
Berhubung hari ini hari libur. Jadi Shakil ingin mengajak nabila jalan-jalan.
Sebenarnya Shakil tidak mengerti cara kencan ala anak remaja tapi dia berusaha agar Nabila hari ini senang bersamanya.
Dengan berpakaian santai Shakil juga bergaya seperti pria normal.
Begitupun dengan Nabila yang hanya memakai dress biasa saja.
Nabila sebenarnya tidak tau dia mau dibawa kemana karena Shakil hanya bilang makan siang diluar sekalian ingin membeli sesuatu. Dan kebetulan dua hari lagi ada undangan pernikahan temannya jadi ini bisa dijadikan alasan untuk mengajaknya pergi
"Kakak sebenenya kita mau cari apa? Dari
tadi hanya beli pakaian aku saja. Bukankah kakak kesini mau cari hadiah pernikahan teman kakak. Kenapa jadi aku yang dikasih hadiah sebanyak ini?" Nabila yang sudah lelah menjajal semua pakaian yang Shakil suka
"Iya kakak lupa? Habisnya semua pakaian ini sangat lucu sesuai dengan keimutan istriku" Shakil gemas dan mencubit pipi cabi Nabila
"Ihh. Sakit tau" Memijat pipinya
"Kita makan dulu ya. Beli hadiahnya nanti aja" Shakil mengajak Nabila k sebuah lestoran yang ada dia Mall itu
Saat makan Shakil ingin menyuapi Nabila dengan makanan yang ada dipiringnya tapi tiba-tiba ada yang menahan tangannya dari belakang.
"Jangan sembarangan memberinya makanan. Dia akan keracunan nanti" Terdengar suara dari belakang
"Kau?" Shakil terkejut ternyata Alex yang menahannya
"Hey.. Sekian lama kita tidak bertemu. Inikah cara mu menyapaku? Bahkan kau seperti melihat hantu" Tanpa permisi Alex sudah duduk diantara Shakil dan Nabila
"Hai cantik. Apa kabar?" Alex menyapa Nabila bil dengan Lembut
"Aku baik" Nabila senyum canggung karena melihat mata Shakil yang mendelik padanya
"Hey ada apa dengan kalian kenapa kaku seperti ini. Apa kalian sedang bertengkar?" Alex melirik Nabila
"Lama tidak bertemu. Tapi sepertinya kamu tidak merindukanku?" Shakil agak kesal karena tatapan Alex selalu kearah Nabila
"Ayolah Shakil.. Aku sangat merindukanmu. Maka dari itulah aku duduk bersamamu disini"
Ada yang aneh dengan sikapnya. Kenapa dia seperti tertarik pada Nabila**ku?
__ADS_1
"Benarkah. Bagaimana keadaan ibu?" Shakil membahas keluarga Alex agar dia tidak fokus pada Nabila
"Ibu baik. Dia merindukanmu. Kapan kau akan mengunjunginya?"
"Secepatnya. Aku akan mengosongkan jadwalku minggu depan"
"Baiklah aku akan memberitahunya agar dia senang dan jagan lupa ajak gadis manis ini juga. Ibu pasti menyukainya"
Shakil hanya tersenyum paksa. karena dia tidak mau mengajak Nabila apalagi bertemu keluarga mantan tunangannya..
"Sepat selesaikan makananmu bunda tadi sudah menyuruhmu pulang". Alasan Shakil agar Alex tidak mengganggunya
"Sayaaang!!" suara teriakan dari arah pintu
Wanita berrambut pendek dengan sexynya berlari kearah Shakil dan langsung mencium pipinya. Pemandangan itu membuat Nabila dan Alex terkejut dengan pemikirannya masing-masih yang berbeda
Beraninya sibakteri ini mencium kakak didepan ku.
Nabila kesal melihat kelakuan siska yang seenaknya pada Shakil
Woow apa ini? Shakil sudah memiliki kekasih? Hebat ternyata dia bisa move on dari adikku,
Pemikiran Alex
"Ada apa sayang? Kenapa kamu secanggung ini. bukankah kita akan segera menikah?" Seperti biasa dia selalu bergelayut pada Shakil
"Kalian akan menikah?" Alex terkejut "Kenapa bunda tidak memberitahuku apa yang ingin kamu tutupi. Ayolah. Aku akan ikhlas jika kamu bisa membuka hatimu untuk wanita lain aku yakin adikku akan bahagia melihat orang yang dicuntainya bahagia"
"Adikmu" Siska terkejut. "Apa maksudnya? Apa kau selingkuh dariku?"
Sipapun yang menghalangi rencanaku. Aku akan habisi dia
"Tidak Nona. Shakil adalah pria yang paling setia dia. Adiku adalah tunangannya tapi kini sudah meninggal. Jadi anda tenang saja"
Cih ini Yang disebut setia. hebat sekali bahkan dia tidak melarang siakteri itu nempel ditubuhnya. Nabila sudah menatapnya tajam
sayang tolong jangan marah kakak tidak tau kalau dia akan datang. percayalah. Shakil menjelaskan itu semua lewat matanya
Nabila malingkan wajahnya pura-pura tidak peduli karena sudah sangat kesal melihat tingkah Siska yang terus menggoda suamnya
__ADS_1
"Sayang. Kenapa kau berkumpul disini tapi tidak memberitahuku?" Siska tidak perduli ada dua pasang mata yang menatapnya
"Siska tolong hentikan. Apa kau tidak bisa membiarkan aku makan dengan tenang?" Shakil sangat risih dengan kelakuannya
"Kenapa? Kita akan jadi suami istri. Jadi jangan sekaku itu padaku." Dengan manjanya siska terus nempel pada Shakil
"Nabila? Apa kamu ada waktu? Aku ingin mengajakmu nonton. Kau mau kan?" Alex mencairkan suasnya yang panas dengan kelakuan Siska
"Tidak boleh" Jawab Shakil cepat
"Kenapa?" Tanya Nabila "Bukankah ini lebih baik diusiaku saat ini daripada aku harus disini menyaksikan adegan dewasa sebelum waktunya"
"Haha kau memang pintar" Alex kagum pada Nabila, "Dan kau.. apa kau tidak malu melakukan itu didepan dia" Alex memarahi Shakil
"Apa masalahnya?" Siska jawab santai "Dia sering melihat kami seperti ini!"
"Benar sekali Tante ini bilang.. Memang itulah yang sering mereka lakukan didepannku" Nabila menunjukan wahjah manisnya sampai Shakil dan Alex gemas melihatnya
"Tante kau bilang?" Siska sudah mai terpancing
"Benarkah? Hey kenapa kamu berbuat seperti ini didepan gadis polos" Alex memaki keduanya lagi
Hahaha aku gadis polos. Selimut itukah aku di matanya? Ini bagus aku akan lihat seberapa besar cinta kakak padaku?
"Aku merasa sangat bosan dengan pemandangan ini" Nabila merengek manja pada Alex "Apakah dokter bisa membawaku pergi dari sini dan memiliki pemandangan normal layaknya seorang remaja"
"Dengan senang hati tuan putri! Tapi jangan panggil aku dokter. panggil kakak ok?"
"Ok. kakak tampan" Nabila sengaja mengatakan itu dengan jelas "Aku akan bangga jalan dengan pria setampan ini" Nabila menunjukan gaya centilnya
Shakil tidak tahan melihat Nabila seperti itu. Dia sangat marah tapi tidak bisa meluapkannya karena lagi-lagi tertahan oleh Siska. Dia tidak mau rencana penjebakan keluarga Siska berantakan karena dia ceroboh memilih Nabila.
"Nabila kamu pergi bersama kakak dan pulang dengan kakak juga" Shakil menahan tangan Nabila yang berlalu dihadapannya
"Sayang, Kau apa-apaan si, Biarkan dia pergi, dia hanya akan mengganggu kitabb seperti parasit" Celetuk Siska yang menarik tangan Nabila agar shakil melepaskannya
"Sudah kukatakan jangan pernah menyentuhku dengan tangan kotormu, Lihat" Nabila menunjukan kukunya "Sekali lagi kau menyentuhku aku akan cakar wajahmu mengerti" Ancam Nabila yang sangat garang. Membuat Shakir diam tanpa bisa berkata apa-apa
Kenapa setiap kali melihat Siska kancil ini berubah jadi Macan. Sangat sadis
__ADS_1
Shakil menggelengkan kepala dan sangat terpaksa membiarkan Nabila pergi bersama Alex...
Bersambung❤❤