Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 7


__ADS_3

Sesampainya di depan pintu gerbang rumah Randy, Randy langsung buru - buru keluar dari mobil dan menghempaskan pintu mobil dengan cukup kuat.


Hari demi hari Randy lewati tanpa perhatian dari kedua orang tuanya dan terkadang Randy berfikir cuma Kakek lah orang yang selalu ada di sisinya. Bahkan ketika pengambilan rapor atau ada acara sekolah kedua orang tuanya tak ada yang bisa menyempatkan diri sedikit pun untuk hadir dan peran Kakek lah yang selalu diandalkan oleh kedua orang tuanya.


SKIP . . . . 


Kembali ke Rumah Sakit Melati di Jaman now🤗


Randy yang sedang tertidur di samping kakeknya dengan posisi duduk terkejut karena ada yang mengelus - elus kepalanya. Randy yang penasaran segera memegang tangan yang mengelus kepalanya itu dengan pelan - pelan, alangkah terkejutnya Randy ketika ia tau ternyata itu adalah tangan kakek yang baru sadar dari komanya.


"KAKEK? " Ucap Randy dengan tersenyum bahagia.


"Raaa... nndyyyy! " Ucap Kakek terbata - bata sambil menggenggam tangan Randy dan Randy pun menggenggam kembali tangan kakek dengan kedua tangannya.


"Iya kek! "Jawab Randy sambil melihat raut wajah Kakeknya yang sangat pucat


"Kaaa...muuu jaaa..nnjii yaa sama Kakeekk, jaa...ngaan perr..naah memm..ben.. cii orang tuu.. aa muu, mee..reeka saa...yaang padaaa muu!" Ucap Kakek terputus - putus seketika membuat air mata Randy terjatuh mendengar ucapan kakeknya itu.


"Tee..riima kaa..sihh Rann...dyyy uuu...dah jaaa...gaaiiinn kaa..kek seee...laama ini." Lanjut Kakek dengan suara yang makin lama semakin menghilang.


Tiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttt. . . . ! ! !


Suara monitor pendeteksi detak jantung Kakek menunjukkan garis lurus yang artinya Kakek Randy sudah tiada. Randy pun langsung berteriak hiteris.

__ADS_1


"DOKTERRRR....!!! DOKTERRR...!!!" Teriak Randy. Kemudian Dokter pun datang dan segera melakukan penanganan pertama dengan mengosok - gosokan kedua alat untuk memeriksa detak jantung kakek.


"Innallillahiwainnailaihi raji'un!" Ucap Dokter sambil menutup tubuh kakeknya dengan selimut putih yang di pakai kakeknya Randy. Mendengar ucapan Dokter, Randy langsung menangis histeris dan memeluk tubuh kakeknya yang telah ditutupi selimut putih itu.


"Kakek, kenapa kakek ninggalin Randy, Randy ga punya siapa siapa lagi Kek!" Ucap Randy sambil menangis. Tak lama kemudian saat Randy mengucapkan kalimat itu terlihat seorang wanita berdiri didepan pintu kamar tempat kakek Randy berada dan sontak wanita itu terkejut dan menghampiri kakek Randy yang sudah ditutupi dengan selimut putih itu.


"PAPIII..!!!" Ucap Mama Randy sambil menangis haru. Ya wanita itu adalah Mama Randy.


Tagisan haru pun pecah saat kepergian Kakek Randy. Dan disaat yang seperti ini Randy benar - benar membutuhkan Laura disampingnya untuk menenangkannya namun sejak saat itu Laura menghilang begitu saja tanpa kabar sama sekali.


****


Hari ini tepat 1 tahun kepergian Kakek Randy dan juga menghilangnya Laura yang secara tiba - tiba bagaikan ditelan bumi. Randy sudah berusaha mencari tau kemana Laura pergi bahkan Laura pun sudah tidak bersekolah di tempat Randy sekolah. Akhirnya Randy memilih untuk pindah sekolah berharap ia bisa melupakan orang yang dulunya selalu ada untuknya yaitu Laura.


****


"Lu duluan aja deh, gue nyusul aja!" Jawab Chika sambil tersenyum - senyum melihat seorang Pria yang bermain basket itu.


"Lu liat apaan sih, pakai acara senyum senyum segala lagi kayak orang gila!" Ledek Laura.


"Iss lu tu ga tau ya? Itu liat cowok yang pakai topi NY itu anak baru yang ganteng banget!" Jawab Chika.


"Dia itu anak baru juga sama kayak lu baru 1 bulan disini, dan lu sama dia ga ada bedanya sama sama jadi idola sekolah sekarang!" Lanjut Chika.

__ADS_1


"Masak lu ga kenal sih?" Tanya Chika.


"Enggak! "Ucap Laura santai.


"Ya ampun Laura lu ga kenal sama dia?" Tanya Chika lagi sambil memegang pundak Laura.


"Enggak, dan ga mau tau!" Jawab Laura santai.


"Tapi Alhamdulillah kalau lu ga mau tau tentang dia, jadi gue ga perlu saingan sama lu deh!" Ucap Chika yang tersenyum - senyum bahagia.


"Ya Ya Ya Ya, terserah lu aja deh Chik!" Jawab Laura sambil melepas kedua tangan Chika dari pundaknya.


"Udah ah gue mau ke kantin dulu, Lapeerr." Lanjut Laura dan langsung pergi meninggalkan Chika sendiri. Namun Chika tidak memperdulikan ucapan Laura karena Chika masih asik melihat Pria yang ia katakan kepada Laura tadi.


"Dia ganteng kan Ra? "Tanya Chika.


"Laura?" Tanya Chika kemudian menoleh kebelakang dan ternyata Laura sudah tidak ada.


"IIIHHH.. LAURAAA TUNGGUIN GUE!" Ucap Chika yang baru sadar kalau Laura sudah pergi meninggalkannya sendiri.


Jangan lupa like dan koment nya ya guys.. 😉


Jangan lupa klik tanda love nya juga ya agar ga ketinggalan update ceritanya.

__ADS_1


Terimakasih ya yang udah mau partisipasi di novel saya😊


TERIMAKASIH . . . .


__ADS_2