
Shakil merasa tenang setiap kali dadanya menembel dengan tubuh Nabila. Perasaan tenang, Nyaman, Damai, Seperti ada yang meniupi luka dihatinya yang selama ini tidak terobati
"Sayang?" Kata-kata lembut Shakil yang memeluk Nabila dari belakang, Dibumbui dengan kecupan ditengkuk Nabila
"Hmm" Nabila yang sudah ngantuk tapi selalu terganggu dengan kecupan-kecupan yang membuatnya geli
"Kakak mau minta maaf tentang makan malam kemarin" Masih belum berhenti
"Kenapa dibahas lagi? Aku kan udah bilang itu semua hak kakak"
"Nabila kakak ngelakuin itu ada alasannya sayang" Lebih memperdalam lagi kecupannya
Kakak,, Kenapa selalu panggil aku sayang si, Hati aku kan jadi gak karu-karuan
"Apa alasannya?" Nabila penasaran membalikan tubuhnya jadi berhadapan
Anak ini kenapa balik bandan? Aku jadi gak bisa jelasin kalu posisi dia menantang kaya gini
Nabila menatap wajah Shakil. Dan Shakil pun sama membelai wajah Nabila menyingkirkan beberapa rambut-rambut kecil. yang menurutnya mengganggu pemandangan wajah cantik istrinya
"Kemarin kakak dan Haris menjebaknya dengan minuman. Kita ingin mastikan apakah yang kamu katakan itu benar atau tidak. Karena kaka juga tidak rela jika menyangkut soal pak Harun" Menatap lekat istrinya dan mendekapnya
dalam pelukan Shakil
"Lalu? Apa kakak berhasil?" Pikirannya masih menggantung
"Kamu maunya apa?" Balik nanya
"Sukses" Menatap Shakil penuh harapan jika papah dan mamahnya bisa mendapat keadilan
"Apa ada hadiah atas kerja keras kakak jika itu berhasil?"
"Tentu saja" Dengan mantap tanpa dia sadari akan membahayakan dirinya
"Kamu yakin?"
"Ia kak, Kakak mau apa aku penuhi, Karena saat ini tidak ada yang lebih penting dari itu?"
"Walaupun kalau kakak minta tubuhmu?" Menarik Nabila sampai menempel ditubuhnya
"Eh... ma. Maksudnya bukan gitu?" Nabila gugup dengan jantung yang berdegup kencang terasa didada Shakil
__ADS_1
jantung,, jantung, jantung kenapa kamu berisik sekali..kumohon jangan ribut.. Nanti dia dengar
Shakil mencoba menahan senyumannya melihat wajah Nabila yang pias, dan detakan jantungnya yang sangat terasa didadanya menambah Shakil gemas dengan kepanikan Nabila
"Jawab ia atau tidak?" Mendaratkan satu kecupan dibibir Nabila
"Ti,, Tidak, eh"
Aduh gimana nih
"Tidak?" Shakil melepaskan pelukannya
"Lho bukan itu maksudku"
"Jadi? ia?"
"Hah, bu.. bukan itu juga?" Nabila semakin bingung
"Baiklah lupakan" Shakil membalikkan tubuhnya membelakangi Nabila. Dia sengaja hanya ingin tau sejauh mana Nabila membujuknya
Nabila merasa bersalah karena membuat Shakil marah, Bagaimanapun dia adalah istinya dan sudah menjadi kewajiban Nabila untuk menlayaninya. Tapi dia masih belum bisa melakukan itu, Karena dia belum tau kedepannya bagaimana. Apalagi Shakil pernah bilang tidak mau mengurus surat nikah mereka.
Ini membuat Nabila benar-benar dilema.. Di satu sisi dia sangat ingin keadilan kedua orang tuanya, Dan disisi lain dia belum siap memberikan imbalan yang sangat besar itu pada suaminya.
Kenapa jadi tuannya yang meminta keuntungan besar pada Nabila haha curang..
"Kakak aku mohon jangan begini.. Kita bisa bicara baik-baik" Mencoba membalikkan tubuh suaminya
"Kakak bilang lupakan. Cepet tidur, Tiba-tiba kakak sangat ngantuk" Jawab jutek
Kakak benar-benar marah, Gimana kalau dia gak mau bantu aku, Ok Nabila pikirkan nanti masa depanmu yang terpenting sekarang adalah orangtuamu.
"Kakak" Memeluk Shakil dari belakang
Aaaa. Aku mulai gila ya?
"Hmm" Pura-pura acuh tapi sebenarnya menahan senyum
"Ia aku mau" Menggigit ujung bibirnya malu
"Mau apa?" Masih pura-pura
__ADS_1
Kenapa dia nyebelin banget , Tadi kan dia yang minta sekarang kok jadi kaya aku yang butuh si
"Yang tadi kakak bilang?" Memejamkan matanya menahan malu
"iya apa? Bicara yang jelas kamu mau apa?"
Hah? Kenapa jadi aku yang mau?
"iya mau kasih hadiah yang kakak minta kalau kakak berhasil jebak sibakteri itu dan Mendapat keadilan buat papah, mamah"
"Emang kakak mau hadiah apa? Kakak lupa?" Membalikkan tubuhnya yang akhirnya mendorong Nabila sampai terlentang dan Shakil dengan mudah menibani tubuh gadis itu
Glek.. Nabila menelan ludahnya saat ada seorang pria tampan tubuh berotot dan harum ada diatas tubuhnya dengan tatapan memetikan seperti serigala lapar melihat mangsanya
"Aku akan berikan tubuhku untuk kakak" Dengan mata terpejam Nabila mengatakannya dengan lantang
Ayo nabila kamu pasti banyak cara untuk membuat serigala ini lunak, otak, otak gunakan otak mu cepat, berpikirlah
Shakil puas dengan jawaban Nabila walaupun dia tau Nabila hanya terpaksa demi orangtuanya tapi dia tidak peduli karena dengan cara ini Shakil tidak akan kehilangan cintanya lagi
"Kakak punya vidio saat dia mabuk, Dan apa yang kamu ceritakan benar itu semua terucap langsung dari mulutnya" Sambil menghujani Nabila dengan ciuman
"Benar?" Keceriaan telukis dari wajah Nabila "Kakak sudah dapat bukti dia yang membunuh orangtua ku" Mendorong tubuh shakil dengan tangannya
"Kamu bilang tadi apa kalau kakak berhasil?" Mebulatkan matanya pada Nabila
"Maaf aku hanya terlalu bahagia" Memeluk tubuh Shakil agar dia tidak marah "kakak aku janji akan memberikan semua yang kakak minta tanpa penolakan. Tapi aku mohon jangan sekarang ya, Besok aku masih ada ujian, aku pasti tidak akan pokus sama pelajarannya, dan semua yang sudah aku hafal pasti akan buyar, Otakku akan terus memikirkan ini, Dan kakak pasti tau kan ini pertama kalinya untukku. kakak pasti lebih ngerti kalau aku nanti..." Ucapannya terhenti karena shakil sudah membungkam Nabila dengan bibir lembutnya sampai gadis itu taidak bisa napas
"tidak usah dijelaskan. kakak bukan pejabat yang merampas begitu saja.. walaupun tubuhmu milik kakak, Tapi kita sudah sepakat melakukan itu tanpa paksaan.. sekarang tidur dan pokus ujianmu kakak akan menunggu hadiah dari ratuku" senyum manis merebahkan kepala Nabila didadanya
kakak aku gak nyangka sebaik ini. *A*ku janji setelah ujianku selesai aku akan lakukan semua yang kakak mau,
Akhirnya Nabila pun sama memeluk shakil juga. Dan malam ini berlalu dengan kehangatan dikedua tubuh suami istri itu
:
:
:
:
__ADS_1
Bersambung❤❤❤