ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
145. Bayaran untuk gosip


__ADS_3

Sebenarnya Nabila penasaran dengan gelagat aneh di antara mereka, tapi berhubung Shakil sudah memanggilnya maka dari itu dia buru-buru naik ke lantai atas untuk beristirahat...


"Kamu ini sirik atau apa sih?? Kenapa terus menggangguku?" Nova geram melihat Haris yang tiba-tiba muncul


"Aku selalu mengutamakan kenyamanan dan keamanan mereka... Karena ini adalah bagian dari pekerjaanku"


"Alasan!!! Aku tahu kau tidak rela jika aku bersama orang yang aku cintai"


"Tentu saja aku tidak rela, Bukan karenamu tapi untuk Tuanku,,,,"


Disaat pertengkaran mereka berlangsung tiba-tiba ada telepon masuk di ponsel Haris dengan nama panggilan Kelinci imut.. Tidak sengaja Nova melihatnya dan langsung penasaran... ditunjukkan kepada siapa nama romantis itu?


"Ahh,,, Sayangan aku sangat sibuk dengan masa depanku, jadi.... Permisi nona Nova!!!" Haris tersenyum menatap layar ponsel dengan foto Anna yang baginya sangat menggemaskan


"Sial.. Kurang ajar,, pantas saja sekarang dia begitu tidak peduli padaku ternyata ada seseorang yang sudah mengisi hatinya sampai-sampai memberikan nama panggilan yang sangat lucu... Lihat saja kamu pikir kamu akan bahagia??? Hahaha tak akan kubiarkan" Dengan hentakan kaki kesal, Nova kembali ke kamarnya untuk berpikir bagaimana cara menghancurkan Harris Karena selalu mengganggu setiap apa yang dia rencanakan untuk Shakil


Di kamar utama


Nabila sebenarnya tidak sabar dengan cerita yang Shakil janjikan. tapi dia lebih penasaran lagi,,, ada hubungan apa antara nova dan suaminya.. walaupun dia tahu Shakil menolaknya terang-terangan tapi Nabila juga tidak suka kalau satu hal yang penting disembunyikan darinya


"Sayang kau sudah kembali?" Shakil menutup laptop dan menepuk kasur di sebelahnya duduk


"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan"


"Serius sekali!! Masalah Haris dan Nova?"


"Bukan.... Tapi Nova dan kakak" Nabila menatapnya dengan serius tapi tidak menunjukkan kekesalan pada suaminya


"Apa maksudmu? Kenapa tiba-tiba menanyakan itu" Shakil juga mulai menatap Nabila dengan serius


"Jangan pura-pura, aku melihat loh apa yang Nova lakukan tadi"


"Jadi istriku yang cantik ini cemburu?"


Dih aku nanya apa dijawab apa.. Dia emang gak pernah bisa serius... Tentu saja jalan pemikirannya kan banyak tikungan


"Memang kakak lihatnya aku lagi cemburu?"


"Tidak.. Nah itu dia!!!.. Kenapa kamu tidak pernah cemburu??.. Jangan-jangan kamu gak cinta ya sama kakak?" Kini pertanyaan itu malah disudutkan pada Nabila

__ADS_1


"Cuma anak ABG yang bilang kayak gitu,, Harusnya sebelum kakak bertanya lihat dulu di dalam perutku ada apa" Nabila geram sambil mencubit kaki Shakil


"Aaaaaa... Kamu sangat mengerikan...Baiklah jadi sekarang apa yang kamu ingin tahu?"


"Ya tentang Nova sama kakak lah"


"Bukannya dari awal kamu lebih tertarik dengan Haris dan Nova?"


"Jadi kakak lebih senang kalau aku cemburu dengan Harris dan Nova, daripada Kakak dan Nova?"


"Hahaha... Akhirnya sekarang kau menyadari kalau kau sedang cemburu.. Itu hal yang bagus kemarilah"


Loh.. kenapa sekarang jadi aku yang dibilang cemburu si?


Shakil mengangkat tubuh kecil Nabila ke atas pahanya dan dengan tangan yang ditempatkan kan diperut, dia merasakan kalau kini istrinya sudah tidak selangsing dulu.. Tapi ini membuatnya sangat senang karena semakin hari malah dia semakin menantikan membesarnya perut Nabila


"Aku dan Nova adalah sahabat kecil.. Walaupun dia sepupuku tapi aku malah menganggapnya sebagai adik karena kedekatan kami melebihi dari persaudaraan itu sendiri


Dari situ aku tidak pernah menduga kalau akhirnya dia akan jatuh cinta pada suamimu yang tampan ini" shakil mengangkat kedua halisnya dengan bangga


Haduh narsisnya tidak pernah hilang


"Kasihan sekali" namun Nabila masih fokus dan tidak menyadarinya


"Memang!!!... Dari kejadian itu aku sangat merasa bersalah dan menyesal. Walau bagaimanapun Nova menjadi seperti itu karena kakak" Shakil melakukan akting sedihnya untuk mengelabui Nabila


"Kakak jahat"


"Loh kok malah kakak yang jahat?" Dengan lembut tangannya berhasil membuka seluruh kancing piyama Nabila


"Coba aja kalau kakak kasih kesempatan atau pengertian untuk dia, pasti tidak akan terjadi hal seperti itu?"


"Tidak bisa sayang" Tanpa dia sadari kalau tidak ada satu sudut pun yang terlewatkan dia sentuh


"Kenapa?? Karena kakak egois?"


"Kalau kakak kasih kesempatan, maka si mungil ini tidak akan ada di sini" Shakil yang menggelitik perut Nabila sampai dia terus ketawa karena geli "Lagi pula ada seseorang yang sangat mencintainya. Bahkan rela menjadi ayah dalam kandungan Nova walaupun itu bukan anaknya"


"Apa!!! dia sampai hamil?"

__ADS_1


"iya"


"Lalu di mana anaknya?"


"Sudah dia gugurkan"


"APA!!!!" Tidak sengaja Nabila berteriak karena terkejut


"Kamu nih... Suara mu sampai nusuk ke telinga kakak" Kini kegiatannya terhenti karena tangannya beralih menutup telinganya


"Iya aku kaget aja,, Dia sampai tega membunuh darah dagingnya sendiri" Nabila ternganga masih belum habis pikir dengan jalan pikiran Nova padahal dia lebih dewasa dari Nabila tapi pemikirannya kenapa tidak sepertinya


"Mau bagaimana lagi.. Kita tidak tahu ayahnya siapa?"


"Tapi kan ada seseorang yang mau bertanggung jawab.. Oh ya di mana pria baik itu sekarang?"


"Inilah tingkat gosipnya!!! Dan kakak perlu bayaran mahal untuk berita mengejutkan ini" Shakil membalikan tubuh Nabila jadi berbaring disampingnya


"Aku gak punya uang" Nabila mendorong tubuh Shakil dengan kedua telapak tangannya "Hah!!!! Sejak kapan bajuku terbuka?" Nabila baru menyadarinya


"Hahaha.. Kamu sangat menggemaskan" Shakil mengusel-usel hidung Nabila dengan hidungnya juga "Dan siapa bilang aku mau uang!!!.. . Kakak cuma mau melanjutkan bulan madu yang tertunda" Shakil mendaratkan bibirnya pada bibir Nabila... Kemudian mengecupnya berkali-kali sampai Nabila tidak bisa berbicara..


"Eeemmmhhhhh... Sebentar... Kakak harus cerita dulu"


"Tidak mau, kamu harus memberi DP terlebih dahulu..."


"Apa?... DP?... Memangnya berapa yang harus aku bayar?"


"Disaat kita bulan madu seharusnya melakukan itu sehari tiga kali, dan kamu bisa menghitungnya dari rencana berapa lama cuti kita tinggal disana... Lalu ditambah lagi dengan bayaran gosip ini" Shakil mengambil keuntungan berkali-kali lipat dengan mengada-ngada bayaran yang tidak wajar


"What!!!!???? Kakak mau bikin aku dan anak kita mati ya???? Dan kenapa harus sehari tiga kali seperti minum obat??!!!!"


"Kan kakak tidak memintamu untuk melunasinya sekarang..."


"Kakak ni rentenir atau apa sih??? Dan kenapa aku seperti mengkredit tubuhku???"


"Hahaha ide bagus, boleh juga dikredit dulu... Mari kita mulai untuk melakukan dp-nya"


"Dasar curang..." Belum sempat Nabila memaki Shakil karena kelicikannya dia sudah dibungkam dengan kelembutan bibir pria itu... mau tidak mau sulit baginya untuk memberontak. Dan juga memang permainannya sangat nyaman sampai keduanya hanyut dimalam yang hangat itu....

__ADS_1


Bersambung❤️❤️❤️


__ADS_2