
Di kediaman Amir
Nabila yang tidur dengan nyenyak baru membuka matanya setelah cahaya matahari yang menyilaukan masuk kamarnya
Hal pertama yang dia cari adalah ponselnya. ini juga terkadang membuat Shakil merasa cemburu bahkan dengan sengaja saat Nabila tidur ponselnya selalu dia sembunyikan,
"Lho..Di mana ponselku?" Dia terus mencari sampai tidak sadar kalau sudah siang, bahkan suaminya pun sudah tidak ada lagi di sampingnya "Pasti Kakak lagi Ya yang ngumpetin, ayolah jangan bercanda,!!! aku mau lihat daftar kuliah hari ini" Nabila langsung memalingkan wajahnya ke tempat dimana biasa Shakil tidur
"Kakak mana? emangnya sekarang jam berapa?" Dia melihat jam dinding tepat ada di depannya "Ya Tuhan aku sedang bermimpi atau jamnya yang salah? Udah jam 10 kenapa Kakak nggak membangunkan aku?? dan bunda juga tidak ada yang membangunkanku untuk kuliah?"
Akhirnya Nabila lupa tentang ponsel danberlari ke bawah untuk menanyakan pada Mira kenapa tidak ada satu orang pun yang membangunkannya
"Bunda lihat Kakak nggak?" Tanya Nabila yang mendapati Mira sedang berbincang dengan Amir di taman belakang
"Rh kamu udah bangun? Sarapan dulu yuk" Mira menggandeng Nabila dan melirik pada Amir agar membantunya berakting
"Bunda!! Tapi bunda belum jawab pertanyaanku tadi" Nabila menghentikan langkahnya
"Sayang ini udah siang... Tentu saja suamimu pergi ke kantor" Dengan lembut Mira membelai rambut Nabila yang berantakan karena bangun tidur
"Tapi kenapa tidak ada yang membangunkanku?"
"Karena semalam Shakil bilang kamu tidak bisa tidur, jadi kita tidak tega untuk membangunkanmu sayang"
"Iya benar,,,, Semalam itu aku sangat gelisah, aahh... Mungkin karena bawaan dedek bayinya kali bunda"
"Mungkin!!! bisa jadi, Ya sudah sekarang kamu makan dulu habis itu bunda sudah memanggil seseorang dari salon langganan bunda untuk memijat mu agar lebih relax" Dengan penuh kasih sayang Mira membantu menyajikan makanan untuk Nabila
"Terima kasih bunda" Nabila pun menerima makanan dari tangan mertuanya
***
Di universitas bangsa... Shakil langsung menghadap pada Dekan untuk membahas tentang kasus yang sedang viral mengenai kehamilan Nabila,
"Selamat pagi?" Tanpa mengetuk pintu lagi Shakil dengan gagahnya masuk dan duduk di sofa
"Kau?" Dekan itu ternganga pada saat melihat Shakil
__ADS_1
"Lho paman?" Shakil berdiri dan memeluknya begitupun dekan itu, juga ikut memeluk erat seperti pada seorang anak yang sudah lama tidak berjumpa
Ternyata dia adalah Rudi teman baik Amir waktu dijerman dan sekaligus ayah angkat Shakil saat dia harus kuliah tapi Amir tidak bisa bersamanya disana karena perusahaannya yang di Indonesia adalah tanggung jawabnya...
"Apa kabar? Bagaimana keadaan ayah dan bundamu? 10 tahun sudah.. kita tidak bertemu, dan lihat wajahmu masih saja sama seperti dulu kau selalu tampan walaupun setelah 10 tahun kemudian"
"Paman terlalu banyak memuji ku. bagaimana keadaan Bibi dan Angel?"
"Mereka baik-baik saja dan Angel baru saja kembali ke tanah air setelah berpisah dengan suaminya"
"Aahhh sungguh disayangkan"
"Sudahlah itu adalah takdirnya. dan bagaimana denganmu apakah kamu sudah menikah?"
"Menikah? Aaaahhh.. Aku sampai lupa niatku kesini untuk menyelesaikan masalah siswi yang bernama Nabila"
"Jadi kau yang aku telepon tadi pagi?"
"Iya paman, aku wali dari Nabila"
"Apakah ibumu memiliki anak lagi setelah pindah ke Indonesia?"
"Hahaha,,, Apa kau senakal itu sampai melakukan pernikahan dadakan hanya karena dia sudah hamil" Pria paruh baya itu menepuk punggung sakit sambil tertawa mengejek nya
"Paman!!!! Aku tidak segila itu!!! walaupun kehidupan di Jerman bebas tapi kau tahu sendiri itu bukan sifat ku.."
"Ya ya ya... tentu saja!!! Keponakanku ini tidak pernah tertarik dengan wanita,,, Tadinya Paman pikir kamu tidak tertarik dengan pernikahan tapi siapa disangka gadis manis itu mampu menarik mu sampai keranjangnya hahaha..!!!"
"Apa yang Paman bicarakan!!!" Shakil menggeleng sambil malu-malu "Sudahlah sekarang bukan waktunya untuk membicarakan hal ini yang terpenting adalah bagaimana caranya menghapus gosip yang tidak benar itu?"
"Sebenarnya Paman juga tidak yakin kalau kamu sudah menikah, tapi apakah kamu punya bukti untuk membuktikan kalau kalian benar-benar suami-istri dan siswi jurusan kedokteran itu hamil bukan diluar nikah"
"Tentu saja" Shakil mengeluarkan buku kecil berwarna merah dan memberikannya kepada Rudi "Kandungan Nabila saat ini sudah menginjak 4 Minggu dan Paman bisa lihat sendiri tanggal pernikahan kami"
"Entah apa yang terjadi padamu,, Bukankah tanggal pernikahan ini seharusnya dia masih SMA? Tapi tidak masalah karena bukti ini akan membebaskan istri kecilmu dari gosip"
"Aku percaya Paman bisa membereskannya.. kasihan saat ini Nabila tidak boleh banyak pikiran, Aku khawatir terjadi sesuatu pada calon anakku nanti"
__ADS_1
"Jangan khawatir, sekarang pulang lah dan jaga anak istrimu dengan baik karena besok Nabila bisa kuliah seperti biasa"
"Terima kasih banyak paman.. kalau begitu aku pamit karena dia pasti sudah menungguku"
Akhirnya Shakil pun bisa bernafas dengan lega, tidak disangka kekhawatiran yang teramat dalam takut dia akan mengecewakan Nabila karena tidak berhasil membujuk Dekan agar tidak menskorsnya
***
Saat yang bersamaan di taman kampus Haris sedang menunggu Anna ketemuan lewat chat, untuk menanyakan tentang postingan yang ada di akunnya. dengan wajah penuh kemarahan,,, Anna sedikit gugup karena mata pria yang ada dihadapannya seperti seekor elang yang sedang mengincar ular begitu sangat menakutkan
"Atas izin siapa kau memposting hal yang sama sekali bukan urusanmu?. Apa keuntungan untuk semua ini? Apa masalahnya sampai kau setega itu bukankah dia teman baikmu tapi apakah ini yang bisa dinamakan sebagai teman?"
"Maaf!!!,, Aku tahu itu akunku Tapi sumpah demi apapun bukan aku yang mempostingnya, Nabila lebih dari sahabat bagiku mana mungkin aku sampai hati tega melakukan itu padanya"
"Penjelasan mu tidak berbobot" Haris merampas ponsel Anna dari genggamannya
"Ponselku!!! Apa yang ingin kau lakukan dengan itu?" Anna mencoba merampasnya kembali tapi Haris menyembunyikan dibelakang punggungnya sampai tidak sengaja Anna malah seperti sedang memeluknya..
Deg... deg.. Jantung Harris berdegup tidak karuan karena merasakan sesuatu yang lembut dan kenyal merapat di tubuhnya
Soal gadis ini ceroboh sekali, apa dia tidak sadar kalau kelakuannya saat ini akan membahayakan dirinya?
"Hentikan dan menjauh dariku.. Dari tadi dengan sengaja kamu coba memeluk ku"
Anna langsung beralih ke posisi semula setelah sadar dia memang seperti sedang memeluk Harris dengan wajah yang memerah karena malu
"Maaf!! Tapi tolong kembalikan ponselku,, kamu tidak ada hak untuk menyentuhnya karena ini adalah privasiku"
Haris tidak mempedulikan perkataan Anna dia terus mengutak-atik ponselnya dan masuk kesebuah aplikasi di mana gosip tentang Nabila itu berasal, tapi sayang karena sudah ada yang membajaknya jadi aplikasi itu sendiri tidak bisa terbuka
"Password?"
"Apa!!!!"
"Apa kau tuli? apa password-nya?" Haris setengah berteriak sambil menunjuk pada layar ponsel Anna
"Aku cinta kamu!!" Dengan tegas dan lantang Anna mengatakan passwordnya dan membuat mata Haris terbelalak...
__ADS_1
Bersambung ❤️❤️❤️