
Hari pernikahan itu pun tiba, Anna sudah sangat cantik dengan gaun berwarna peach couple dengan pengantin pria. Tampan dan gagah perkasanya Haris Sama sekali tidak terlihat kalau dirinya adalah seorang duda. Mereka benar-benar sangat serasi padahal usianya terpaut jauh juga sama seperti Nabila
Tamu undangan sudah memadati gedung yang telah terdekor sempurna sesuai konsep pilihan Haris. Waktu pernikahannya bersama Nova, dia sama sekali tidak merasakan rasanya jadi raja dan ratu sehari karena mungkin itu adalah sebuah pengorbanan yang salah. Menikahi Nova memang sebuah kesalahan, namun itu juga menjadi pelajaran untuk dia mengerti cinta sesungguhnya, bukan hanya satu pihak saja yang berjuang, tapi keduanya juga.
Maka dari itu setelah bertemu Anna, walaupun awalnya seperti kucing dan tikus tapi dari sanalah kisah cinta itu terbangun dengan sendirinya
***
Keluarga Amir kini telah tiba, mereka harus lebih awal berada disana, bukan hanya do'a restu saja. Tapi untuk rasa terima kasih juga atas semua pengorbanan Haris yang selama ini bahkan tidak akan bisa terbalaskan.. apalagi di hari paling penting untuknya saja dia tidak membantu apa-apa. Tapi Shakil sudah mempersiapkan hadiah spesial untuk mereka berdua nantinya..
Di pelaminan
"Cantiknya, Aku sampai tidak bisa mengenali istriku ini" Haris menggoda Anna
"Tega. Baru aja sah udah lupa sama aku" Anna cemberut
"Karena yang sehari-hari aku lihat adalah peri kecil.. tapi hari ini kenapa peri itu berubah jadi bidadari ya?" Haris tersenyum sambil mengangkat kedua halisnya
"Dih.. hahaha... Om kenapa jadi gini shi?" Anna memalingkan wajahnya malu mendengar gombalan Haris
"Aissshhh... Kenapa masih panggil Om? Kita kan suami istri dan kamu juga bukan ponakan aku!"
"Terus manggilnya apa?.. bapak? Mas? Abang? Atau kakak kaya Nabila?"
"Ya gak harus dengan panggilan aneh itu juga.. kamu kan bisa panggil aku Sayang, ayang, atau beb mungkin, kalau gak cintaku kan banyak!!!"
"What!!! Haha... Sebentar aku mau ngakak dulu boleh gak?.. hahahaha!!!!" Anna terpingkal mendengar nama panggilan untuk Haris. Dia sama sekali belum bisa dan belum siap untuk menggunakan kata itu, karna sejujurnya selain dia masih baru berhubungan dengan Haris. Pasti Anna juga akan diejek oleh teman-temannya nanti kalau mendengar ini...
"Kamu nih.." Haris mencubit pipinya "kenapa harus tertawa?"
"Aaww!! Sakit tau.. nanti make up-nya luntur... Abis Om lucu shi.. aku kan malu nanti kalau manggilnya kaya gitu"
"Ya ampun Anna,, emangnya tampang aku bikin malu apa kalau kamu panggil sayang?"
"Hahaha... Kok malah jadi bawa-bawa tampang!!"
__ADS_1
"Harus dong.. sekarang aku mau tanya.. suami kamu ini tampan gak? Jawab jujur ingat istri gak boleh bohong sama suaminya" Haris mengancam
"Ya kalau jelek aku gak mau dinikahin lah" Anna malu
"Pertanyaannya tampan gak?"
"Iya"
"Iya apa?"
"Ya itu.. yang tadi om tanya"
"Yang aku tanya apa?"
"Tadi om nanyanya apa?"
"Kenapa untuk mengakui kalau aku tampan aja kamu sulit?.. kamu gak lagi terpaksa kan nikah sama aku?"
"Gak lah"
"Terus"
Andai aja om bisa denger jantung aku sekarang.. aku udah gak tau kenapa dia bisa lompat-lompat didalem sini. Hati aku udah bicara kalau suamiku sayang emang ganteng banget.. tapi mulutnya gak sinkron sama perasaan aku
"Ok.. aku nantikan yang spesial itu" Haris berbisik sengaja bibirnya mengenai telinga Anna
Jantung aku udah gak tahan... Kenapa harus berbisik kayak gini?.. sekarang malah jadi mau meletup
"Meletup!!!" Kata-kata Anna mewakili hatinya karena gugup
"Apanya?" Tanya Haris heran
"Hah,,," Anna malah jadi blank "itunya.. eh bukan," Anna salah tingkah
Anna kenapa malah bodoh si Lo? Malu-maluin aja
__ADS_1
"Apa!!" Haris terkejut
Dan untung saja seorang fotografer memanggil mereka untuk berpoto dengan keluarga juga kerabatnya, jadi Anna tenang tidak perlu menjelaskan kalau dirinya sekarang memang sudah salah tingkah.. pikirannya kacau.. jantungnya terus bergerak cepat ketika Anna memikirkan malam pengantinnya nanti akan seperti apa dengan Haris yang selalu mengejeknya.. sebenarnya dia juga cerdik dan tidak akan kehabisan akal sama seperti Nabila.. tapi entah kenapa pesona suaminya mampu sembungkam ide-ide cemerlang didalam otaknya sampai tidak bisa berpikir apa-apa sekarang...
fyuuh...!! selamat, tukang fotografer ini emang the best, kalau nggak akan jadi masalah aku pasti sudah menciumnya.. Oh I love you
Semua kerabat, sahabat, juga orang-orang terpenting lainnya ikut berfoto. Mereka sangat ingin mengabadikan kenangan langka ini karena Haris yang sudah dicap sebagai jomblo akut akhirnya menikah juga, dan yang paling mencengangkan gadis itu lumayan jauh usianya dengan mempelai pria entah kebaikan apa yang pernah dia perbuat sampai mendapatkan daun muda mengikuti jejak bosnya.
Sekarang giliran keluarga besar Amir yang berfoto. Nabila dan Shakil berada di kiri pengantin kemudian Amir bersama Mira berada di kanan pengantin. Selesai itu Shakil memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai namun ada hal yang memang penting harus dikatakan saat ini juga..
"Sebenarnya aku tidak ingin ini terjadi! tapi harus aku katakan secepatnya padamu" wajah Shakil tiba-tiba serius Nabila pun ikut dibuat terkejut dengan seribu pertanyaan menatapnya
"Ada apa? Kenapa sepertinya sangat penting!" Haris menanggapinya juga dengan serius
"Maaf tapi kamu harus terbang ke Turki karena ada hal penting disana" Dengan sangat berat Shakil mengatakannya
"Masalah apa? kita tidak pernah berhubungan dengan perusahaan di Turki! lalu untuk apa?"
"Sekian lama kau bersamaku, tapi tidak menyadari inilah kesalahanmu."
"Apa! kau jangan mengerjaiku, ini sama sekali tidak lucu, kalau kau cemburu maka aku akan menikahimu sekarang" Haris sudah merasakan kalau ada yang tidak beres pada Shakil
Namun bosnya sudah tidak kuat dengan sandiwaranya dia tertawa terbahak sampai Nabila dan Anna pun tarik napas karena takut memang terjadi masalah lagi.
"Istriku lebih cantik dari mu!" Shakil langsung merangkul Nabila
"Kau pikir dengan perut yang seperti ini dia terlihat seksi" Haris tertawa terbahak karena ini saat yang tepat mengejek mereka tanpa ada kecanggungan, Karena sekarang dia-lah pemeran utamanya
"Bodoh" Shakil menginjak sepatu Haris "Dilihat dari sudut pandang manapun bagiku dia sangat seksi. Sudahlah, pokoknya aku tidak mau tahu karena sudah mempersiapkan tiket ini, kalian harus terbang ke Turki secepatnya," Shakil memberikan Tiket bulan madu di tangan mempelai pria
"Hahaha.... kau serius memberikan ini? kau tidak takut kalau aku tidak akan kembali? "
"Silakan saja kalau kau ingin jadi gembel di sana" Shakil sama sekali tidak menanggapinya
"Hey!. kau pikir aku tidak bisa belajar membuat ice cream" kemudian mereka tertawa bersama-sama
__ADS_1
Acara pernikahan Haris dan anak selesai sudah, waktunya kegiatan selanjutnya yang membuat Gadis itu serasa tidak ingin mengganti baju ke kamar. padahal Haris masih terlihat biasa saja Bahkan pria itu seperti tidak sedang Jadi Pengantin. Dia malah menyibukkan dirinya dengan mengobrol bersama mertuanya. Padahal Anna juha tidak jauh dari tempat dia duduk tapi Haris sama sekali tidak melirik sedikitpun pada istri yang baru Sah beberapa jam lalu. Namum ini membuat hatinya sedikit tenang dan dia berpamitan pada semuanya untuk mengganti mandi dan mengganti pakaian pengantinnya...
bersambung