
Max terlihat sangat panik dengan orang-orang yang malah menyergap dirinya dan melepaskan ibunya siska, sama halnya seperti Siska, dia juga ikut dipegangi kedua tangannya oleh dua penjaga wanita
"Ada apa ini?" Siska yang ikut panik juga, kenapa tiba-tiba dia dipegangi seperti seorang tawanan yang sudah tidak bisa lari lagi
"Kenapa kalian malah mengikatku, disini akulah bosnya dan kau" Mengarah pada Shakil "Kenapa kau biarkan orang-orangmu memperlakukanku seperti ini?" Max masih terus memberontak
"Tuan tolong lepaskan putriku" Ibunya Siska memohon dia sudah tau orang angkuh yang duduk santai dengan menopang kaki itu adalah Shakil
"Nyonya ingat tujuanmu kesini untuk apa? Kau lihat betapa kejamnya kedua orang ini. bahkan dia sudah membunuh orang yang paling aku sayangi melebihi orang tuaku sendiri" Shakil berdiri dan membuka ikatan Nabila juga plester yang membungkam mulutnya
"Aku tau tapi dia hanya dijebak pria kurang ajar itu, tolong nak lepaskan dia" Sekali lagi wanita itu memohon dan berlutut didepannya
"Maaf tapi biar pengadilan yang menentukannya, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena keputusan bukan ditanganku" Shakil memegang pundak Nabila yang terlihat sangat bingung
"Apa-apaan ini? Kenapa kau malah memihak pada musuh kita, kau harusnya membantuku" Max masih belum mengerti kenapa semua jadi seperti ini "Hai kalian kenapa diam saja? Dimana orang-orangku? Habisi mereka!!" Sekeras apapun Max teriak, tapi banyaknya orang yang ada di gedung itu tidak sedikitpun berguming
Karena kelalaian Max percaya sepenuhnya pada orang yang dia anggap dewa penyelamatnya itu, sampai dia tidak sadar kalau Shakil sudah menarik semua orang-orang Max dengan gajih tiga kali lipat dari yang dibayar bos mereka
Salah satu orang berpenampilan formal dengan dasi putihnya angkat bicara "Anda mendapat hukuman atas kasus suap dengan pasal 209 ayat (1) hukuman minimal dua tahun penjara, penipuan dengan pasal 378 KUHP, pembunuhan berncana pasal 340 KUHP, kekerasan rumah tangga dan lain-lain lagi"
"Sipa kau, kenapa dia berani berbicara itu padaku?"
"Anda sudah banyak berbicara dan berteriak, sekarang giliran kami yang berbicara untuk menentukan nasibmu" Seorang wanita berjalan dengan elegan duduk disebuah podium panjang yang tampak lapuk, dan diriringi dengan dua orang pria yang berpenampilan rapih juga duduk bersamanya
"siapa skalian semua, kenapa malah aku yang kau jebak" Lagi-lagi Max teriak pada Shakil
__ADS_1
"Usiamu sudah tidak baik untuk terus balas dendam, Kau memngurusi harta keluargaku untuk apa? Belum tentu orang tua sepertimu bisa menikmatinya" Shakil memeluk Nabila dari belakang
"Tolong jangan seperti ini" Nabila tidak berani berontak tapi hanya mengeluarkan air mata karena wajah Shakil begitu mengerikan "Aku punya suami tolong jangan sentuh aku"
"Hai kancilku kenapa jadi kucing rumahan sekarang" Shakil berbisik lembut seperti biasanya "Maaf sayang wajahku menakutimu bukankah ini yang lebih cocok disebut monster kuman" Satu ciuman mendarat dipipi Nabila, dia tidak perduli berapa puluh pasang mata yang menakutinya
"Kakak" Nabila senang tapi masih bingung, dia membalikan tubuhnya dan bembukakan kerah baju Shakil untuk melihat tanda-tanda merah yang dibuatnya semalam "Jahat banget si" Dia memukul dada pria seram yang masih memeluknya "Kenapa gak bilang dari awal jadi kan aku gak akan ketakutan, jantungku udah mau berantakan tau" Nabila balik memeluknya
"Kalau kakak gak gini mereka gak akan ada disini dan pembunuh orangtuamu selamanya akan bangga dengan apa yang mereka lakukan"
"Siapa kau sebenarnya" Tanya Max yang penuh kemarahan karena telah dipermainkan "Ada hubungan apa kalian?"
"Kita suami istri, gadis kecil ini adalah istri yang paling aku cintai" Shakil dengan bangga memperkenalkan Nabila
"Bagaimana mungkin, kau selalu bersama Shakil kenapa tiba-tiba kau menikah dengan brandal ini" Tanya Siska yang belum sadar kalau dia adalah Shakil
"Tepat sekali ternyata kamu selalu memperhatikan gerak-gerik kami, aku tau sebenarnya hatimu baik tapi dia lebih penting untuk aku cintai dan aku lindungi" dengan bangganya Shakil mengangkat Nabila kepangkuannya
"Sial!!! Kau menipuku!" Max ingin berlari kearah Shakil dan menghajarnya tapi tertahan dengan tangan yang terikat
Bererapa orang yang datang terakhir dengan pakaian rapih tadi saling berdiskusi, masing-masing mengeluarkan laptop dan mulai bekerja dengan ruangan yang kotor dan sebagian kursi sudah patah.
Max masih memutar otak dia tau kemampuan berpikir Shakil sangat luar biasa tidak mudah dia kalahkan tapi ini benar-benar diluar dugaannya masuk kedalam lubang yang dia gali sendiri.
Sedangkan Siska dia tidak peduli apa pun yang akan terjadi padanya nanti, yang terpenting sekarang berada dalam pelukan sosok lembut yang sangat dia rindukan
__ADS_1
"Kenapa tidak ada satu orangpun yang bisa menjelaskan siapa kalian semua?" Max bertanya masih dengan teriakan
"Baiklah tuan Max, Setelah satu bulan ini kami mendapatkan bukti akurat dan informasi dari berbagai sumber terpercaya, kalau memang anda punya dendam pribadi dengan keluarga Tuan Amir, menipu anakmu sendiri untuk jadi kambing hitam atas kematian Pak Harun beserta istrinya juga akan mendapat sangsi, rencana penculikan untuk Nona Nabila dan kasus suap yang kau lakukan untuk perasaan dijerman sudah kami dapatkan semua buktinya, anda terjerat hukum pasal 65 KUHP dengan undang-undang pasal berlapis hukuman seumur hidup penjara atau hukum mati" Seorang wanita dipodium tadi bicara yang ternyata dia adalah seorang Hakim
Shakil menyiapkan gedung tua itu yang dijadikan tempat penculikan Nabila ternyata adalah ruang sidang yang akan digunakan untuk membongkar kejahatan Max dan terbongkarnya kasus pembunuhan yang dilakukan Siska,
Alasannya membawa Nabila juga disana Shakil ingin orang yang dia cintai menyaksikan langsung kehancuran pelenyap kedua orangtuanya,
"Maksudmu? Kau menjebakku ketempat apa ini?" Max mulai mengerti permainan Shakil
"Sepertinya kita terlalu terburu-buru Nyonya Hakim yang mulia, Bisa kah memperkenalkan Titel kalian masing-masing?"
Seseorang pria datang menghampiri Max dan dengan sopannya dia memperkenalkan dirinya "Saya adalah Pero pengacara kepercayaan klien saya tuan Shakil Arsya dan kita sekarang berada diruang sidang, hakim, jaksa, dan yang lainnya sudah lengkap dengan mendatangkan saksi nyonya ini mantan istri anda, dan beberapa pengakuan yang anak anda katakan tadi, saya rasa memua sudah jelas"
"Kalian semua sialan, aku akan membalaskan untuk berbuatan kalian hari ini"
"Silahkan karena ini terakhir kalinya kamu menghirup udara segar" Shakil menantang
"Bawa dia ketahanan bawah tanah bersama wanita ini" Seorang yang lain ikut memerintahkan pada orang-orang yang memegangi max dan Siska
"Aku mohon jangan bawa putriku, dia hanya jadi kambing hitam kekejaman ayahnya, anakku anak baik, dia tidak akan melakukan hal sekejam itu dengan tangannya sendiri" Ibunya Siska terus menarik-narik tangan pengacara Shakil
"Nyonya jika anda ingin pengadilan meringankan hukuman putrimu berjuanglah. Urusan aku dengan klienku selesai, permisi"
Akhirnya Max dibawa oleh polisi yang dari tadi memeganginya, begitupun dengan Siska yang juga dibawa oleh mobil tahanan, sedangkan ibunya siska masih saja memaksa agar hukuman anaknya bisa diringankan dia juga mengatakan akan membayar uang jaminan sebanyak apapun agar putrinya bisa bebas dan menjadi tahanan kota
__ADS_1
Haris sudah tiba menjemput tuan dan nona mudanya, karena terlalu lama menunggu Shakil yang masih mengurus ini dan itu Nabilapun tertidur dimobil, hamil muda membuatnya cepet lelah apalagi dia belum makan apa-apa sejak pagi...
Bersambung❤❤❤