
Pagi yang cerah matahari mulai menampakkan sinarnya, memberi kehangatan pada seluruh makhluk hidup yang ada di bumi menandakan hari yang begitu bersinar adalah awal bersinarnya kehidupan keluarga Amir
Tapi itu malah sebaliknya, ada sesuatu yang mengganjal di hati Nabila membuat dia menjadi gelisah entah apa yang akan terjadi hari ini tapi memang dari semalam dia hanya berguling ke kanan ke kiri membalikkan tubuhnya karena tidak tenang. Awalnya dia pikir ini adalah bawaan si bayi yang terkadang sering merubah moodnya maka dari itu Shakil berusaha menenangkan Nabila dengan cara memeluknya semalaman tanpa dia lepaskan walau sedetikpun
Di ruang makan
Shakil yang sudah rapi dengan perlengkapan kantornya turun tanpa Nabila, ini membuat Mira sedikit heran dan berpikir yang macam-macam karena takut Nabila sakit
"Kok kamu sendiri nak?" tanya Mira pada Shakil
"iya bunda, semalam Nabila tidak bisa tidur jadi aku tidak tega untuk membangunkannya, biarkan saja dia tidur lebih lama dulu dan nanti setelah jam 9 bunda baru bangunkan dia" Dengan santainya Shakil duduk di kursinya
"Tapi tidak terjadi apa-apa kan sama dia? Dan kenapa dia tidak bisa tidur?" Mira mulai khawatir
"Aku juga tidak tahu pasti. Semalam dia hanya berguling-guling, katanya gelisah tapi setelah aku telepon dokter SpOGnya, itu adalah hal yang wajar pada ibu hamil yang sering berubah-ubah moodnya mungkin karena hormon"
"wah syukurlah bunda sangat khawatir" Mira mulai tenang setelah mendengar penjelasan dari anaknya,
Tapi tak lama kemudian ada telepon masuk di ponsel Shakil
Dekan kampus Nabila
📲Shakil: Hallo selamat pagi?
📲Dekan: Hallo selamat pagi!!! apakah ini wali dari Nabila siswi jurusan kedokteran?
📲Shakil: iya betul, ada yang bisa saya bantu?
__ADS_1
📲Dekan: Ah iya, kami dari pihak universitas bangsa ingin menyampaikan kalau siswi yang bernama Nabila akan diskors selama 2 minggu kami sudah mengirimkan suratnya ke alamat Anda
📲Shakil: Apa Nabila melakukan kesalahan??? kenapa pihak sekolah tidak membicarakannya terlebih dahulu pada kami??
📲Dekan: Maaf pak!! kami sudah berusaha untuk meluruskan kasus yang sedang menimpa Nabila tapi untuk saat ini pihak universitas belum bisa mengizinkan Nabila datang kesini
📲 Shakil: Tunggu-tunggu,,, ini sebenarnya ada apa? kenapa Nabila harus diskors? apa yang dia perbuat dan apa kesalahannya sampai pihak universitas tidak bisa mentoleransinya lagi?
📲Dekan: Sebelumnya kami minta maaf, ini karena sebuah gosip yang sedang viral di media sosial, sebuah unggahan tentang kehamilan Nabila di luar nikah membuat universitas kami didemo
📲 Shakil: Apa? siapa yang berani menyebarkan fitnah seperti itu?
📲Dekan: Gosip ini berasal dari akun yang bernama Anna Amara yaitu teman baik Nabila yang mengunggah foto kejadian kemarin saat Nabila muntah-muntah di toilet kampus
*An*na? kenapa bisa dia melakukan ini pada Nabila? bukankah dia adalah teman baiknya tapi kenapa dia membocorkan semuanya pada publik? aku harus segera mengurus ini sebelum Nabila sadar kalau dia sekarang sedang dalam masalah
Tut,,, tut,,, tut,,,
Tanpa permisi lagi Shakil mematikan panggilan teleponnya lalu segera berlari ke atas untuk mengambil ponsel dan laptop Nabila, tak lama kemudian dia turun lagi keruang makan
"Hei nak!! ada apa, kenapa wajahmu terlihat sangat cemas? siapa yang meneleponmu tadi dan ada apa dengan Nabila?"
"Aku sendiri belum tahu jelas apa penyebabnya bunda, yang pasti pihak universitas menskors Nabila selama dua minggu dikarenakan Anna sahabat baiknya mengunggah video waktu dia muntah-muntah di kampus kemarin dan memberitahukan pada dunia kalau dia sedang hamil"
"Apa!!! kenapa bisa jadi seperti ini? Tapi bunda tidak yakin Anna mampu melakukan itu, bukankah dia teman baiknya dan bunda rasa Anna memang sangat tulus, jadi tidak mungkin ini ulahnya"
Belum selesai Mira bicara tiba-tiba ponsel Nabila berdering dengan panggilan bernama orang yang sedang mereka bicarakan terpampang nyata di depan layar ponselnya
__ADS_1
📲Anna" Hallo Bil? Bil sumpah itu bukan postingan gue, gue juga nggak tahu kenapa tiba-tiba ada postingan kayak gitu di akun gue, please bil lo harus percaya, lo kan tau sendiri kemarin pada saat muntah-muntah posisi gue bukan ditempat arah foto itu diambil, dan sekarang gue gak bisa masuk akun gue sendiri karena passwordnya sudah ada yang ganti, jadi sorry gue enggak bisa hapus unggahan itu dan ini beneran ada yang membajaknya
Anna tanpa berhenti terus berbicara dan menjelaskan duduk perkaranya karena dia tidak mau Nabila salah paham dan membencinya
"Anna!!! ini bunda... Sudahlah bunda juga tau kamu tidak mungkin melakukan itu, kamu jangan khawatir ya kita akan segera mengurusnya, tapi bunda minta satu hal padamu tolong tutupi ini semua dari Nabila"
"Eh bunda!!,, Aku minta maaf sebelumnya dan terima kasih juga bunda udah percaya sama aku, aku janji kalaupun butuh penjelasan untuk nama baik Nabila Anna akan selalu siap"
"Terima kasih ya nak, kalau begitu bunda tutup dulu teleponnya karena masih banyak yang harus bunda urus"
Kemudian Mira pun menutup teleponnya dan melirik pada Shakil, menandakan sekarang dia mengerti kalau gosip itu berasal dari seseorang yang tidak suka pada Nabila, maka dari itu orang tersebut membajak akun Anna dan berbicara seenaknya
Tanpa sarapan lagi Shakil segera berpamitan pada ada Mira setelah dia mengambil sesuatu dari kamarnya.
Tepat di depan pintu Haris yang tergesa-gesa datang bermaksud untuk menyampaikan berita yang sedang viral di media sosial, tapi baru aja mulutnya menganga Shakil sudah menghentikan dengan telapak tangannya
"Jangan terlalu banyak bicara karena aku yakin kamu bisa mengurusnya, sekarang antar aku ke kampus Nabila untuk menyelesaikan masalah ini lebih dulu. dan sisanya aku serahkan padamu"
*H*ahaha!!! kenapa aku bisa bodoh seperti ini? harusnya tidak perlu membuang tenaga datang menyampaikan pada pria ini, karena jangankan masalah besar urusan sepele pun dia pasti akan lebih tahu kalau itu adalah masalah gadis kecilnya
"Kenapa masih diam di sana? apa kau tuli, tidak mendengar apa yang aku katakan tadi"
"Eh iya baik tuan" Haris segera masuk ke dalam mobil dan menginjakkan gasnya melaju dengan kecepatan sedang menuju ke universitas bangsa, dalam perjalanan Haris sibuk dengan telepon genggamnya Tapi tetap dengan penuh kewaspadaan agar keselamatan dia dan sahabatnya itu tetap terjaga, kadang dia berteriak, membentak, dan juga marah-marah pada orang yang ada di seberang teleponnya sedangkan Shakil masih terus mengamati apa yang asistennya melakukan untuk memberantas tuntas tentang gosip itu
Sesampainya di universitas bangsa, Tanpa harus membukakan pintu lagi Shakil sudah berjalan dengan cepat menuju gedung megah tersebut dan Haris sendiri tidak perlu mengikutinya karena dia harus membereskan sampah yang ada di sosial media...
Bersambung ❤️❤️❤️
__ADS_1