
Angga pun akhirnya mengikuti langkah Randy dengan penuh rasa syukur karena Randy tak curiga lagi kepadanya. Sementara itu Laura dan Aliya yang baru saja sampai dirumahnya setelah dilanda macet selama bebera menit perjalanan pun segera memasuki kamarnya masing-masing. Echa yang sedang sibuk menyiapkan sarapan malam pun sama sekali tidak menanyakan apapun kepada Laura maupun Aliya. Echa sangat mengerti sekali kalau saat ini pikiran kedua putrinya sedang kacau terutama Laura sebagai sahabat Chika. Laura yang kini sudah selesai mengganti pakaian gamisnya dengan piyama pun segera menghampiri Aliya dikamarnya.
"Aliya, kita makan malam dulu ya, kasian mama udah nungguin kita dari tadi!" pinta Laura yang kemudian duduk di atas kasur Aliya.
"Tapi Aliya lagi ga selera makan Kak," jawab Aliya dengan muka yang sangat badmood itu.
"Aliya, apapun masalah kamu diluar sana kakak mohon jangan perlihatkan kepada siapapun bahwa kamu sedang ada masalah, apalagi sama mama. Emangnya kamu mau mama kepikiran terus dengan masalah kamu? " tanya Laura yang seketika membuat Aliya menggelengkan kepalanya.
"Nah, kalau kamu tidak mau mama terbebani maka dari itu kita hargai mama yang udah susah-payah buatin makan malam untuk kita!" Ajak Laura sambil tersenyum.
"Habis kita makan nanti kamu boleh ceritain masalah kamu ke kakak. Kakak siap meskipun harus begadang demi adek tersayang kakak ini," lanjut Laura sambil mencolek hidung Aliya.
"Makasih ya kak, kakak udah pengertian banget sama Aliya," ucap Aliya sambil memeluk tubuh Laura.
"Iya sama-sama. Bagi kakak kamu, mama, bik Inah dan pak Wawan adalah harta berharga yang harus selalu kakak jaga." Jawab Laura sambil tersenyum.
"Kak Dimasnya ga ikutan kak?" tanya Aliya sambil melepaskan pelukannya.
"Kak Dimas mah belum sah, jadi belum bisa masuk kategori deh," jawab Laura sambil tersenyum.
"Iya deh iya," ucap Aliya sambil tersenyum.
"Nah gitu dong senyum kan makin cantik, ya meskipun..." jawab Laura gantung.
"Meskipun apa sih kak?" tanya Aliya yang mulai penasaran.
"Meskipun masih cantika kakak," jawab Laura yang langsung berlari meninggalkan Aliya dikamarnya.
"Ihh kak Laura mujinya gantung," teriak Aliya kesal yang kemudian berjalan menuruni satu persatu anak tangga.
"Kayak judul film aja Al, GANTUNG," sahut Laura yang sudah berada di meja makan.
"Iya gantung untuk motong kain kan kak?" tanya Aliya yang baru sampai di tangga paling bawah tangga.
"Itu mah gunting Aliya," jawab Laura sambil menyusun piring diatas meja makan.
"Kalian nih ngomong apa sih seru amat?" tanya Echa sambil meletakkan sayur yang baru mateng di atas meja makan.
__ADS_1
"Ya biasa lah Ma, kak Laura kan baru menemukan tambatan hati setelah sekian lama menanti," ledek Aliya sambil menyenggol pelan lengan Laura.
"Apaan sih kamu Al," jawab Laura yang tersipu malu.
"Ciieee, malu-malu," ledek Aliya lagi.
Setelah semuanya berkumpul diruang makan, merekapun segera menyantap makan malam pada hari ini. Laura dan Aliya yang sudah siap membantu Echa untuk merapikan kembali meja makan pun segera berjalan memasuki kamar Aliya. Agar Echa tidak dapat mendengar suara mereka berdua, Aliya pun menutup pelan pintu kamarnya.
"Nah sekarang kakak mau nanya, kamu kenapa tadi dirumah sakit?" tanya Laura yang sudah berbaring di atas tempat tidur Aliya.
"Mas Angga Kak," jawab Aliya dengan wajah yang sedih.
"Angga kenapa Al?" jawab Laura yang kemudian langsung duduk disamping Aliya.
"Aliya suka sama mas Angga," ucap Aliya sambil menundukkan kepalanya.
"Hah, seriusan?" tanya Laura terkejut.
"Iya," jawab Aliya yang masih menundukkan kepalanya.
"Alhamdulillah, akhirnya adek kakak yang cantik ini dapat pasangan juga," ucap Laura sambil memeluk tubuh Aliya dari samping.
"Masa sih Al?" tanya Laura tak percaya mendengar ucapan Aliya. Laura seketi langsung melepaskan pelukannya.
"Aliya serius kak," jawab Aliya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Tapi kalau kakak liat-liat sih Angga juga suka sama Aliya," ucap Laura yang mulai kebingungan dengan masalah Aliya.
"Aliya kira juga gitu kak, tapi tadi Aliya dengar sendiri kalau mas Angga ga suka sama Aliya kak," jawab Aliya yang seketika membuat air matanya menetes.
"Dia bilang langsung ke kamu?" tanya Laura dengan tatapan yang begitu serius.
"Ga sih kak, tapi tadi dia ngomong sama teman Aliya yang ngejar-ngejar dia juga," jawab Aliya yang kembali menundukkan kepalanya.
"Emang si Angga ngomong apa sih Al?" tanya Laura sambil memeluk Aliya yang sedang menangis.
"Mas Angga bilang kalau dia udah punya calon pendamping," jawab Aliya sambil menghapus air matanya.
__ADS_1
"Tapi kan bisa aja sih Al yang Angga maksud itu kamu," ucap Laura yang kemudian memegang kedua pundak Aliya.
"Tapi masalahnya mas Angga sama kak Dimas itu kakak adek kak," jawab Aliya dengan penuh ke khawatiran.
"Lah ya bagus dong kalau gitu," ucap Laura sambil tersenyum.
"Bagus apanya sih kak?" tanya Aliya yang mulai jengkel dengan ucapan Laura.
"Kan Mas Dimas sama Angga bukan saudara kandung, jadi kan kalian tetap bisa nikah," jawab Laura sambil menepuk pelan pundak Aliya.
"Hah, kak Dimas sama kak Angga ga kandung?" tanya Aliya benar-benar baru mengetahuinya.
"Iya mereka ga kandung," jawab Laura sambil tersenyum.
"Kakak tau dari mana emangnya?" tanya Aliya yang masih penasaran.
"Ya Allah Al, masa kamu ga dengar sih Papanya mas Dimas bilang apa tadi?" jawab Laura dengan pertanyaan kembali.
"Ga dengar," ucap Aliya sambil menundukkan kembali kepalanya.
"Sekali pun mereka kandung, kita tetap bisa kok nikah sama mereka, karena Angga tetap bukan mahramnya kamu Al," jawab Laura yang membangkitkan semangat Aliya.
"Tapi masalahnya sekarang Aliya ga yakin kalau mas Angga benar-benar suka juga sana Aliya kak," ucap Aliya yang kemudian kembali membuatnya sedih.
"Kalau gitu kamu harus berusaha untuk jaga jarak dengan Angga, kamu juga jangan terlalu baper sama Angga sebelum Angga sampaikan niatnya ke mama bahwa dia ingin serius ke kamu. Pikiran cowok itu sulit untuk ditebak terkadang kita berpikir dia tidak menyukai kita tapi ternyata ia menyukai kita begitu pun sebaliknya, jadi kita sebagai wanita harus cerdas dalam mengambil sikap, jangan mudah memberikan hati kepada orang yang belum pasti." Jawab Laura sambil tersenyum.
"Iya kak, makasih ya kak udah ngasih solusi untuk Aliya," ucap Aliya sambil tersenyum.
"Udah ya kamu jangan nangis lagi, kalau Angga memang jodoh kamu pasti Allah kasih jalan terbaik untuk kalian berdua, percaya deh Allah itu ga mungkin ngecewain seorang hamba yang berharap kepada-Nya." Jawab Laura sambil menghapus air mata Aliya.
"Iya kak, Aliya akan selalu ingat nasehat-nasehat dari kakak kok," ucap Aliya sambil memeluk tubuh Laura.
"Aliya ga tau bagaimana jadinya Aliya kalau kakak ga ada," lanjut Aliya yang begitu bersyukur memiliki seorang kakak yang bijak seperti Laura. Aliya merasa sangat beruntung memiliki keluarga ini meskipun mereka tidak dihadiri sosok seorang Ayah.
Maaf ya guys baru up, 🙏🙏🙏
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
__ADS_1
IG : @febiayeni
FB : Febi Ayeni