Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 11


__ADS_3

“Yank, kamu kenal Aulia dari mana?” tanya Randy.


“Waktu itu....”


Flashback on,


“Are you ok?” tanya Laura kepada seorang wanita yang tengah menangis di tengah taman kota Orchard, Singapore.


Wanita tersebut tak menjawab pertanyaan Laura sama sekali, ia hanya bisa menangis dan terus menangis. Laura lalu duduk disamping wanita tersebut yang sedang menundukkan kepalanya.


Wanita itu lalu mendongakkan kepalanya lalu berteriak, “GUE BENCI HIDUP GUE SENDIRIIII!!!” pekik wanita itu.


Laura terkejut mendengar ucapan wanita itu yang ternyata orang Indonesia juga.


“Lo kenapa?” tanya Laura.


Wanita itu menatap Laura dengan tatapan kaget, “lo orang Indonesia juga?” tanya wanita itu.


Laura tersenyum lalu menjawab, “iya gue orang Indonesia,” jawab Laura, “lo kenapa nangis?” tanya Laura lagi.


“Gue cerai sama suami gue,” jawab wanita itu yang kembali menangis.


Laura lalu menyandarkan wanita itu ke pundaknya, “gue resmi cerai kemarin, gue nyesel milih mantan suami gue ini dan ninggalin pacar gue di Indo,” ucap wanita itu.


“Kenapa lo lebih milih mantan suami lo ini?” tanya Laura yang mulai penasaran.


Wanita tersebut kemudian menghapus air matanya lalu menjulurkan tangan kanannya, “kita belum kenalan, gue Aulia.” Ucap wanita itu, ya wanita itu adalah Aulia.


Laura lalu menjabat tangan Aulia, “gue Laura.”


“Jadi sebenarnya....”


2 tahun yang lalu...


“Kamu kok ga malu sih pacaran sama aku, aku kan cupu?” tanya Aulia pada sang kekasih yang merupakan idola para cewek-cewek di sekolahnya.


Pacar Aulia lalu tersenyum, “karena kamu beda dari yang lain,” jawabnya, “kamu itu istimewa, kamu cantik dari hati Li, inner beauty kamu yang buat aku jatuh cinta sama kamu,” lanjutnya, Aulia tersenyum begitu bahagia mendengarnya.


Keesokan harinya....

__ADS_1


“OMG ini Aulia?” tanya seorang wanita dengan tampilan modis menyentuh jijik kucir rambut Aulia.


Wanita tersebut tak lain adalah Luna, tantenya Aulia. Luna datang kesini untuk menggantikan peran mama Aulia yang sudah meninggal 1 minggu yang lalu. Luna benar-benar baru bisa datang hari ini di sebabkan pada saat mama Aulia meninggal, Luna sedang dalam keadaan krisis ekonomi, sampai-sampai untuk membeli tiket pesawat dari London ke Indonesia saja uangnya tidak cukup. Tepat 3 hari sebelum mama Aulia meninggal, Luna mendapat kasus penggelapan uang perusahaan. Semua uang tabungan Luna ludes terpakai untuk menyewa pengacara untuk membersihkan nama baiknya.


Aulia menatap kedua bola mata tantenya dengan tatapan sinis, “ya iya lah tan, emang siapa lagi?” tanya Aulia kesal.


“Cupu banget sih Li penampilan kamu,” ledek Luna yang kemudian duduk di samping Aulia.


“Ya biarin aja kali tan, aku nyaman kok,” tukas Aulia.


Luna berjalan mengitari Aulia yang tengah belajar di atas karpet, “no no no, Aulia.” Ucap Luna, “kamu itu dulu cantik banget lho Li, bahkan sampai jadi primadona sekolah lagi. Lah pas udah SMA kok penampilannya malah kayak gini,” lanjut Luna yang sedikit jijik dengan penampilan keponakannya ini.


“Ngapain sih tan harus cantik-cantik kalau ujung-ujungnya hanya di jadiin mainan sama cowok-cowok?” tanya Aulia sambil melukis, karena ia takkan pernah bisa fokus belajar jika Luna ada disini.


Luna kemudian duduk disamping Aulia, “terus dengan penampilan kamu yang cupu gini bakalan ada gitu yang mau sama kamu?” tanya Luna.


“Ya pasti ada lah,” jawab Aulia nyolot, “dan dia sudah pasti tulus, karena penampilan aku aja dia terima kok apalagi kekurangan aku yang lain,” lanjut Aulia dengan percaya dirinya.


Luna lalu menepuk-nepuk buku Aulia yang ada di atas meja, “kamu lupain ini Li?” tanya Luna.


Aulia menatap kedua bola mata tantenya dengan tatapan kebingungan, “maksudnya?” tanya Aulia tak mengerti.


“Kamu itu pintar Li, dan cowok-cowok mau dekatin kamu yang cupu ini,” jeda Luna seraya menyentuh jijik kucir rambut Aulia, “pasti cuma manfaatin kepintaran kamu doang Li,” lanjutnya.


“Mendingan mulai hari ini kamu ubah penampilan kamu jadi lebih cantik lagi, agar cowok-cowok itu...” jeda Luna, “eh tapi tunggu dulu, kamu udah punya pacar?” tanya Luna.


“Sebenarnya udah sih tan, dia anak terpopuler di sekolah lagi,” jawab Aulia yang kemudian tersenyum bahagia.


“WHAT? REALLY?” tanya Luna yang benar-benar tak percaya dengan ucapan Aulia barusan.


Aulia mengganggukkan kepala.


“Kamu ga mimpi kan, Li?” tanya Luna yang masih tak menyangka.


“Iya tante, ga percayaan amat sih,” jawab Aulia ketus.


“Fix, lo di manfaatin Li,” ucap Luna.


Aulia kemudian menyusun buku-bukunya, “ih tante apaan sih,” cetus Aulia dengan tatapan sinisnya.

__ADS_1


“Angga itu baik kok tan, dia ga playboy juga,” lanjut Aulia yang kemudian berdiri dengan membawa buku-bukunya ke kamar.


“Eh, Li mau kemana?” tanya Luna, “tante belum selesai ngomong lho.”


Aulia membalikkan badannya menghadap tantenya, “aku mau belajar di kamar aja,” jawab Aulia kesal.


Luna menahan tangan kanan Aulia lalu berkata, “Li, coba deh kamu pikir-pikir lagi, siapa tau dia cuma manfaatin kepintaran kamu aja!” perintah Luna.


Kedua bola mata Aulia mulai berkaca-kaca mendengar ucapan tantenya itu, “Li, mana ada sih cowok populer yang mau pacaran sama cewek cupu,” ucap Luna, “kecuali...” jeda Luna sejenak.


“Kecuali apa tan?” tanya Aulia dengan lantang.


“Kecuali kalau dia hanya ingin menjadikan kamu sebagai orang yang bisa di suruh-suruh untuk ngerjakan tugas-tugas sekolahnya,” jawab Luna.


Aulia melepas paksa tangan Luna yang mencengkam lengannya, “Angga itu pintar jadi ga mungkin dia lakukan hal itu ke aku tan!” tegas Aulia dengan air mata yang sudah menetes di pipinya.


Aulia lalu memegang gagang pintu kamarnya, namun tiba-tiba Aulia menghentikan gerakan tangannya saat Luna berhasil membuatnya benar-benar terluka oleh ucapan tantenya itu.


“Berarti kamu hanya jadi barang taruhan buat dia,” ucap Luna.


Aulia sudah tak mampu lagi membantah ucapan tantenya itu. Aulia lalu masuk kedalam kamarnya dengan menghempaskan pintu dengan sekuat tenanganya.


Luna terkejut saat mendapati respon Aulia yang tidak ia sangka bakalan semarah ini. Luna mengetuk-ngetuk pintu kamar Aulia.


Tok Tok Tok....


“Aulia, tante minta maaf,” ucap Luna dari belakang pintu kamar Aulia.


“Tante ga bermaksud buat kamu sedih gini Li. Tante hanya ga mau kamu di manfaatin cowok-cowok yang tidak bertanggung jawab itu, Li.”


“Li, buka pintunya dong!” pinta Luna seraya mencoba membuka pintu kamar Aulia yang ternyata di kunci dari dalam.


Luna yang merasa bersalah seketika ikut meneteskan air matanya, “Li, tante sayang sama kamu, tante ingin jagain kamu, makanya tante berhenti kerja di London.”


Note: untuk flashback kali ini akan sedikit panjang ya guys, karena disini aku mau mengenalkan karakter Aulia dulu. Maaf jika ada yang kurang suka, tapi ini sebagai bukti penjelasannya nanti. 🙏🙏


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,

__ADS_1


IG : @febiayeni21


FB : Febi Ayeni


__ADS_2