidak enak hati
__ADS_1
Percakapan mereka pun berlalu setelah keduanya merasa sudah mengantuk
di Jerman
Shakil beberapa kali menghubungi Nabila tapi dia tidak menanggkat teleponnya sama sekali. Ini membuatnya marah, Kesal, Bingung, Panik dan khawatir terjadi apa-apa pada Nabila. Dia juga telepon Mira tapi ponsaelnya tidak aktif. Shakil telepon ke rumah dan Anton bilang nyonyanya akan kembali besok bersama nona mudanya, Lagi-lagi dia dibuat cemas dengan kedaan jarak jauh yang memisahkannya
Sayang kenapa tidak angkat teleponnya? aku sangat khawatir
"Tuan ada yang bisa saya bantu.. Ada apa anda segelisah ini?" Tanya Haris yang sudah memperhatikannya dari tadi
"Kenapa tidak ada yang menjawab teleponku? Apa istriku baik-baik saja atau terjadi apa-apa padanya?" Shakil semakin tidak tenang
"Tuan ini jam tujuh malam dan waktu disana lebih cepat lima jam dari disini.. Jadi saya rasa Nona dan Nyonya sudah tidur. sebaiknya telepon besok pagi saja" Saran Haris benar. Dan diapun menerimanya. Kalau besok dia akan telepon lagi.
dirumah sakit
"Nak kamu belum tidur?" Mira mendekati Nabila yang masih terjaga menatap layar ponselnya..
"Aku belum ngantuk Bunda" Dengan wajah yang sedih sengaja tidak mengangkat telepon Shakil
"Sayang Bunda tau apa yang mengganggu pikiranmu. Percayalah apa yang dikatakan Alex itu hanya masa lalunya. Wajar saja waktu itu Shakil bicara seperti itu karena dia sangat terpukul. Tapi waktu terus berjalan.. Kehidupan manusia terus berputar. Shakil sekarang tidak seperti itu dia juga mencintaimu. Tapi mungkin memang dia belum menyadarinya." Mira mengambil ponsel Nabila yang dari tadi terus berdring. "Lihat lima belas panggilan. Dia sangat menghwatirkanmu. Saat ini kamulah yang terpenting dalam hidupnya. Percayalah dia sangat mencintaimu ok" Mira mengusap air mata Nabila yang menetes lagi
Maaf bunda tapi aku belum bisa percaya sepenuhnya. Aku akan membuktikannya sendiri tentang perasaannya padaku. Sebelum aku bener-bener terikat lebih jauh lagi dengannya. Nabila kau tidak selemah ini kan?.
bersambung❤❤❤*
__ADS_1