ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
43. Menghabiskan waktu dikamar


__ADS_3

Seperti waktu Nabila sakit, Shakil juga membantunya memakai baju dan menyisirnya.. Didepan cermin Nabila berdandan ala dirinya sendiri, Tipis natural tapi tetap cantik, dan juga ada Shakil disana yang sedang memakai pakaiannya..


Setelah Nabila sadar, Ternyata dileher dan dadanya ada banyak stempel bulan madu, Yang dibuat Shakil sebanyak mungkin.


"Kakak!!" Teriak


"Ada apa sayang!! Kenapa teriak?" Menghampiri dan memeluknya dari belakang


"Kakak lebah ya? Kenapa banyak sekali merah-merah dileherku?"


"Lho kenapa,?? Kamu sangat manis, dan kakak suka melihatnya" menambahkan satu lagi di pundaknya


"Tapi gimana aku keluar. Nanti ayah, Bunda liat akunya malu" Kesal mencubit kencang tangan Shakil...


Kenapa gak dilepas juga si.. Padahal aku cubitnya kencang banget ,Tangannya aja sampai merah


"Kenapa kita keluar, Hari ini kan libur sayang" Shakil masih tidak berenti dengan kegiatannya


"Kakak gak lapar apa?" Nabila mulai risih karena tangan Shakil sudah jalan kemana-mana


"Kakak akan lampar kalau lihat kamu!! Dan sekarang kakak lapar lagi"


"Kakak aku serius, Kakak kenyang! Dan aku akan mati" Nabila kesal


"Sayangku, Pak anton akan bawa sarapannya kesini, sebentar lagi juga dia datang" Mendaratkan satu ciuman dibibir nabila


"Terus gimna ini merah-merahnya?" Merengek sambil memperlihatkan yang didada juga

__ADS_1


"Kamu sengaja ya, mau menggodaku lagi?" Menarik tubuh Nabila nempel ke tubuhnya "Lihat!!" Shakil memperlihatkan punggungnya yang penuh cakaran dan gigitan


"Ya tuhan!!" Nabila menutup mulut dengan kedua tangannya


"Kamu bilang kakak lebah, Dan kamu apa? Bukankan kah ini lebih mirip serigala" Shakil sengaja meringis agar Nabila iba padanya


"Kakak kenapa bisa kayak gini? Maaf, Aku benar-benar gak sengaja" Meniupinya perlahan


"it's ok. Kamu juga ngrasain lebih perih dari ini kan, Tapi, Nanti gunting kuku kamu ya?" Shakil selalu bicara lembut pada nabila, Sampai nabila tidak sanggup untuk membantah perintahnya


Pak Anton membawa makanan kekamar Shakil dan meninggalkannya kembali, Karena pak Anton sendiri malu melihat banyak tanda merah dileher Nabila


Tuh kan pak Anton aja wajahnya beda liat aku. Gimna yang lainnya?


Shakil dan Nabila sarapan di kamarnya, Karena bukan hanya Nabila malu keluar, Tapi juga dia belum bisa berjalan dengan normal..


Selesai makan, Nabila ke ruang ganti. Mencari sesuatu yang bisa menutupi lehernya, Karena tidak akan aman jika dia harus terus-terus dikamar bersama seekor singa yang tidak ada kenyanhnya..


Untunglah Nabila menemukan Dress wool tanpa lengan, tapi dengan kerah yang menutupi seluruh leher jenjang Nabila, Dan diapun mengganti pakaiannya kembali, tapi baru membuka baju, Shakil sudah ada dihadapan Nabila lagi, Dan mengangkat tubuh kecil Nabila ke atas meja riasnya


"Kakak mau apa lagi?" Nabila sudah terlihat takut karena Shakil sudah memulainya lagi


"Dari tadi kamu terus menggoda kakak. Dan sekarang dengan sengaja membuka bajumu lagi, Kalau begitu tidak usah pakai baju sekalian" Mengangkat tubuh Nabila kembali ketempat tidur.


"Kakak nanti aku benar-gak bisa jalan?" Meronta-ronta dalam pelukan Shakil


"kakak masih ngantuk jadi temani kakak tidur Lagi" Menutupi tubuh Nabila dengan selimut

__ADS_1


Huh dasar kuman. Seenaknya aja, Gak apa-apa deh biar dia tidur dulu. Dan aku bisa kabur darinya


Nabila hanya diam menuruti apa kata Shakil. Ini lebih baik dibandingkan dengan remuk seluruh tulangnya


Dan benar saja, Shakil terlelap pulas dengan tangan yang memeluk istrinya, Nabila bagikan mendapat undian mobil, melihat Shakil yang sudah tidur. akhirnya dia bisa lepas dari cengkraman singa lapar itu..


Kakak benar-benar kayak singa. Udah kenyang trus tidur, haha Kakak gak seperti yang aku takutkan. Kakak lembut, Kakak baik, Perhatian sama aku, Dan juga tulus,


Aku sayang sama kakak tapi belum sampai tahap cinta, Dan aku juga yakin kakak juga sama, Kita sama-sama berjuang membangun cinta dari dasar, Wlaupun aku tau itu sulit buat kakak tapi untuk saat ini aku akan berusaha jadi teman yang baik dan jadi obat buat luka dihati kakak.


akhirnya Nabila bisa lepas dari Shakil... Dia mengganti pakaiannya dengan yang tadi dia temukan dilemari, lalu cepat-cepat mengambil buku dan laptopnya keluar dari kamar


Walau sulit berjalan, tapi Nabila paksakan keluar kamar menuju ruang keluarga, dia belajar online bersama ketiga temannya


Sekitar jam tiga sore, Amir melihat Nabila tertidur disofa, dengan laptop yang masih menyala Amir menghampirinya


"Lho nak, Kamu belajar sampai ketiduran gini!" Amir menutup laptop dan merapikan buku-buku yang berantakan, "Kasihan kamu nak, Seumuran ini kehilangan orangtuamu" Mengusap kepala Nabila dan terkejut karena merasakan hawa panas ditangannya..


Dilihat wajah Nabila tampak merah dan pucat. Kemudian Amir menyentuh kening dan pipi Nabila dengan punggung tangannya "Kamu demam? Panas sekali" Wajah Amir berubah panik


"Ton, Anton?, cepat panggilkan Shakil. katakan Nabila sakit" Amir teriak yang terdengar oleh Mira yang sedang menelepon teman sosialitanya


"Kenapa yah, Kok terika-teriak?" Mira menghampiri Amir yang masih memegang kepala Nabila


"Coba bunda pegang ini, dia demam!" Amir menarik tangan Mira agar menyentuh kening Nabila.....


Bersambung❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2