Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 37


__ADS_3

Flashback on,


“Bro, please bantuin gue kali ini!” pinta Alex di sebuah cafe kepada seorang laki-laki.


“Gue ga bisa kalau masalah itu. Yang ada gue bakalan dipenjara Lex!” tegas laki-laki itu.


“Tolong gue untuk kali ini aja bro, gue mohon!” pinta Alex dengan menangkupkan kedua tangannya.


“Kalau masalah hukum biar gue yang tanggung jawab. Gue yakin istri gue ga bakalan berbuat macam-macam ke lo.” Lanjutnya meyakinkan laki-laki itu.


“Oke, untuk kali ini gue akan bantuin lo. Tapi ini yang terakhir lo lakuin tindakan nekat kayak gini.”


Alex tersenyum, “gue janji.”


Flashback off,


“Jujur aku belum pernah melakukan hal apapun ke kamu Li, bahkan kamu masih perawan. Aku sengaja ga mau nyentuh kamu. Untuk menembus semua kesalahanku ke kamu. Aulia, terimakasih kamu udah jadi istri terbaik selama aku hidup di dunia ini. Dan mengenai wanita itu,” jeda Alex sejenak. Alex lalu merangkul wanita yang sedang mengandung di sampingnya.


“Dia adalah kakak sepupu ku yang sedang hamil. Aku minta maaf Li. Aku harap kamu bahagia.”


Air mata Aulia tak henti-hentinya menetes. Tak kuasa menahan perih yang ia rasakan saat ini, Aulia spontan langsung berlari ke luar ruangan Aliya.


“Mas, kejar Mbak Aulia!” perintah Aliya dengan menatap kedua bola mata Angga.


“Tapi kamu?”


Aliya tersenyum, “melihat kekhawatiran kamu ke aku aja, aku udah merasa istimewa di hati kamu.”


Angga lalu mengecup lembut kening Aliya dan sepasang bayi kembarnya itu. Angga mencari Aulia di sekitar rumah sakit, hingga pada akhirnya Angga menemukan Aulia di sebuah taman rumah sakit. Aulia menangis sejadi-jadinya di taman itu. Perlahan Angga berjalan mendekati Aulia yang tengah duduk sendirian.

__ADS_1


“Li, lo boleh merasa bersalah terhadap tindakan Alex yang ternyata bertolak belakang dengan kenyataan sebenarnya, tapi lo ga boleh terus-terusan menyalahi diri lo sendiri. Semuanya udah di atur Allah Li, lo percaya itu, kan?”


“Hikkss!!” hanya isak tangis yang keluar dari bibir Aulia.


“Li, gue minta maaf karena selama ini gue salah menilai lo. Gue benar-benar ga tau kalau ternyata lo ninggalin gue karena lo ingin nyelamatin tante lo. Maafin gue Li!” Angga menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan kesedihannya.


“Lo ga salah apa-apa kok, hanya saja nasib gue yang kurang beruntung.” Jawab Aulia seraya menghapus air matanya.


“Li, lo mau kan jadi istri gue?” tanya Angga to the point. Sontak Aulia terkejut mendengar pertanyaan yang Angga lontarkan.


Angga lalu duduk disebelah Aulia, “gue tau Li, lo ga mau hancurin keluarga gue, tapi gue juga butuh bantuan lo Li. Gue ga yakin Aliya mampu merawat putra putri kami dengan kondisinya yang seperti ini. Gue ga mau kehilangan Aliya, Li. Gue sayang sama Aliya,” jeda Angga sejenak, “dan juga lo.” Lanjutnya menatap kedua bola mata Aulia beberapa detik.


Setelah Angga dan Aulia berasumsi cukup lama, akhirnya Aulia menyetujuinya. Tanpa menunggu waktu lama Aulia dan Angga pun melangsungkan penikahannya di rumah sakit. Awalnya sempat terjadi cekcok antara keluarga Angga dan Aulia tentang masalah poligami ini. Namun, pada akhirnya kedua keluarga itu setuju.


“Bagaimana para saksi Sah?” tanya penghulu yang menikahkan Angga dan Aulia.


Saat itu juga air mata Aulia jatuh bertubi-tubi membanjiri pipi dan hijabnya. Tak pernah ia bayangkan pernikahan seperti ini. Dua kali ia menikah dan dua kali juga ia tidak merasa begitu bahagia. Memang, penikahan yang kedua ini dengan orang yang sangat ia sayangi. Namun, bukan dengan cara seperti ini yang ia harapkan. Mungkin inilah yang terbaik untuknya. Sudah menjadi takdirnya seperti ini.


“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).


Meskipun Aulia sudah sah menjadi istri Angga. Akan tetapi, ia tak mau membuat Aliya cemburu kepadanya. Aulia berusaha untuk tetap meluruskan niatnya perawat Aliya anak-anaknya.


6 bulan kemudian....


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Selama 6 bulan ini, Aliya sama sekali tidak merasakan terganggu atas kehadiran Aulia di rumahnya, justru Aliya senang karena ada yang membantunya mengurus urusan rumah tangga. Mereka sangat kompak. Aulia benar-benar memberikan Aura positif di keluarganya. Aulia juga selalu memberikan semangat kepada Aliya agar bisa sembuh dari penyakit leukimia nya, sama seperti yang Aulia lakukan kepada Laura beberapa tahun silam. Kondisi Aliya saat ini sudah sangat membaik. Aulia pun kini sedang mengandung anak Angga. Usia kandungannya juga sudah menginjak umur 4 bulan.


Sore ini langit begitu cerah. Angin sepoi-sepoi menghembus lembut wajah-wajah bahagia mereka. Angga, Aliya dan Aulia kini sedang berada di sebuah danau bersama Azzam dan juga Azzura.


Jika kebanyakan orang yang mengambil keputusan untuk poligami akan mengalami cemburu antara istri satu dengan yang lainnya. Namun, untuk kali ini sangat berbeda. Angga sebagai suami Aliya dan Aulia lah yang justru merasa cemburu, karena ia sering di cuekin.

__ADS_1


“Kalian seru banget sih, Ayah boleh ikutan ga?” tanya Angga kepada sepasang anaknya yang baru belajar duduk.


“Boleh dong,” jawab Aliya dan Aulia kompak.


“Kompak banget sih,” ucap Angga seraya menatap Aliya dan Aulia secara bergantian.


Aulia dan Aliya pun terkekeh. Setelah asyik seharian bermain, mereka akhirnya kembali pulang ke rumahnya. Malam ini anginnya sangat sejuk sekali. Aulia berdiri menikmati angin yang mengibas lembut rambutnya.


“Ya Allah, terimakasih Engkau telah menakdirkanku untuk mencintainya lagi. Meskipun dengan cara seperti ini. Engkau begitu baik Ya Allah.” Aulia sangat bersyukur dengan apa yang ia dapatkan saat ini. Aulia juga tak berharap lebih kepada Angga saat ini. Ia hanya berusaha untuk terus menghormati Aliya sebagai istri pertamanya Angga.


****


Pagi ini Aulia memutuskan untuk jogging setelah cukup lama tidak melakukan rutinitas paginya ini. Sebelum pergi Aulia sudah memastikan bahwa Aliya aman untuk ditinggal ditambah lagi hari ini Angga tidak bekerja, karena hari ini adalah hari libur nasional.


Setelah beberapa menit berlari, Aulia istirahat sejenak. Awalnya Aulia merasa biasa saja dengan kondisi sekitarnya. Namun, tiba-tiba saja suasana hatinya berubah drastis.


Wah, Aulia kenapa ya guys?


Sorry ya guys baru bisa update hari ini.


Jangan lupa koment-koment di bawah ya guys, ya meskipun komentnya pedes-pedes😁 tapi ga apa-apa kok, sebagai pembelajaran juga kan🤗


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21


FB : Febi Ayeni

__ADS_1


__ADS_2