ADIK Atau ISTRI

ADIK Atau ISTRI
34. Isi hati Shakil


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Nabila tidak lepas dalam peluklan Shakil, laki-laki yang selalu dia rindukan namun terkadang membuatnya benci, entah kenapa setiap berada dalam pelukan suaminya, dia selalu nyaman dan pasti langsung tertidur jika sudah mencium aroma tubuh pria itu. sampai-sampai saat dia membuka matanya ternyata sudah berada dikamarnya.


dreet,,dreet


📩BUNDA SAYANG "Nabila sayang, tolong katakan pada Shakil besok jemput kami dibandara ya jam lima sore ok" dengan emoji kiss💋


Dreet,,dreet


📩ASISTEN HARIS : Nona? apakah Nyonya sudah memberitahan kalu besok beliau minta dijemput..


📩ASISTEN HARIS: saya sudah menghubungi Tuan muda tapi ponselnya tidak aktif..


📩ASISTEN HARIS: apakah dia baik-baik saja? karena hari ini dia hanya makan Sandwich tadi pagi..


📩ASISTEN HARIS: saya mohon bisakah anda melihatnya? saya khawatir Maag nya akan kambuh..


pesan dari Haris beruntun


"apa?,, dia tidak makan apa pun dari pagi? dan Maag? aaahhh kenapa dia harus merepotkan ku? " berlari ke kamar Shakil yang selama dia disana belum pernah menginjakan kakinya di tempat tersebut..


tok,,tok


Tidak ada jawaban dari dalam "kakak? apa kakak ada didalam?" masih belum ada jawaban juga


"kakak aku masuk ya?" masih tetap sunyi tanpa ada penghuni, akhirnya Nabila memberanikan diri masuk kekamar yang tidak pernah diijinkan orang lain menginjakan kakinya disana selain Shakil dan anton

__ADS_1


Nabila membuka pintunya perlahan-lahan dan betapa terpesonanya dia melihat luas kamar Shakil yang tiga kali lipat lebih besar dari kamarnya. selain itu barang-barang didalamnya juga lengkap seperti didalam hotel


"waahh kamarnya besar sekali? kenapa dia selalu tidur di kamar ku kalau kamarnya senyaman ini?" melangkahkan pelan kakinya kedalam kamar


Dan matanya langsung tertuju pada pria yang berbaring lemah disofa "kakak, apa kakak baik-baik saja?" seketika rasa benci yang ada dihatinya hilang melihat Shakil seperti itu ditambah lagi kedua tangan dan kakinya juga sangat dingin seperti Es


"kakak ayo bangun, aku bantu ketempat tidur! tadi kata asisten Haris kak belum makan?" memapah suaminya


" aku mual dan tidak mau makan"


"mana bisa, kakak harus makan. aku akan minta pak Anton panggilkan dokter" berjalan ingin memanggil Anton tapi tangannya ditarik Shakil sampai duduk kembali


"kakak minta maaf untuk semuanya?" merebahkan kepalanya di paha Nabila


" ayo makan dulu nanti kita bicara lagi!"


"bagaimana ini? aku tidak tega melihatnya seperti ini, tapi aku juga masih kesal dia selalu seenaknya padaku. dan sibakteri itu? dia juga bermain dengannya kan? aaahhh ayolah nabila, ikuti kata hatimu, papah saja begitu mencintainya lalu kenapa kau meragukannya" berpikir sejenak


"tidak ada yang perlu dimaafkan, kakak sudah dewasa dan aku yakin apapun keputusan yang kakak ambil, pasti sudah diperhitungkan secara matang, lagipula setatus pernikahan kita juga belum resmi secara hukum jadi aku rasa kakak masih bebas melakukan apa yang kakak mau tanpa harus terikat padaku"


"Nabila tolong jangan katakan itu! sekarang, besok atau seterusnya aku hanya ingin kamu bahagia, tapi maaf mungkin cara penyampaian ku saja yang salah"


"terimakasih jika kakak mementingkan kebahagiaanku, tapi aku tidak mau hanya katena terikat sumpah dengan papah kakak harus mengorbankan kebahagiaan kakak sendiri"


"tidak sayang, kau salah paham lagi mengerti kan kata-kataku, ok awalnya aku menjagamu sebagi balas budi pada pak Harun, tapi lama-kelamaan aku sadar. seperti aku membutuhkan papahmu kini aku juga membutuhkan mu, kalian berdua sama, sama-sama menenangkan ku, didekat pak Harun aku aman dan tenang karena dia akan selalu menjagaku, dan didekatmu juga aku merasa tenang dan aman karena sekarang kau menjaga hatiku"

__ADS_1


"ahh apa yang dia katakan? apakah ini benar isi hatinya? atau hanya karena kondisinya yang lemah?"


"baiklah jika kakak ingin aku bahagia, kakak harus makan dan minum obat, aku akan buatkan bubur untukmu" mengangkat kepala Shakil dan meletakannya di bantal


"tidak jangan kedapur, aku tidak mau tanganmu terluka kena api! biarkan Anton saja yang menyiapkan nya, kamu temani aku disini"


"kalau begitu aku tidak mau maafin kakak" cemberut dan memalingkan wajahnya kearah lain


" kenapa kamu selalu imut dan menggoda seperti itu saat aku lemah" senyum gemas


" hah? apa ada yang salah dengan matanya atau otaknya? Hallo tuan!! aku marah tapi kamu bilang aku menggodamu?" menggelengkan kepala


"baik lah ratuku? lalukan apa yang kamu mau tapi tolong hati-hati kalau sampai terjadi apa-apa aku akan memecat seluruh pelayan yang ada disini"


"siap boss" hormat pada Shakil dengan semangat 45


"gadis ini selalu saja menggemaskan!


oh Shakil rasa ini? setelah sekian lama hilang dari hatimu kini kembali lagi, tapi kenapa gadis sepuluh tahun lebih muda dariku? aku tidak percaya aku bisa jatuh cinta lagi bahkan lebih besar dari sebelumnya. nabila ku sayang, aku janji tidak akan membiarkan cintaku hilang lagi untuk yang kedua kalinya"...


:


:


:

__ADS_1


:


Bersambung❤❤❤


__ADS_2