
Aliya kemudian perlahan bangkit dari tidurnya dengan mata yang berkaca-kaca, “kamu serius yank?” tanya Aliya yang masih tak menyangka.
Angga menganggukkan kepalanya dan kemudian kembali memeluk tubuh istrinya.
“Alhamdulillah ya Allah,” ucap Aliya dengan air mata bahagia yang membasahi pipinya.
Aulia yang melihat suasana romantis Angga dan istrinya hanya mampu menangis di belakang tembok dekat pintu. Aulia menghapus air matanya dan kemudian masuk ke dalam ruangan Aliya dengan senyumannya.
“Permisi,” ucap Aulia yang sontak membuat Angga dan Aliya melepaskan pelukannya serta menghapus air mata masing-masing.
“Pak Angga, Buk Aliya, ini resep vitamin yang harus rutin di minum agar Buk Aliya fisiknya bisa lebih kuat lagi,” ujar Aulia seraya memberikan catatan resep kepada Aliya.
“Terimakasih Dok,” sahut Aliya yang tak lupa menyunggingkan senyuman manisnya kepada Aulia.
Aulia tersenyum, “iya sama-sama,” jawab Aulia, “kalau begitu saya pamit dulu ya!” pinta Aulia berpamitan, “jangan lupa untuk Buk Aliya, harus istirahat yang cukup dan jangan stres ya!” perintah Aulia seraya mengelus bahu Aliya.
“Iya Dok,” jawab Aliya penuh semangat. Aulia pun pergi meninggalkan Angga dan Aliya yang masih berbincang-bincang.
Aulia lalu duduk termenung di ruangannya seraya mengenang masa-masa SMAnya dulu.
Flashback on,
Sebuah bola basket mengenai kaki kanan Aulia, “Aaww,” ucap Aulia seraya memegang kakinya.
Seorang pria tampan datang menghampiri Aulia yang tengah meringis kesakitan, “sorry-sorry gue ga sengaja,” ucap pria tersebut, “mana yang sakit?” tanya pria tersebut.
“Kaki gue nih,” jawab Aulia seraya menunjukkan kakinya yang terkena bola basket.
“Gue anterin lo ke UKS ya!” pinta pria tersebut.
Aulia menganggukkan kepalanya, pria itu pun kemudian merangkulkan tangan Aulia ke pundaknya.
“Gue minta maaf ya, gara-gara gue, lo jadi gini deh,” ucap pria tersebut.
“Ga apa-apa kok, salah gue juga jalan di dalam lapangan basket,” jawab Aulia seraya tersenyum.
“Oh ya gue Angga 12 IPS 1,” ucap Angga seraya menjulurkan tangannya kepada Aulia.
Aulia lalu menjabat tangan Angga, “gue Aulia 12 IPA 1,” jawab Aulia.
“Gue kok ga pernah ya liat lo di sekolah ini?” tanya Angga.
“Hehe, gue kan kata siswa-siswi disekolah ini cupu, kutu buku, jadi ya wajar gue ga terkenal di sekolah ini,” jawab Aulia seraya tersenyum.
__ADS_1
“Ohh iya iya, gue baru ingat, Lia kutu buku itu kan?” tanya Angga, Aulia hanya menganggukkan kepalanya.
Flasback off,
Aulia menghapus kasar air matanya mengenang masa-masa indahnya dulu bersama Angga. Sementara itu, Angga dan Aliya kini sudah kembali ke rumahnya.
Angga menuntun Aliya sampai ruang tamu dan mendudukkan tubuh Aliya di sofa, “kamu duduk disini dulu ya yank!” perintah Angga, Aliya pun menganggukan kepalanya.
Angga lalu mengambilkan segelas air putih dan juga buah-buahan untuk Aliya. Aliya terkekeh melihat Angga yang begitu sibuk mengurusinya, “haha, yank yank,” ucap Aliya.
Angga mengerutkan alis matanya, “kenapa sih yank?” tanya Angga kebingungan.
“Aku berasa jadi tamu tau yank,” jawab Aliya tersenyum, “pakai acara di sediain minuman sama buah-buahan lagi, haha,” lanjut Aliya yang kembali terkekeh.
Angga lalu duduk disamping Aliya, “ya kan bentar lagi kita bakalan jadi orang tua jadi harus berjuang dari sekarang dong yank,” ucap Angga seraya mengelus-elus perut Aliya.
“Aku ga nyangka yank, akhirnya kita diberi kepercayaan juga sama Allah untuk segera memiliki buah hati,” ujar Aliya yang kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang Angga.
“Alhamdulillah ya yank,” jawab Angga seraya tersenyum bahagia.
“Gimana kepala kamu yank, masih pusing?” tanya Angga sambil memijat kepala Aliya.
Aliya menganggukkan kepalanya, “iya yank sedikit,” jawab Aliya.
Karena kelelahan Aliya tertidur sangat pulas, hingga pada akhirnya Angga yang membangunkan Aliya untuk shalat subuh.
Angga menggoyang-goyangkan tangan Aliya, “sayang bangun yuk shalat subuh!” perintah Angga.
Aliya akhirnya terbangun dari tidurnya dengan sangat terkejut, “Ya Allah yank aku kesiangan,” ucap Aliya yang langsung turun dari tempat tidur, “sorry-sorry yank aku ketiduran,” lanjutnya yang kemudian duduk di lantai karena kepalanya terasa pusing akibat bangun tidur langsung berjalan.
Angga kemudian mendekati Aliya yang duduk tepat di depan pintu kamar mandi, “kenapa kamu yank?” tanya Angga.
Aliya memegang kepalanya, “pusing yank,” jawab Aliya.
Angga tersenyum, “makanya kalau baru bangun tidur itu duduk dulu,” ucap Angga seraya mencolek dagu Aliya.
“Emang udah jam berapa sih yank?” tanya Aliya.
“Jam 4 yank,” jawab Angga.
“Alhamdulillah masih sempat shalat tahajjud,” ujar Aliya yang kemudian berdiri, “kamu udah mandi yank?” tanya Aliya.
“Udah yank, aku cuma nunggu kamu aja lagi,” jawab Angga.
__ADS_1
“Yaudah kalau gitu aku mandi dulu ya!” pinta Aliya yang kemudian mengambil handuknya.
“Iya buruan entar telat lagi!” perintah Angga.
Sekitar 10 menit kemudian akhirnya Aliya selesai mandi dan langsung menganti pakaiannya untuk segera melaksanakan shalat. Setelah selesai Aliya tak lupa membuat sarapan sarapan dan segala keperluan suaminya.
“Kamu masuk jam berapa hari ini yank?” tanya Angga seraya memakai kemejanya yang sudah di setrika rapi oleh Aliya.
“Jam 1 yank,” jawab Aliya.
“Makan siang dimana kita?” tanya Angga.
“Aku kayaknya makan dirumah aja deh yank,” jawab Aliya, “kamu mau di masakin apa nanti biar aku anterin ke ruangan kamu nanti?” tanya Aliya.
Angga sejenak berpikir, “emm, aku mau batagor aja deh,” jawab Angga seraya tersenyum.
“Batagor kantin?” tanya Aliya lagi.
“Terserah kamu aja yank, kalau kamu sempat buat ya kamu buat tapi kalau ga ya ga apa-apa batagor kantin aja,” jawab Angga yang tak mau mematahkan semangat istrinya.
Aliya lalu tersenyum, “yaudah nanti aku usahain buat sendiri ya yank,” ucap Aliya.
“Tapi, kamu ga boleh terlalu kecapean ya yank!” perintah Angga, “kasian debay nya,” lanjut Angga yang kemudian mencium perut Aliya.
Aliya tersenyum bahagia, “oke yank,” jawab Aliya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB, Aliya pun segera berangkat ke kampus dengan membawa bekal untuk suami tercintanya. Senyum penuh bahagia terlukis manis dibibir mungilnya.
“Semoga aja mas Angga suka masakan aku kali ini,” ujar Aliya yang baru sampai di depan ruangan Angga.
Kedua bola mata Aliya terbelalak melihat apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Sungguh perih rasanya melihat pemandangan yang sama sekali tidak pantas ini.
Kira-kira apa ya yang sebenarnya terjadi?
Yuk tebak-tebak di kolom komentar😉
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,
IG : @febiayeni21
FB : Febi Ayeni
__ADS_1