
Randy dan Chika kini sudah berada di perjalanan ke rumah Laura. Sesampainya di depan pintu gerbang rumah Laura Randy menghentikan mobilnya.
"Yank, kamu masuk sendiri aja ya kedalam, aku ada urusan mendadak nih. Nanti kalau kamu udah mau pulang telpon aku ya, yank!" Ucap Randy sebelum Chika membuka pintu mobil.
"Yaudah kamu hati - hati ya!" Jawab Chika sambil menyalam tangan kanan Randy.
"Ini bonekanya?" Tanya Randy saat Chika yang sudah mengeluarkan kaki kanannya.
"Oh iya lupa!" Jawab Chika sambil tersenyum malu dan Randy hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.
Chika kini telah berada tepat di depan rumah Laura.
"LAURAAAAA! LAURAAA!" Teriak Chika.
Tak lama kemudian Bik Ijah pembantu yang bekerja di keluar Laura pun menyaut panggilan Chika.
"IYA BENTAR!" Jawab Bik Ijah yang berlari kecil ke arah sumber suara berada.
"Eh Non Chika!" Ucap Bik Ijah yang baru sampai di pintu gerbang sambil membukakan pintu gerbangnya.
"Mau cari Non Laura ya?" Tanya Bik Ijah dengan sangat Ramah.
__ADS_1
"Iya, Laura nya ada kan bik?" Tanya Chika kembali.
"Ada Non, yuk masuk dulu Non!" Jawab Bik Ijah.
"Sini Non, biar Bibik aja yang bawa barang - barangnya!" Lanjut Bik Ijah sambil mengunci kembali pintu gerbangnya karena Chika sudah berada di dalam lingkungan rumah Laura.
"Ini Bik, bonekanya biar Chika aja yang bawa soalnya mau langsung di kasih ke Laura nya bik!" Jawab Chika sambil memberikan parcel yang berisi buah - buahan.
"Baik Non kalau begitu!" Jawab Bik Ijah.
Chika dan Bik Ijah kini sudah sampai tepat di depan pintu rumah Laura karena kebetulan jalan dari pintu gerbang menuju rumahnya hanya berjarak kira - kira 3 meter. Ya rumah Laura hanya Rumah sederhana yang tak begitu besar apalagi jika di bandingkan dengan rumah Chika, yang jauh lebih besar berkali - kali lipat dari rumah Laura.
Chika sudah memasuki rumah Laura.
"Oh ya Non Chika, Non Laura nya ada di kamarnya. Non Chika langsung saja ke kamar Non Laura!" Lanjut Bik Ijah yang berjalan mengiringi langkah Chika.
"Baik Bik!" Jawab Chika sambil tersenyum.
Chika yang baru menaiki beberapa anak tangga tiba - tiba menghentikan langkah nya di karenakan Bik Ijah yang memanggil Chika.
"Non Chika!" Panggil Bik Ijah yang berlari kecil ke arah tangga karena tadi Bik Ijah udah sampai ke dapur.
__ADS_1
"Iya Bik, ada apa?" Tanya Chika sambil membalikkan badannya ke arah Bik Ijah yang berada di bawah tangga.
"Non Chika mau minum apa?" Tanya Bik Ijah.
"Chika mau jus apel saja Bik!" Jawab Chika sambil tersenyum.
"Baik Non kalau begitu Bibik buatkan jus apel nya dulu ya, Non!" Ucap Bik Ijah.
Chika kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar Laura. Ada rasa ke khawatir Chika yang begitu besar terhadap kondisi Chika. Namun Chika pun jadi merasa bersalah karena semenjak ia dekat sama Randy, ia sering tak meperdulikan Laura lagi. Chika sudah sampai di depan pintu kamar Laura. Ketika Chika ingin mengetuk pintu kamar Laura ada keraguan di hati Chika untuk menemui Laura karena ia benar - benar merasa bersalah ditambah lagi di sekolah kemarin ia melihat mata Laura yang begitu sembab seperti orang baru selesai menangis. Meskipun Chika tidak mengetahui sebab Laura menangis, tetap saja ia merasa bersalah karena pada saat Laura bersedih ia tak berada disamping sahabatnya sendiri.
Akhirnya Chika memberanikan diri nya untuk membuka pintu kamar Laura.
Kleeekkk .....
Betapa terkejutnya Chika saat melihat Laura tengah berdiri tepat di depan jendela kamarnya yang terbuka lebar.
"LAAAURAA!!!" Teriak Chika dengan histeris.
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉
Terimakasih buat yang udah dukung, like dan komentnya. 😊
__ADS_1