Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 13


__ADS_3

Aulia sangat-sangat terkejut mendengar semua ucapan Angga dan teman-temannya. Seketika air matanya menetes membasahi pipinya.


“Tante Luna benar, Angga cuma jadiin gue barang taruhan doang,” ucap Aulia. Aulia kemudian menghapus kasar air matanya.


Aulia lalu berjalan menghampiri Angga dan teman-temannya itu. Angga dan teman-temannya seketika terkejut melihat Aulia tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Mereka terkejut bukan karena penampilan Aulia yang berubah, namun kehadiran Aulia yang secara tiba-tiba ini.


Angga lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Aulia, “kamu udah lama disini?” tanya Angga yang sedikit grogi.


Aulia hanya diam dengan kedua bola mata yang menunjukkan amarah terpendam. Kedua bola mata Aulia berkaca-kaca.


“Lo pakai hijab sekarang Li?” tanya salah satu teman Angga.


“Iya, tapi lo lebih cantik sih kalau kayak gini,” sambung teman Angga lagi.


“Iya ya yank, kamu cantik banget pakai hijab gini, aku jadi makin cinta sama kamu,” ucap Angga seraya merangkul pundak Aulia.


Aulia lalu melepas kasar tangan Angga dari pundaknya, “udah basa-basinya?” tanya Aulia yang masih mencoba membendung air matanya.


“Kamu ngomong apaan sih yank?” jawab Angga dengan kembali melontarkan pertanyaan.


Air mata Aulia akhirnya menetes, “APA KURANG JELAS PERTANYAAN GUE TADI, NGGA?” tanya Aulia dengan penuh penekanan.


“Kita ga basa-basi yank,” jawab Angga mencoba pura-pura tidak tau apa yang sebenarnya Aulia maksud.


“Oke kalau masih kurang jelas, biar gue perjelas saat ini juga!” tegas Aulia, “GUE MAU KITA PUTUS!” tegas Aulia tanpa mempertimbangkan lagi perkataannya.


Angga lalu menggenggam kedua tangan Angga dan menatap kedua tangan Angga, “kenapa kamu minta putus yank, apa salah aku?” tanya Angga yang sama sekali tidak merasa bersalah.


“Salah kamu?” tanya Aulia sambil melepaskan tangan Angga yang menggenggamnya.


Aulia lalu berjalan menuju sebuah meja yang di atasnya masih tergeletak uang taruhan antara Angga dan teman-temannya. Aulia lalu memukul dada bidang Angga dengan uang yang sudah tersusun rapi dalam amplop berwarna coklat itu.


“Lo ga salah apa-apa kok,” jawab Aulia, “gue yang salah karena udah mau jadi barang taruhan lo lo pada,” lanjut Aulia seraya menunjukkan satu persatu teman-teman Angga secara bergantian.


“Dan gue ga nyangka sama lo Angga,” ucap Aulia sambil mendorong pelan Angga dengan jari telunjuknya, “ternyata lo sama aja, sama laki-laki munafik lainnya, yang hanya bisa nyakitin cewek aja,” lanjut Aulia dengan air mata yang terus-menerus membasahi pipinya.

__ADS_1


“Gue kira lo beda dari laki-laki munafik itu Ngga,” jeda Aulia sesaat, “tapi nyatanya apa? Lo udah hancurin semua kepercayaan yang gue kasih ke lo Ngga. Lo juga udah jatuhkan ketulusan hati yang gue punya untuk lo Ngga.” Aulia lalu berjongkok dihadapan Angga dengan menundukkan kepalanya.


Aulia menangis sejadi-jadinya, ia benar-benar tak menyangka Angga yang selalu ia bela di depan tante Luna ternyata tega mengkhianati dirinya.


Angga kemudian berjongkok mengikuti Aulia, “Li, ini ga seperti yang kamu pikirkan,” ucap Angga seraya mengelus-elus pundak Aulia.


“Tapi ini seperti yang gue dengar, kan?” tanya Aulia yang masih menundukkan kepalanya.


“Li, aku akan balikan uang ini ke mereka, tapi aku mohon kita jangan putus Li!” pinta Angga sambil memeluk tubuh Aulia.


“Lepasin gue!” perintah Aulia.


“Aku ga akan lepasin kamu, sampai kamu tarik kata-kata tadi,” jawab Angga.


“LEPASIN GUE GA!” tegas Aulia lagi dengan penuh penekanan. Angga pun akhirnya melepakan pelukannya.


Aulia kemudian berdiri diikuti oleh Angga. Dengan badan tegap Aulia menantap Angga, “gue ga akan pernah tarik kata-kata gue, gue kecewa sama lo, guee...” jeda Aulia yang tak mampu lagi melanjutkan kata-katanya dikarenakan dadanya sesak menahan semua rasa sakit ini.


Melihat Aulia yang tak mampu berkata-kata lagi, Angga langsung memeluk erat tubuh Aulia, “aku sayang sama kamu Li, awalnya ini semua emang taruhan Li, tapi seiring berjalannya waktu rasa sayang itu tumbuh Li,” ucap Angga seraya memejamkan kedua matanya, “please Li jangan putusin gue!” pinta Angga.


Aulia menggeleng-gelengkan kepalanya, “gue ga segampang itu untuk bisa lo kelabui lagi Ngga!” tegas Aulia yang kemudian pergi meninggalkan Angga.


“Aulia tunggu!” teriak Angga yang seketika menghentikan langkah kaki Aulia.


Angga kemudian meletakkan uang tersebut di atas meja, “Sorry bro, gue ga bisa ambil uang taruhan ini, Aulia sama sekali ga pantas jadi barang taruhan kayak gini,” jeda Angga sejenak, “Aulia terlalu sempurna buat gue,” lanjut Angga yang membuat Aulia menangis sejadi-jadinya.


Angga lalu menghampiri Aulia, “aku udah balikan uang itu,” Angga lalu menggenggam kedua tangan Aulia, “kamu mau kan tetap jadi pacar aku?” tanya Angga.


Aulia lagi-lagi melepas paksa genggaman tangan Angga, “gue ga butuh omong kosong lo, gue hanya butuh bukti Ngga!” tegas Aulia.


Aulia lalu pergi meninggalkan Angga dan teman-temannya begitu saja. Angga benar-benar tak menyangka bahwa Aulia begitu keras kepala. Angga menjambak rambutnya sendiri.


“AAGGGHHH!” pekik Angga.


“Cowok bodoh macam apa gue ini sampai gue tega nyakitin cewek sesempurna Aulia?” tanya Angga yang benar-benar kesal terhadap dirinya sendiri.

__ADS_1


“Lo benaran udah mulai sayang sama Aulia?” tanya salah satu teman Angga.


“Gue sayang bro sama dia benar-benar sayang sama dia,” jawab Angga dengan mata yang mulai berkaca-kaca, “gue nyesal udah lakuin hal konyol kayak gini hanya karena uang 5 juta.”


“Tapi lo sayang dia bukan karena dia udah cantik sekarang, kan bro?”


“Ya ga lah, gue sayang dia karena dia beda dari cewek-cewek lain bro, dia itu benar-benar cewek idaman,” jawab Angga.


Hari ini Angga mencoba untuk membujuk Aulia lagi agar mau menerimanya kembali. Angga menghampiri Aulia yang tengah duduk di kantin sekolah sambil memakan batagor kesukaannya.


Tanpa meminta izin terlebih dahulu Angga langsung duduk di depan Aulia lalu berkata, “pagi Biku,” ucap Angga seraya tersenyum.


“Nama gue Aulia bukan Biku,” jawab Aulia ketus.


“Biku itu kepanjangannya Bidadariku Li,” ucap Angga cengengesan.


“Oh,” jawab Aulia singkat.


“Cuma OH doang?” tanya Angga.


“Mau ditambah kuah batagor emang?” jawab Aulia yang kembali bertanya.


Angga terkekeh, “bisa aja kamu ngelawaknya,” jawab Angga.


Kira-kira Aulia bakalan mau nggak ya balikan sama Angga?🤔


Yuk guys coret-coret di kolom komentarnya ya.😉


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21


FB : Febi Ayeni*

__ADS_1


__ADS_2