Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 5


__ADS_3

Aliya tersenyum malu mendengar ucapan Angga, “bisa aja kamu yank,” jawab Aliya.


Angga kemudian mengambil sepotong batagor dan menyuapi Aliya, “yank aaa!” perintah Angga seraya menyodorkan sepotong batagor ke mulut Aliya. Aliya tersenyum malu dan melahap sepotong batagor dari suaminya itu.


****


Pagi ini wajah Aliya terlihat sangat pucat sekali tidak seperti biasanya. Namun Aliya tetap mengerjakan tugasnya sebagai istri. Aliya yang baru selesai menyetrika pakaian dirinya dan suaminya tiba-tiba merasakan pusing yang sangat luar biasa hebat. Aliya yang tak mau mengecewakan suaminya itu kemudian berjalan menghampiri Angga dengan membawa pakaian kerja Angga hari ini. Angga yang melihat Aliya berjalan seperti orang mabuk pun akhirnya langsung menghampiri istrinya itu.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya Angga panik seraya memegang pipi Aliya dengan kedua tangannya.


“Ini baju kamu,” ucap Aliya tanpa menjawab pertanyaan dari Angga.


Angga tak menghiraukan baju yang Aliya sodorkan kepadanya. Tanpa pikir panjang Angga langsung membopong Aliya yang seperti mau pingsan itu dan meletakkan tubuh Aliya diatas tempat tidur.


“Sayang kamu pucet banget kita ke dokter sekarang ya!” pinta Angga seraya mengelus-elus rambut indah Aliya.


“Ga usah yank, aku ga apa-apa kok,” jawab Aliya sambil memegang tangan Angga agar tidak pergi meninggalkannya.


Tiba-tiba Aliya muntah dan nyaris mengenai baju Angga. Angga menjadi semakin panik dengan kondisi Aliya yang tak biasanya seperti ini.


“Aduh yank, baju kamu kena muntah aku ya?” tanya Aliya.


“Ga kok yank,” jawab Angga, “yank kita ke rumah sakit sekarang ya!” pinta Angga sambil memeluk tubuh Aliya yang sedang terbaring lemah seperti ini.


“Ga usah yank, aku cuma kecapean aja kok,” jawab Aliya.


Angga kemudian melepaskan pelukannya, “yaudah kalau gitu aku izin ga masuk kerja dulu aja ya yank, biar bisa jagain kamu!” perintah Angga yang kemudian mengeluarkan ponselnya.


Aliya lalu menahan tangan Angga agar tidak mengotak-atik ponselnya, “ga usah yank, entar aku ke rumah mama aja, kamu kerja aja hari ini!” pinta Aliya seraya memaksakan senyumnya.


“Tapi yank, aku mau jagain kamu,” bantah Angga.


“Emang kamu yakin dikasih izin?” tanya Aliya.


Angga tersenyum, “Insyaallah yakin yank,” jawab Angga. Aliya pun melepaskan tangan Angga.


Setelah meminta izin untuk tidak kerja hari ini, Angga pun segera menggantikan pekerjaan rumah yang biasanya Aliya kerjakan seorang diri, mulai dari nyapu, nyuci piring dan juga merawat Aliya. Angga yang baru saja selesai membereskan rumah, lalu kembali duduk di samping Aliya dengan membawakan bubur ayam yang ia pesan tadi.

__ADS_1


Angga menatap wajah Aliya sambil mengelus-elus rambut indah Aliya dengan sangat lembut. Aliya begitu pulas tidur saat ini. Angga kemudian melirik jam yang ada di dinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 09.05 WIB. Angga yang baru sadar pun langsung membangunkan istrinya untuk segera sarapan, karena dari tadi mereka berdua belum makan apa-apa.


“Yank, bangun yank sarapan dulu!” pinta Angga seraya mengelus-elus rambut Aliya.


Mendengar suara Angga, Aliya pun terbangun, “hmm,” Aliya membuka perlahan matanya.


“Aku tadi beli bubur ayam kamu makan ya yank!” pinta Angga, Aliya hanya menganggukkan kepalanya.


“Yank kepala aku pusing banget,” ucap Aliya seraya memegangi kepalanya.


“Yank abis sarapan kita ke dokter ya!” pinta Angga penuh dengan kekhawatiran, Aliya menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai memberikan Aliya sarapan, Angga segera membopong Aliya untuk memasuki mobilnya. Selama perjalanan menuju rumah sakit Angga terus memegangi tangan kanan Aliya.


“Sayang, kamu masih kuat kan?” tanya Angga yang begitu sangat khawatir dengan kondisi Aliya saat ini.


Aliya memaksakan senyumnya seraya menganggukkan kepalanya. 10 menit kemudian akhirnya Aliya dan Angga sampai di sebuah rumah sakit yang tidak terpalu jauh dari rumah mereka. Aliya saat ini sedang diperiksa oleh seorang dokter wanita yang cantik. Angga yang dari tadi menunggu di luar tak henti-hentinya memanjatkan doa agar Aliya tidak kenapa-kenapa.


“Maaf Pak, suami dari ibu Aliya?” tanya seorang suster yang tiba-tiba datang menghampiri Angga.


“Iya Sus, saya suaminya,” jawab Angga.


“Baik Sus,” jawab Angga. Angga pun segera memasuki ruangan dokter yang memeriksa istrinya tadi.


Dokter cantik yang mengenakan pakaian serba longgar layaknya muslimah-muslimah diluar sana yang membuat laki-laki terpukau dengannya. Angga melangkahkan kakinya mengahampiri dokter cantik tersebut.


“ANGGA?” tanya dokter cantik tersebut yang diketahui bernama Aulia.


“AULIA,” ucap Angga yang ikutan terkejut mendapati bahwa dokter cantik tersebut tak lain adalah orang yang sangat ia kenal dulu.


Kedua bola mata Aulia mulai berkaca-kaca melihat Angga, “kamu sudah menikah?” tanya Aulia.


Angga tersenyum paksa tanpa menjawab pertanyaan dari Aulia, “bagaimana kondisi istri ku?” tanya Angga.


“Angga, dengarin penjelasan aku dulu,” ucap Aulia seraya memegang tangan kanan Angga yang berada diatas meja.


Angga menepis tangan Aulia, “lakukan kerjaan mu dengan profesional!” tegas Angga.

__ADS_1


“Baiklah kalau itu yang kamu mau, tapi aku mohon temui aku di cafe move on besok siang!” perintah Aulia memohon.


“Aku ga bisa, aku banyak kerjaan,” jawab Angga.


“Kerja dimana kamu?” tanya Aulia lagi.


“Bagaimana kondisi istri ku?” tanya Angga tanpa menghiraukan pertanyaan dari Aulia.


“Angga please jawab dulu pertanyaan gue!” pinta Aulia.


“Di kampus dekat sini,” jawab Angga singkat, “jadi bagaimana kondisi istri gue?” tanya Angga lagi.


“Selamat ya, istri kamu sedang mengandung dan usianya sudah menginjak 2 minggu,” jawab Aulia seraya mengeluarkan secarik kertas hasil analisanya.


“Alhamdulillah ya Allah,” ucap Angga.


“Tapi, fisik istri kamu masih sangat lemah, dia ga boleh terlalu kelelahan apalagi sampai stres karena dapat menimbulkan dapak buruk untuk janin maupun ibunya.” Ujar Aulia menjelaskan.


Angga kemudian bangkit dari tempat duduknya, “terimakasih infonya,” ucap Angga.


Angga akhirnya pergi begitu saja meninggalkan Aulia. Setelah mengetahui hasil analisa tentang kondisi istrinya, Angga segera menghampiri Aliya yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit.


Angga yang baru sampai di hadapan Aliya langsung memeluk Aliya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


Aliya terkejut melihat Angga yang tiba-tiba memeluknya seperti ini, “sayang kamu kenapa?” tanya Aliya.


Angga lalu melepaskan pelukannya dan duduk di kursi yang ada didekatnya, “kamu hamil sayang,” ucap Angga dengan linangan air mata bahagia.


Gimana nih guys, udah mulai greget belum?


Kalau masih kurang coba minum Aqua dulu sana🤗


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2