
Angga yang memiliki banyak tugas di kampus hari ini membuatnya tak bisa melaksanakan ibadah shalat zuhur di seberang kampus. Angga pun akhirnya memutuskan untuk melaksanakan shalat zuhur di mushola kampus saja. Angga pun segera mengambil air wudhu dan segera menunaikan kewajiban kepada sang Maha Pencipta. Selesai shalat zuhur Angga pun mengambil salah satu Al-Qur'an yang berada di rak perbatasan antara shaf laki-laki dan perempuan. Saat Angga menjulurkan tangannya untuk mengambil Al-Qur'an. Betapa terkejutnya Angga ketika ia baru saja mau mengambil Al-Qur'an, tiba-tiba ada sebuah tangan yang berasal dari shaf perempuan juga memegang Al-Qur'an yang Angga pegang.
"Astagfirullah," ucap Angga terkejut dan kemudian membuka tirai yang menutupi shaf perempuan tersebut.
"ALIYA, PAK ANGGA," ucap Angga dan Aliya secara bersamaan.
"Sorry saya ga tau kalau ada orang di belakang," lanjut Angga yang kemudian menundukkan kepalanya.
"Kamu pakai aja Al-Qur'an ini saya cari yang lain aja!" pinta Angga agar Aliya segera mengambil Al-Qur'an yang sama-sama mereka pegang.
"Terimakasih Pak," jawab Aliya yang kemudian memegang Al-Qur'an itu dengan kedua tangannya dan Angga pun segera melepaskan Al-Qur'an tersebut.
Angga pun akhirnya menutup kembali tirai yang tadinya ia buka dan kemudian mengambil Al-Qur'an yang lain. Sudah 15 menit Aliya dan Angga membaca Al-Qur'an. Aliya memutuskan untuk makan siang di kantin kampus. Sedang Angga tak tau dimana karena mereka berpisah setelah selesai memabaca Al-Qur'an.
Aliya sangat senang saat ini karena pertemuan tak biasanya dengan Angga hari ini. Sepanjang jalan menuju kantin kampus ia hanya bisa tersenyum malu mengingat kejadian di mushola tadi. Aliya yang baru saja sampai di kantin kampus pun langsung menemui Mbak Wati penjual makanan kesukaannya yaitu Siomay campur Batagor.
"Mbak Wati, seperti biasa ya Mbak!" pinta Aliya sambil tersenyum.
"Ehh ini Neng Aliya ya?" tanya Wati seakan tak percaya mengingat Aliya yang biasanya tidak berpakaian seperti ini.
"Iya Mbak, kaget ya?" jawab Aliya dengan pertanyaan lagi.
"Iya Neng beda. Tapi Mbak Wati suka kok liat penampilannya," jawab Wati yang membuat Aliya tersenyum bahagia.
"Apalagi orang yang lagi makan Batagor itu pasti juga suka sama Neng Aliya," lanjut Wati sambil melirik seorang pria yang sedang menikmati Batagor buatannya. Mendengar ucapan Wati, membuat Aliya langsung melirik seseorang yang Wati maksud dan ternyata orang itu adalah Angga si Mr. Galak yang Aliya sebut.
"Ah mana mungkin pak Angga suka sama Aliya Mbak, Mbak." Jawab Aliya sambil mengambil pesanannya yang sudah selesai Wati racik.
"Ya kalau feeling Mbak Wati sih iya Al, soalnya makanan kesukaan kalian aja sama-sama Batagor campur Siomay," ujar Wati sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ya Allah Mbak hanya gara-gara makanan yang sama aja terus harus suka gitu?" tanya Aliya sambil tersenyum malu.
__ADS_1
"Ya kali aja jodoh Neng," jawab Wati tanpa merasa berdosa.
"Udah ah Aliya mau makan dulu," ujar Aliya yang kemudian berjalan mencari tempat duduk yang kosong.
Aliya sangat bingung harus duduk dimana karena tak ada kursi yang kosong kecuali kursi yang berada didepan Angga. Aliya masih bingung harus bagaimana saat ini. Angga yang melihat wajah kebingungan Aliya pun langsung menengur Aliya.
"Aliya, duduk disini aja!" pinta Angga sambil menunjuk kursi kosong yang berada di depannya.
"Ehh ga usah Pak saya cari kursi kosong yang lain aja," jawab Aliya malu-malu.
"Ohh yaudah kalau gitu," jawab Angga sambil kembali melanjutkan makannya.
"Iihh, gue tuh cuma basa basi kali," ucap Aliya mengutuk dalam hatinya dengan wajah cemberutnya.
"Aliya, mau sampai kapan kamu berdiri disitu, ayo buruan duduk sini!" ajak Angga sekali lagi.
"Ni cowok kadang ngeselin kadang buat baper," ujar Aliya dalam hati.
"I... iya Pak," jawab Aliya yang kemudian duduk di depan Angga.
Aliya yang baru mau memasukkan sepotong batagor kedalam mulutnya tiba-tiba terhenti ketika Angga mengatakan bahwa ia yang harus membayar makanan milik Angga. Aliya yang baru saja mau membantah ucapan Angga seketika langsung terhenti karena Angga sudah negosiasi dengan mbak Wati.
"Dasar cowok, habis dibaperin eh malah ditinggal pergi," ujar Aliya dengan sangat kesal sambil memasukkan satu suapan ke mulutnya.
"Malah ninggalin dosa lagi," lanjut Aliya yang sangat kesal dengan ulah Angga.
"Sekali-kali ditraktir mahasiswi ga apa-apa kali," ucap Angga yang berjalan disamping Aliya. Aliya yang mendengar ucapan Angga pun hanya dapat mengutuk dalam hatinya.
"Awas aja ya kalau lo udah jadi suami gue, gue gigitin lo." Ucap Aliya sambil melihat punggung Angga yang sudah berjalan sangat jauh darinya.
"Emangnya dia mau sama lo?" tanya Dona yang baru saja datang dan melihat kejadian antara Angga dan Aliya tadi.
__ADS_1
"Ihh ni lagi, bukannya belain temannya malah ngeledekin," jawab Aliya sambil menyuap sepotong batagor dengan sangat ganas.
"Iiuuuh, sadis amat lo makannya Al," ucap Dona dengan tatapan sinisnya melihat Aliya yang makan seperti singa kelaparan.
"Biarin aja," jawab Aliya yang masih sangat kesal dengan pak Angga.
"Mbak Wati batagornya satu ya," teriak Dona yang membuat seisi kantin terkejut karena suaranya yang sangat cempreng itu.
"Dona, suara lo itu halusin dikit bisa ga sih?" tanya Aliya yang juga ikutan terkejut mendengar suara Dona.
"Blender gue rusak jadi ga bisa menghaluskan suara gue," jawab Dona dengan santainya.
"Ya iyalah blender lo rusak kerjanya menghaluskan suara lo yang kayak toa mulu sih," sahut Aliya.
"Nah tu lo tau, berarti suara gue memang segini adanya," jawab Dona dengan enteng.
"Ini Neng Dona Batagornya," ucap Wati sambil meletakkan Batagor pesanan Dona di atas meja.
"Makasih Mbak Wati," jawab Dona sambil tersenyum.
"Eh ngomong-ngomong lo kok bisa sekesal itu sih sama pak Angga?" tanya Dona sambil menyuap sepotong Batagor kedalam mulutnya.
"Bisa ga bahas itu habis gue makan aja?" tanya Aliya yang makin kesal dengan pertanyaan dari Dona.
"Iya iya deh, gitu aja ngambek," jawab Dona yang tidak mau ambil pusing.
Dona pun akhirnya menikmati makanannya sambil menunggu Aliya selesai menghabiskan makanannya.
Oke guys terimakasih yang masih sangat setia dengan novel ini, jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya.😉
SYUKRON Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
__ADS_1
IG : @febiayeni
FB : Febi Ayeni