
"Aaahh.. Apa yang dia lakukan" Tersenyum menghampiri mobil tersebut tak perduli seberapa derasnya air hujan yang jatuh ketanah. Dia tetap bahagia walaupun Nabila memakinya
"Kumaaannnn!!! Kau memang tidak tau perasaanku" Teriak dengan wajah yang menatap langit
"Apa perasaanmu?" Shakil yang sudah berdiri didepan mobil
Nabila menghampiri dan duduk diatas mobil dengan kaki yang terurai kebawah tepat dihadapan shakil berdiri sekarang. Dia mengerutkan halisnya menatap tajam pria yang sudah basah kuyup dan tertawa sambil tepuk tangan setelah sadar siapa pria itu
"Hahaha.. Ini dia kumanya.. Kau mau tau perasaanku hah?" Menuding kening Shakil dengan telunjuknya.. "Perasaanku ingin menggigit kumanku seperti ini sekarang" Nabila mengambil tangan Shakil dan menggigitnya
"Aaa..!!! Apa kau keturunan serigala.. Hentikan kegilaanmu. Kau benar-benar mengigitku" Shakil menarik tangannya yang berbekas biru dan sedikit berdarah dengan tapak gigi Nabila "Siapa kuman?"
"Hahaha.. Kakak lah.. Aku memanggilmu Monster Kuman dari pertama kita menikah.. Itu sangat cocok untuk kakak yang selalu menempel ditubuhku setiap saat hahaha"
Nabila meletakan kedua tangannya di pundak shakil "aku membencimu Tuan Muda Shakil yang sombong. Pergi, Pergi jauh jauh dariku. Aku tidak mau bersamamu lagi" Nabila mendorong kuat tubuh Shakil
"Kenapa? Apa aku sangat buruk padamu"
"Sangat, Sangat buruk, Kau pria terburuk didunia ini" Nabila mencubit kedua pipi Shakil "Kau menikahiku, Berjanji pada papahku menyayangiku tapi sibakteri itu? kau biarkan menempel terus dihidupmu. Lalu masalalumu juga. Dia selalu mengiringi langkahmu. Dan namanya terus mengunci rapat hatimu. Apa yang bisa aku banggakan dengan pernikahan kita?" Lagi-lagi Nabila mendorongnya "Kakak pikir aku bahagia dengan semua ini?. Kau memeprkenalkanku hanya sebagai adik angkat pada dunia. Tidak lebih dari itu. Maka, Mari kita lakukan sebagai kakak dan adik. Jangan menyentuhku. Jangan menggerayangiku. Jangan memelukku. Jangan menciumku. Dan Jangan lakukan apapun padaku yang sebagai adikmu"
Shakil mencium bibir Nabila dan memberi kehangatan pada tubuhnya yang sudah Mulai bergetar kedinginan "Lepas" Lagi-lagi Nabila menggigit tapi sekarang dibibirnya "apa kau tuli? aku akatakan jangan menyentuh ku. Bersikapalah baik pada adikmu ini"
"Kau benar-benar ingin mati melakukan ini padaku"
"Mati?. Apa yang ingin kakak lakukan?. Membunuhku? Lakukanlah. Kakak akan tenang saat aku tiada. Aku hanya akan jadi Beban untukmu saja kan?"
__ADS_1
"Hentikan kita kembali kekamar, Cukup lelucon yang kau mainkan sekarang, Jangan pernah berpikir lagi semua kebodohan ini" Shakil baru ingin menggendongnya tapi Nabila malah merebahkan tubuhnya diatas mobil
"Aku memang bodoh.. Aaaaa!!!! duniaaaa!!! kau dengar aku sangat bodoohh!!! Hahahah" Nabila teriak merentangkan tangannya merasakan hujan jatuh ketubuhnya
"Ayo Nabila, Kita kembali jangan seperti ini"
Nabila bangun dan memeluk tubuh shakil "Kakak mau tau tidak jantungku saat dekat dengan kakak" Suaranya mulai melemah dan tersenyum
Shakil belum menjawab tapi Nabila sudah mengambil tangannya dan meletakan di dada sebelah kirinya "Bisa kakak rasakan? Ini jantungku setiap kali bersama kakak. Detakannya semakin cepet sampai aku sesak napas. Apalagi saat kakak memelukku" Shakil tersenyum dengan tangan yang berada didada Nabila merasakan detak jantungnya. yang memang benar detakannya sangat kencang dan cepat.
Haris datang dengan membawa payung untuk Shakil karena dia tau tuannya akan sakit terkena air hujan "Tuan sebaiknya bawa Nona masuk. Hujannya semakin deras kalian akan sakit nanti" Haris melangkah kearahnya tapi terhenti dengan telapak tangan shakil yang menandakan jangan mengganggu mereka.
Ada apa lagi ini? Apa mereka bertengkar?
"Kenapa bisa jantungmu secepat ini" Shakil malah betah dengan posisi tangan yang seperti itu dengan wajah yang tidak pernah berganti tersenyum
"Tadi kau memakiku. Mengusirku. Dan tidak mau bersamaku. Sekarang kau tidak bisa jauh dariku.. Apa ini?" Shakil tersenyum
"Memang..!! Karena aku sangat benci kakak bersamanya, Aku ingin pergi saat kau membelanya. Aku akan tinggalkan kakak kalau kakak mencintainya" nabila menusuk dada Shakil dengan tekunjuknya
"Benarkah? Kalau kakak bersama siska? Apa yang kamu rasakan?" Shakil bahagia Nabila mengatakan isihatinya saat ini
"Apa lagi. Aku ingin sekali menjambak rambutnya dan rambut kakak juga, Kakak pikir hatiku tidak hancur saat melihat kalian bersama? Hatiku berntakan tau" Wajah Nabila berubah marah "Aku menangis tapi dalam hati. Aku memaki kalian juga didalam hati. Aku mencoba tidak peduli tapi hatiku yang peduli. Aku sangat benci tapi itu juga dalam hati.. Dan kini hatiku sudah lelah dia tidak bisa menahannya lagi.. Kakak suamiku. Kakak milikiku. Kakak hidupku. kakak juga tempat berlindungku untuk selamanya" Nabila menitikan airmatanya "Jadi aku mohon Cintai aku seperti kakak mencintai masa lalu kakak. Sayangi aku seperti aku juga menyayangi kakak. Rangkul dan lindungi aku seperti dunia ini akan runtuh menimpa kita" Nabila memeluk Shakil dengan erat..
"Kau mencintaiku?" Shakil mengelus lembut rambut Nabila didalam pelukannya
__ADS_1
"Sangat" Dengan manjanya
"Sejak kapan?" Shakil memegang kedua pipi Nabila dan menatapnya
"Mana aku tau. Ini datang tiba-tiba"
Shakil sangat bahagia mendengar pengakuan Nabila yang begitu polos. Ternyata cintanya saat ini tidak bertepuk sebelah tangan. Nabila benar-benar real mencintainya "Sebesar apa cintamu?"
"Tak terukur. Sangat besar" Nabila membulatkan kedua tangannya menandakan kebesaran cintanya "Lebih dari ini"
Shakil semakin tersenyum bahagia dan melingkarkan tangannya dipinggang Nabila "Kenapa tidak bilang dari awal saat kamu menyadarinya"
"Tidak mau. Aku malu" Nabila bermanja-manja memainkan jarinya di wajah Shakil
"Kau suka kakak melakukan ini?" Shakil menelusuri leher Nabila dengan bibirnya
"Hmm"
"Kalau lebih dari ini?" Tangannya yang sekarang bermain
"Hmm"
"Kau sangat menggoda sayang" Shakil menempelkan hidungnya di hidung Nabila yang seketika sudah menutup matanya tidak sadarkan diri "Pertahankan hatimu, Tetaplah mencintaiku, Karena aku juga akan mempertahankan cintaku padamu. Aku akan mencintaimu lebih dari yang kau inginkan. Aku akan memberikan seluruh hidupku padamu. Sama seperti kamu yang memberikan seluruh hidupmu padaku sayang. Kau Kancilku. Kau istri kecilku yang sangat aku cintai" Shakil mengecup lembut bibir mungil Nabila dan menggendongnya kembali kekamar. Dengan Haris yang masih diam mematung jadi saksi melihat pengakuan cinta mereka berdua
Pesta masih saja berlanjut tanpa Nabila. amir dan Max juga sudah menentukan tanggal tunangan Shakil dan Siska yang akan diadakan bulan depan. Dengan rencana yang sangat matang tentunya. Amir berani mengambil resiko yang akan menyakiti Nabila. tapi apapun itu Shakil akan meyakinkan Nabila kalau ini hanya sebuah strategi saja. Bukan nyata akan dia lakukan.
__ADS_1
Pagi saat Nabila membuka mata pandangannya sedikit kabur. Menjambak kuat rambutnya merasakan kepala yang begitu berat. Beberapa kali dia mengedipkan matanya mempertajam pandangannya. Dan tak lama baru terlihat walau tidak terlalu jelas tapi nyata "Indahnya?.. Aku dimana? Apakah ini surga?" Nabila terkejut melihat kamar hotel yang sudah disulap sangat indah bertuliskan "I Love You Nabila" Dengan mawar putih didingding tepat disaat dia membuka matanya. Ada banyak juga lampu Tumbler berkelip di seluruh ruangan mempermanis hiasan bunga-bunga yang lainnya. Dan dilihat dingding yang lainnya juga ada foto Shakil yang sedang berlutut memberikan cincin pada Nabila di restoran waktu itu. Entah kapan haris mengambilnya tapi poto itu terpajang full seperti wallpaper memenuhi satu dingding kamar hotel. Nabila menutup mulutnya turun dari tempat tidur. Dan lagi-lagi terkejut saat kakinya menyentuh tebalnya kelopak bunga mawar putih yang menutupi seluruh lantai hotel. Enah berapa banyak mobil bak yang membawa kelopak bunga itu sampai kaki nabila tenggelam didalamnya..
Brtsambung❤❤❤