
Dengan gaya santai elegan Nabila seolah sibuk dengan menatap layar ponsel. dia juga memesan minuman dingin yang di dampingi kentang goreng sebagai pelengkapnya.
Nabila menyentuh aplikasi yang bertuliskan kamera, bukan untuk memotret atau record Vidio. dia hanya ingin memantau suaminya yang ada di sebrang sana tanpa harus terang-terangan menatapnya
"duuh.. ganteng sekali sumi aku"
Shakil yang masih belum sadar ada yang memperhatikan nya pun terus fokus berbincang dengan para kliennya. sesekali juga meneguk kopi lalu melanjutkan lagi pembicaraan mereka
"Dia keren banget sih kalau lagi kerja" Nabila senyum-senyum sambil terus menyentuh ponselnya.
tiba-tiba ada pesan WhatsApp masuk
(kamu lagi dimana?)
"Eh dia chat, jangan-jangan udah sadar aku ada disini.. tapi dari tadi kakak masih fokus, dan matanya juga gak gerak kemana-mana"
(aku lagi nonton tv sama bunda) balasan chat Nabila
(kamu yakin? sekarang udah mulai bohong ya!) balasan Shakil dengan emoji marah
"Nah kah, dia tau.. haha."
(hehe maaf, aku lagi diluar soalnya bosen dirumah..) Nabila membalas dengan emoji. love dan kiss sebanyak-banyaknya sampai Shakil tersenyum ditengah meeting nya (kakak lagi dimana?) chat lagi, memastikan kalau Shakil akan jujur atau tidak
(di hati kamu) jawabnya
(dih. narsis) balas Nabila (serius dimana?)
(ada di depan kamu)
Nabila pura-pura tidak tau, dia menoleh ke semua arah seolah mencarinya, sampai beberapa saat kemudian baru menatap dimana Shakil berada
(kakak stalking in aku ya?)
(enak aja, kakak duluan yang datang ke sini. Yaudah kamu jangan kemana-mana, tunggu kakak selesai meeting ya)
(ih mau apa!!)
(ngantar istri yang keras kepala ini pulang lah)
"enak aja bilang aku keras kepala. Ok, karena kakak yang mau. jadi, jangan nyesel tahan aku disini"
(ok)
kemudian Shakil melanjutkan lagi pekerjaannya dengan sesekali matanya melirik pada Nabila
sesuai apa yang dikatakan gadis itu, dia benar-benar dibuat kacau dengan tingkah istrinya
__ADS_1
pertama Nabila tanpa henti menatap dengan tatapan maut, saat waktunya tepat dimana Shakil juga menatapnya. dia sengaja menggigit sebelah bibir dan mengedipkan mata, sontak pria itu terkejut bukan main sampai orang-orang yang bersamanya bertanya ada apa, tapi untung saja dia bisa mengatasi situasinya
tak berhenti sampai di situ saja, Nabila masih bersikukuh mengganggu Shakil. dia terus menatapnya dengan senyuman, karena yakin walau orang yang ada di seberangnya seperti tidak melihat dia, tapi mata musang itu pasti bisa mencuri penglihatannya
saat yang kedua kalinya pandangan itu bertemu Nabila langsung memberikan kiss jarak jauh, ditambah lagi dengan sengaja memainkan lidah di bibirnya.
kini Shakil menarik napas dalam dan membuangnya lewat mulut, ruangan ber-AC itu seketika berubah panas sampai dia menyeka pelipisnya yang berkeringat.
"maaf saya sedikit haus" Shakil meminta air mineral pada pelayan di sana
"pak Shakil, sepertinya anda sedang tidak baik" salah satu orang yang duduk bersamanya khawatir
"oh, tidak. I'm fine.." dia segera meneguk habis air mineral tersebut
(berhenti gila atau kakak akan membuatmu tidak bisa berjalan besok) ancamnya lewat chat
(haha.. ok, ok.. aku gak akan ganggu)
balasnya
"tenang aja kakak ku sayang, istri cantik mu ini akan patuh sesaat, haha" bicaranya sendiri
kini dia tidak lagi menghadap suaminya, dan itu membuat Shakil bisa fokus lagi membahas pekerjaan seperti semula. tapi siapa sangka semua tingkah gadis itu membuatnya hilang akal.
Sekarang yang di lakukan Nabila adalah menggulung rambutnya keatas sampai terkexpose leher, punggung atas dan bahu mulusnya. Dia juga sesekali menyeka seolah ada keringat yang bercucuran di bagian sana, dengan gaya menggoda. Apalagi setelah meneguk minuman dingin, seakan transparan mengalirnya air itu di kerongkongan Nabila, sampai tanpa sadar Shakil pun ikut menelan ludah
dia dibuat serba salah dengan istri kecilnya itu.. Nabila bener-bener menjadikan pekerjaannya berantakan, mau chat lagi takut di katakan tidak proporsional. tapi kalau didiamkan kepalanya akan meledak karena gadis itu terlalu menggemaskan.
memang salah aku memintanya menunggu. setan kecil ini benar-benar tidak bisa dimaafkan lagi
"Permisi. saya izin ke toilet sebentar" Shakil bangun dari tempat duduknya
"Silahkan pak," jawabnya serempak
dengan cool dia berjalan menuju kearah Nabila, sambil menekan kedua gigi penuh tatapan tajam, gadis itu langsung pemposisikan rambutnya seperti semula, dia berlaga seolah tidak tahu apa-apa
eh dia kesini? haha nyesel kan nahan aku
"Ikut" Shakil menggenggam tangan Nabila dan membawanya ke arah toilet
"Mau apa? aku lagi nggak mau ke toilet" Nabila sedikit menolak namun sia-sia
sesampainya di tempat tujuan dia langsung disandarkan ke dinding, terkunci dengan kedua tangan kekar yang menghalang tubuhnya, tanpa menjawab pertanyaan Nabila dia segera menikmati bibir yang dari tadi menggodanya. lidahnya pun bermain di setiap sudut mulut mungil itu sampai terhenti saat Nabila kehabisan oksigen dan segera menyudahinya
"Kakak ini tempat umum, jangan macam-macam sama orang hamil ya"
"Wow hebat, tadi nyali kamu sangat besar, tapi sekarang kenapa anak kita yang menjadi alasan"
__ADS_1
"Hehehe iya deh maaf, siapa suruh kakak ganteng banget" Nabila melingkarkan kedua tangannya di pundak Shakil
"Kamu yang bilang ini tempat umum, kenapa terus menggoda seperti ini!!" Shakil menyentuh bibir Nabila dengan jemarinya
"Mana ada menggoda, aku cuma buat kakak lebih semangat aja kerjanya" Nabila menantangnya dengan sengaja menarik tubuh Shakil lebih dekat lagi
"Baiklah, karena sekarang kakak sangat bersemangat akibat support dari kamu tadi, jadi alangkah baiknya olahraga sebentar di hotel dekat sini"
"hehehe" Nabila mendorong perlahan tubuh suaminya "duh serius banget, aku kan cuman bercanda"
"Tapi Kakak serius" lagi-lagi bibir itu bertemu kembali dengan sentuhan lembut tidak sepanas tadi
"Udah ah, balik lagi sana. lihat tuh bapak-bapak itu nunggu kakak"
"Gak mau" Shakil menggeleng sambil memeluk hangat seakan berat untuk melepaskannya
"Jangan gila, ayo sana pergi"
"Kamu yang bikin kakak gila" dia masih saja terus memeluknya
"Aku gila karena ketularan kakak"
"Kalau begitu berarti kita berdua yang gila"
"Hahaha" keduanya tertawa berbarengan
"Kenapa gila jadi pembahasan kita!!" Nabila memaksa Shakil melepaskan pelukan
"Baiklah jangan coba-coba mengganggu lagi, atau kakak akan melakukan ini di depan mereka" ancamnya
"wahhh seru juga tuh, boleh dicoba"
Nabila semakin gencar menggoda suaminya yang tidak mungkin bisa melakukannya, namun siapa sangka Shakil semakin lama bersama Nabila malah semakin hilang akal dan tidak tau diri
"kau,!! ayo kita lakukan" Shakil mencekal lengan istrinya kembali untuk membuktikan ucapannya
eh aku lupa kakak kan kurang waras haha
"Hahaha!! gak perlu aku masih punya urat malu"
"Maksud kamu" Shakil menunjuk dirinya sendiri "Kakak yang gak punya malu?"
"Itu kakak yang bilang ya?" Nabila menahan tawa
"Nakal" Shakil menggigit telinga gadis itu dan meninggalkannya sambil merapihkan jas kembali ke tempat semua, yang tak lama kemudian diikuti oleh Nabila tapi langsung keluar menuju parkiran, dia memutuskan untuk menunggu di mobil saja agar suaminya tenang dan segera selesai
bersambung
__ADS_1