
Sesampainya Laura di rumahnya...
"Lah, kok kakak gk bawa buahnya sih?" tanya Aliya yang kebingungan dengan tingkah Laura yang begitu tergesa - gesa.
"Aduh, sorry sorry Al, Kakak banyak kerjaan tadi jadi lupa deh," jawab Laura sambil berjalan menuju kamarnya.
"Hmm, yaudah deh nanti aku beli sendiri aja deh," ucap Aliya dengan muka cemburutnya.
"Sorry ya Al, Kakak beneran lupa tadi," teriak Laura yang baru masuk ke dalam kamarnya.
"Iya iya ga apa - apa kok," jawab Aliya kesal.
Aliya pun berjalan menuju dapur untuk mencari keberadaan Mamanya yang sedang memasak makanan untuk makan malam.
"Ma, Aliya beli buah dulu ya," ucap Aliya sambil mencium tangan kanan Echa yang sedang memegang sendok goreng.
"Loh, kan udah dititip ke Laura tadi kok beli lagi?" tanya Echa yang terkejut dengan ucapan Aliya.
"Iya, tapi Kak Laura lupa," jawab Aliya sambil memajukan bibirnya beberapa senti.
"Yaudah sana beli buahnya keburu maghrib loh!" peritah Echa sambil melanjutkan kegiatan memasaknya itu.
"Iya Ma, Aliya pergi dulu ya, Assalammu'alakum Ma," jawab Aliya sambil berjalan menuju supermarket yang tak begitu jauh dari rumahnya itu.
Aliya pun sudah berada di dalam supermarket dan tidak butuh waktu lama Aliya langsung mengambil beberapa jenis buah - buahan dan membawanya ke kasir dan membayar belanjaannya.
__ADS_1
Dengan langkah santai Aliya pun keluar dari supermarket tersebut, saat Aliya baru saja keluar dari supermarket tersebut tak sengaja Aliya melihat sosok seorang pria yang sedang bermain dengan anak kecil di halaman parkiran.
"Hah, itu kan kak Randy kok bisa ada disini ya?" tanya Aliya kepada dirinya sendiri.
"Ga mungkin aku pasti salah lihat nih," ucap Aliya sambil mengucek - ngucek kedua matanya.
"Hah, benaran Kak Randy, aku harus kasih tau Kak Laura nih," ucap Aliya dengan langkah yang tergesa - gesa sambil menutup matanya dengan telapak tangannya.
Aliya pun berjalan dengan sangat terburu - buru agar Randy tidak menyadari keberadaannya di tempat itu. Saat ini serasa jantung Aliya mau copot karena tiba - tiba melihat Randy ada disini. Beberapa saat kemudian akhirnya Aliya berhasil lolos dari Randy. Aliya baru saja sampai di rumahnya dengan jantung yang masih berdetak begitu kencang. Aliya sangat tergesa - gesa meletakkan buah - buahan yang baru saja ia beli di supermarket tadi di atas meja makan, Echa yang melihat tingkah Aliya yang tidak biasa itu pun membuat Echa bertanya - tanya dalam hati, hingga pada akhirnya Echa menegur Aliya untuk menanyakan apa yang sedang terjadi pada Aliya sebenarnya.
"Kenapa sih Al, kok buru - buru gitu Mama lihat?" tanya Echa yang begitu penasaran.
"Tadi aku lihat Kak Randy di parkiran supermarket Ma," jawab Aliya dengan nada bicara yang berbisik - bisik agar Laura tak mendengar ucapannya.
"Aliya takut kalau cerita sama Kak Laura bisa bisa Kak Laura down lagi Ma," jawab Aliya sambil melerapikan tata letak buah - buahan yang baru saja ia beli.
"Tadinya Aliya mau langsung bilang ke Kak Laura Ma, tapi takut nantinya Kak Laura malah down lagi deh," lanjut Aliya dengan muka cemburutnya.
"Ga usah dipikirin Al, Kakak udah tau kok," ucap Laura yang tiba - tiba datang dari belakang Aliya sambil membawa segelas air putih.
"Loh, kok Kakak biasa aja sih kak?" tanya Aliya yang penasaran dengan sikap Laura yang tidak biasanya seperti ini.
"Ya ngapain sih dipikirin Al, kan semuanya udah berlalu," jawab Laura yang begitu santainya sambil meminum air putih dari gelas yang ia bawa tadi.
"Gini ya Al, kalau kakak nangis - nangis lagi apa semuanya bakalan kembali seperti yang kakak inginkan?" tanya Laura kepada Aliya yang begitu serius melihat wajah Laura.
__ADS_1
"Ya ga juga sih Kak," jawab Aliya.
"Ya maka dari itu Al, ketika kita menghadapi suatu masalah dari situ kita harus bisa belajar arti hidup yang sebenarnya Al. Kita boleh saja nangis bahkan sampai down tapi jangan sampai berputus asa. Allah itu ga tidur Al, dia lihat apapun yang kita lakukan saat ini. Dan Allah itu ngasih kita ujian yang kita rasa itu berat, karena Allah tau bahwa kita itu pasti kuat menghadapinya," ucap Laura dengan bijaksana yang membuat Aliya begitu kagum kepada Laura yang saat ini ada di depannya.
"Jujur Al, Kakak tadi sempat pergi pas liat Chika, tapi pas kakak sampai rumah kakak mikir, kenapa sih tadi kakak harus menghindar toh semua sudah terjadi, ga bisa juga kembali seperti yang kakak inginkan, tapi ya mau gimana lagi spontan kakak langsung pergi gitu aja tadi," lanjut Laura lagi.
"Tapi kakak sekarang ga sedih kan?" tanya Aliya dengan wajah khawatirnya.
"Tenang aja Al, kakak bisa handle kok," jawab Laura sambil tersenyum.
"Bagus deh kalau gitu kak, aku jadi lega dengar ucapan kakak tadi," ucap Aliya sambil tersenyum.
"Tuh, makanya Al banyak - banyak belajar dari Kak Laura!" perintah Echa yang kemudian pergi meninggalkan Laura dan Aliya di meja makan.
"Iya Ma, udah pasti kalau itu mah, " sahut Aliya sambil tersenyum.
Hai guys, sorry ya up nya sering lama soalnya lagi banyak kerjaan akhir - akhir ini, jadinya upnya jarang, sorry ya guys. 🙏
Yang punya noveltoon bantu vote novel ini dong biar author lebih semangat lagi.
TERIMAKASIH . . . .
IG : @febiayeni
FB : Febi Ayeni
__ADS_1