
"Kamu sangat menyebalkan Kenapa bisa secantik ini?" Joy yang iri melihat kecocokan Nabila mengenakan gaun tersebut terlihat cantik natural seperti princess di negeri dongeng
"Ya ampun sayang!! Kamu benar-benar kayak bidadari" Mira yang berputar mengelilingi tubuh Nabila melihat Betapa cantik menantunya itu
"Ah Bunda bisa aja" Nabila tersipu malu
"Nggak salah Bunda punya cucu secepat ini karena memang mata anak bunda tajam memilih keindahannya" Mira melirik pada Joy yang masih saja cemberut
"Kau sangat kejam madam" Joy pun memalingkan wajahnya dari Mira
Kemudian mereka harus benar-benar mengepaskan gaunnya untuk dipakai satu bulan kedepan. karena mungkin nanti akan ada perubahan bentuk tubuh Nabila dengan naiknya berat badan, jadi Joy harus sedikit merombaknya agar Nanti pada saat hari H sudah sempurna
Eheem Suara dari depan pintu mengejutkan semua orang yang ada di dalam butik tersebut, sosok sempurna dengan balutan setelan jas berwarna coklat bersandar pada ujung pintu karena terkagum melihat calon pengantinnya yang begitu mempesona
"Kakak" Nabila bahagia melihat ternyata Shakil juga ikut fitting bersamanya
"Apa ini sayang?" Shakil menghampirinya dan memperhatikan Nabila dari ujung kaki sampai ujung kepala
"Loh kenapa? Kakak nggak suka ya aku pakai gaun yang kayak gini?"
"Kamu sadar gak? Istriku itu selalu terlihat Cantik walaupun pakai baju murah apalagi kamu pakai gaun mewah ini" Dengan lembut Shakil menyentuh pipi Nabila
"Kau sangat menyebalkan" Joy yang terlihat cemburu
Shakil mengangkat kedua alisnya dan melirik kepada Nabila yang tiba-tiba tersenyum
"Dia tuh dari tadi emang lagi kesel sama aku, gara-gara Kekasih Pujaannya menikahiku" Nabila berbisik pada Shakil
"Jangan bicara yang tidak-tidak" Shakil mendelikkan matanya
"Hahaha..!! Aku serius kalau nggak percaya tanya aja sama Bunda"
"Ya terus kakak harus membalas perasaannya juga?"
"Hahaha..Gak gitu, cuma lucu aja ternyata aku punya saingan di sini" Nabila menggoda Shakil
__ADS_1
"Handsome yuk ikut ke ruang ganti kita akan fitting jasnya" Tiba-tiba Joy menyala dipembicaraan Nabila dan Shakil
"Berikan saja padaku, aku akan menggantinya sendiri di ruang ganti" Dengan datarnya wajah Shakil tidak peduli pada Joy yang sudah dari tadi salah tingkah karena kedatangannya
"Jangan sungkan, aku akan bantumu mengenakan pakaiannya" Dengan lagak kemayu Joy meraba jas Shakil
"Hei lepaskan!! beraninya kau menyentuhku" Shakil mengibaskan tangan Joy
"Kau terlihat canggung seperti ini, Bukankah bentuk tubuhmu saja aku tahu berapa ukurannya?" Joy sama sekali tidak mau menyingkir dari hadapan Shakil
"Hah,,!! Kakak benarkah itu?" Nabila pura-pura terkejut padahal dalam hatinya sengaja mengerjai Shakil
"Bukan, Bukan,,!! Bukan seperti itu, dia adalah desainer semua pakaianku Tentu saja dia tahu ukuran tubuh Kakak sayang"
"Aku benar-benar cemburu loh" Nabila tersenyum mengejek Shakil
"Nabila jangan macam-macam dia bukan orang yang tepat untuk kau cemburui"
"Lho emangnya kenapa? dia juga mencintaimu"
"Apa kau sedang menghinaku sekarang? kamu pikir tidak akan ada wanita normal yang suka padaku selain makhluk jadi-jadian ini?"
"Handsome cus ah kita fitting dulu" Joy menarik lengan Shakil
"Aku sudah katakan Jangan sentuh aku kamu akan membuatnya cemburu nanti" Shakil berusaha keras menghindari Joy, tapi karena postur tubuh Joy yang lebih kekar darinya mau tidak mau dia pun kalah
"Tenang saja sayang!! Aku rela berbagi suami dengannya" Nabila semakin Happy melihat keadaan Shakil yang terpojok
"Nabila kau sangat mengerikan" Shakil teriak karena sudah diseret oleh Joy, sehingga suasana butik pun menjadi ramai dengan gelak tawa Nabila yang sampai terpingkal kesofa, dan juga Mira yang tidak hentinya tertawa karena tingkah Shakil masih saja ribut bersama Joy di ruang ganti
Selesai sudah pertempuran antara dua pria sixpack dengan kepribadian yang berbeda itu, kemudian mereka berdua akhirnya keluar dengan ketampanan dalam balutan jas satu set dengan gaun Nabila
"Kenapa dunia ini sangat kejam sampai-sampai kau jatuh pada hati gadis ini? Hatiku sangat sakit jika membayangkan Handsomeku sudah menghamilinya" Terlihat begitu sakit batinnya yang nyata tanpa dibuat-buat
"Joy Apakah kamu tidak takut dibully karena jadi pelakor? Zaman sekarang banyak gadis-gadis bunuh diri gara-gara hal itu, Apakah kamu mau itu terjadi padamu?" Shakil menakut-nakutinya dan benar saja ekspresi wajah Joy berubah ketakutan
__ADS_1
"Oh no!! kita tidak mau jadi pelakor dan kita juga mengerti perasaan wanita karena kita sendiri tidak mau dimadu" Dengan gaya ketakutan khasnya sambil berkipas-kipas menggunakan jari
"Nah itu kalau tahu!!, Bagaiman perasaan Istriku yang cantik ini dan anak yang ada di dalam kandungannya kalau dia tahu Papahnya direbut oleh orang lain apa kau tidak kasihan padanya?" Shakil menyedihkan wajahnya dan Joy sendiri hanya diam berpikir kalau perkataan Shakil memang benar "Aku punya solusi untukmu" Akhirnya dia memberikan pilihan
"Apa?" Joy dengan manjanya
"Kau lihat pria itu?" Shakil menunjuk ke arah parkiran "lihat!! dia lajang, single dan dia juga kesepian, pria itu sangat kuat bahkan lebih kuat dariku dia selalu melindungiku bertarung mengorbankan nyawanya demi aku, Tidakkah kau berpikir kalau dia akan lebih dari itu pada pasangannya nanti?"
"Adakah pria seperti itu di dunia ini? kau yakin dia sangat kuat?" joy meragukannya
"Tentu saja! untuk apa aku berbohong padamu dan lihat dari postur tubuhnya kau bisa menilai seberapa kuat dia" perbincangan gila Shakil menjodohkan Joy dan Haris malah membuat Mira dan Nabila semakin terpingkal, entah jalan pikiran apa yang melintas diotaknya sampai harus mengusik ketenangan Haris demi keamanan dirinya
"Hahaha!! Kakak udah aku gak kuat lagi" Nabila tertawa sambil memegangi perutnya
"Kamu ini jahil sekali, bagaimana kalau dia benar-benar mengganggu Haris nanti" Mira juga sama tertawa sampai mengeluarkan air mata
Kebetulan sekali Haris masuk kebutik tersebut karena ada panggilan telepon penting dari klien Shakil, dan ingin berbicara langsung pada Presdirnya
"Tuan ini ada panggilan untuk anda" Seperti biasa dengan sopannya dia membungkuk hormat pada atasannya
"Oh ya Haris. Tolong pindahkan sofa itu ke sini, istriku lelah dan harus istirahat sebentar" alasan Shakil hanya untuk menunjukan betapa kuatnya Haris
"Baik" Dia pun mengangkat sofa yang berukuran besar tersebut dengan mudahnya seperti memindahkan selembar kertas
Swiiit,,,swiiit Joy bersiul saat Haris dengan gagahnya menunjukan otot dan urat yang merengang ditangannya dan seketika itu malah mengundang gelak tawa hebat dari semua orang teemasuk Shakil..
Haris yang tidak tau apa-apa malah kebingungan dan melilik kearah siulan tadi berasal, ternya Joy sudah mengedipkan sebelah matanya dan memberikan ciuman jarak jauh dengan genitnya
"Kakak udah hentikan hahaha" Nabila memukul-mukul bahu Shakil "Aku bisa mati kalu terus tertawa.. perutku jadi sakit"
"Kakak juga gak kuat melihatnya, sini" Shakil menarik Nabila kedalam pelukannya "Jangan lihat lagi ini tidak baik untuk bayi kita"
"Ada apa?" Dengan polosnya Haris masih belum mengerti
"Sudah joy kamu urus dulu anak menantuku, dan Haris urusan nanti" Mira menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Okey madam" Dengan energik nya dia melompat-lompat karena bahagia
bersambung,❤❤❤