
Setelah sore hari baru keduanya keluar dari kamar.. Nabila dan Shakil benar-benar merasa saat ini mereka adalah sepasang pengantin baru yang sedang bulan madu. Mereka menghabiskan waktu dikamar Hotel dengan dekoran romantis yang membuatnya betah tidak mau keluar. Apalagi dengan Shakil sebelum Nabila cemberut dia masih saja aktif tidak mau melepaskan istri tercintanya itu sama sekali
"Kakak kita mau kemana?" Nabila yang setengah berlari karena mengejar langkah kaki Shakil menuju keparkiran
"Makan" Dengan wajah serius menatap layar ponsel
"Kenapa harus keluar. Disini juga kan ada restoran?"
"Tapi kakak mau makan diluar" Shakil membuka pintu mobil mempersilahkan Nabila masuk dan dia pun dibukakan pintu oleh Haris disisi yang satunya lagi
Haris mengendarai mobil dengan tenang dan tidak terlalu cepat. Dia melaju menelusuri jalan yang ada dipinggir pantai dengan deburan ombak yang tidak kencang membuat pemandangan sore semakin nyaman
"Kakak inikah pantai" Nabila membuka kaca mobil ingin melihat jelas bagaimana indahnya laut yang sama sekali belum pernah dia lihat semenjak usianya masih kecil dulu
"Kita akan makan disana" Lagi-lagi hati Shakil sangat bahagia melihat Nabila bahagia
"Serius" Nabila membalikan tubuhnya meyakinkan kalau Shakil bicara jujur
"Iya sayang" Shakil membelai lembut rambut Nabila yang berterbangan tertiup angin laut
Haris memarkirkan mobilnya masuk kearea parkiran pantai dan membukakan pintu untuk tuannya. Saat Shakil berputar ingin membuka pintu untuk Nabila tapi dilihat pintu itu sudah terbuka dan tidak ada penghuninya "Kemana dia" Dengan mata yang mencari sekeliling area parkiran tak lama tetdengar suara teriakan dari kejauhan ditepi pantai
"Aaaaaa!!!!?.. Aku bahagiaaaa!!!..." Nabila berlari. Beputar dan terus berteriak
"Cepat sekali. Dalam satu kedipan saja dia sudah ada disana.. Bukankah dia sangat menggemaskan" Shakil memukul pundak Haris yang senyum-senyum sendiri
Nona memang menggemaskan. Tapi lebih menggemaskan lagi melihat tingkah anda yang gila karena cinta.. Huuhh puber kedua ternyata lebih merepotkan. "Haris pun bergumam sendiri
"Kau bicara sesuatu?"
"Ahh tidak"
"Aku mendengarnya? Apa puber kedua?"
__ADS_1
"Puber kedua itu adalah jatuh cinta untuk kedua kalinya"
"Kau tidak sedang menipuku?" Mata Shakil yang menatapnya tajam
"Mana mungkin aku berani. Ayo lihat Nona dia menunggumu"
"Cih awas saja. Urusan kita belum selesai" Shakil meninggalkan Haris.. dengan Haris yang senyum-senyum sendiri
"Kakak sini!!.. Buka sepetunya. Buka juga jas kakak"
"Apa? Kamu mau mempermalukanku?"
"Kakak norak deh.. Aku aja yang baru pernah ke pantai ngerti. Kita harus telanjang kaki.. Dan harusnya saat kakak berpikir kesini pakaian kakak jangan kaya mau pesta gini" Nabila bicara sambil membuka jas Shakil diiringi dengan gelak tawa Haris yang sudah lebih dulu mengganti pakaiannya dengan pakaian santai
"Kau!! Apa yang lucu?.. Ku pastikan besok kau sudah tidak bisa tertawa lagi. Dan kenapa tidak bilang kalau mau ganti baju?"
"Maaf tuan. Saya pikir anda pasti tidak akan suka" Haris yang masih menahan mulutnya agar tidak tertawa
"Beraninya kauuu" Shakil berlari mengejar Haris dipanjangnya bibir pantai dengan teriakan Shakil "Hai asisten idiot.. Aku akan membunuh mu" Haris terus berlari dengan sengaja meledeknya agar Shakil terus mengejarnya "Jika saya mati anda akan kerepotan mencari asisten baruuu.. Biarkanlah aku hidup setidaknya aku bisa membantumu memilih penggantikuuu!!!" Dengan berjalan mundur Haris masih dengan teriakan karena berisik dengan gemuruhnya suara ombak
"Cih kau pikir aku sangat membutuhkan mu kah... Walau seribu kali aku membunuhmu bukankah kau masih akan hidup lagi. Karena aku tau kau sangat mencintaiku" Dengan napas terengah-engah Shakil masih terus mengejarnya
"Maaf tuan. Aku bukan nona. Yang entah melihatmu dari mananya sampai dia bisa jatuh cinta pada pria seperti ini" Haris semakin bahagia mengejek Shakil yang lebih kencang mengejarnya
"Aku akan menyeretmu kepenjara karena kau sudah menghina istriku"
"Terima kasih tuan setidaknya dipenjara aku bisa makan dan tidur gratis. Daripada aku harus selalu menghadapi bos sepertimu setiap harinya"
"Kau benar-benar sudah bosan hidup ya?. Kemari aku akan meghabisimu dan membuangnya kelaut" Biasanya yang kejar-kejaran adalah sepasang kekasih. Ini kenapa malah Shakil dan Haris tanpa mereka sadari karakter keduanya yang dingin dan kaku itu hilang. Sekarang mereka terlihat seperti anak kecil berguling-guling di pasir pantai setelah Shakil berhasil menangkap Haris. Bukan memukulnya tapi malah Memeluknya dan tertawa lepas karena tiba-tiba ada ombak yang mengguyur keduanya sampai wajah merka penuh dengan pasir pantai...
Ckrik Nabila mengabadikan momen langka ini diponselnya. Karena untuk pertama kalinya dia melihat suaminya sebahagia itu. Seperti bukan shakil yang nabila kenal selama ini.
"Aku sangat cemburu melihat kalian selingkuh dihadapanku" Nabila cekikikan memotret keduanya yang sedang tertawa sambil berpelukan.
__ADS_1
"Apa?" Shakil baru sadar dengan posisi mereka dan menendang kuat kaki Haris "Kau.. beraninya menyentuhku. lihat? Ku bilang tadi kau mencintaiku. Tapi kau malah mengelaknya" Shakil berdiri dan membersihkan pasir-pasir yang menempel di tubuhnya
"Anda yang mengejarku.. Apa artinya itu? Lihat Nona, Suamimu yang terpesona melihatku"
"Kakak benarkah" Nabila pura-pura cemburu
"Tidak, Tidak jangan dengarkan orang tidak waras ini.. Dia hanya pelakor yang ingin menghancurkan rumah tangga kita sayang"
Haris dan Nabila tergelak sambil tepuk tangan. Dari mana bosnya tau tentang bahasa pelakor. Mana dia mengatakannya tidak tepat lagi. Ini yang membuat Shakil terlihat semakin bodoh
"Apa salahnya? Bukankah pelakor itu adalah julukan perusak rumah tangga orang.. Cih ternyata pengetahuan kalian sangat minim" Shakil yang dengan bangganya karena lebih tau dari Nabila dan Haris. Tapi ini malah membuat keduanya semakin seru tertawa
"Iya tapi julukan itu hanya untuk wanita yang merebut suami orang. Bukan asisten Haris"
"Aaahhh sama saja" Shakil tiba-tiba menarik baju Haris dan menyeretnya "Tunjukan padaku dimana tempat ganti pakaian"
Akhirnya mereka berdua pergi berganti pakian meninggalkan Nabila karena ingin makan bersama di pantai nantinya
Setelah mereka kembali Nabila yang sudah selesai menata makanan dibantu dengan pelayan restoran yang tak jauh dari lokasinya itu. Dengan hanya beralaskan karpet dari bambu. Dan alat makan yang juga dari bahan kayu menambah kesederhanaan yang Nabila impikan selama ini.
"Apa ini?.. Kau pikir aku orang hutan makan ditempat seperti ini?" Shakil memukul punggung Haris yang dia sendiri tidak tau kenapa jadi seperti ini. Padahal Haris sudah menyiapkan meja kecil dan dua kursi dipinggir pantai dengan tirai-tirai pitih yang berterbangan tertiup angin. Tapi kenapa berubah jadi seperti ini
"Maaf tuan" Salah satu pelayan restoran menjawabnya "Nona ini yang memaksa kami. Padahal kami sudah siapkan disana" Dia mengarahkan tangannya pada tempat yang Haris pesan
"Iya aku yang memintanya.. Bukankah ini lebih seru? Kita akan makan disini dengan tangan" Nabila bergelayut manja ditangan Shakil
"Mana bisa sayang.. Bagaimana kalau ada pasir yang terbang dan kena makanannya"
"Tidak akan.. Ayo duduk" Nabila menarik tangan Shakil yang masih berdiri mematung dengan tegaknya "Ayooo" Akhirnya Shakil mengikuti apa yang Nabila mau. Walaupun sedikit kesal tapi pada akhirnya dia bahagia
"Kenapa tidak katakan dari dulu kalau makan seperti ini menyenangkan" Tentu saja. Karena Shakil tidak bisa makan tanpa sendok jadi Nabila menyuapinya dengan mengunakan jari-jari tangannya. Sampai tampa disadari shakil memintanya lagi dan lagi..
Bersambung❤❤❤
__ADS_1