Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 135


__ADS_3

“Gue tau kok Ra, lo pasti sedih banget karena ga jadi nikah sama orang sebaik dan sebijak Dimas. Gue ga nyangka kalau lo harus rasain sakit sepedih ini lagi. Gue pengen kali jadi pelindung lo Ra, tapi takut karena gue belum mampu ngontrol emosi gue sendiri. Gue ga sedewasa Dimas yang selalu tenang dalam menghadapi masalah, tapi gue juga ga mau biarin lo nikah sama Angga, karena Angga ga cinta sama lo tapi cinta sama Aliya adek lo sendiri.” Ucap Randy yang berkali-kali menatap wajah Laura dan kemudian mengalihkannya.


“Tapi gue juga ga mungkin ngancurin pertunangan lo gitu aja sekalipun Angga udah minta tolong ke gue. Sebelum lo minta tolong ke gue tentang masalah ini, gue tetap ga bisa bantuin lo, karena gue ga mau jadi orang yang egois, meskipun gue tau lo juga pengen ga nyakitin hati Aliya, tapi biar bagaimana pun juga lo ga salah mengikuti perintah orang tua lo, meskipun harus menyakiti adek lo sendiri.” Lanjut Randy menatap sayu wajah Laura yang tertidur pulas.


“Gue selalu berhadap kepada sang khalik bahwa lo lah yang jadi jodoh gue, karena lo cinta pertama yang akan menjadi cinta terakhir gue, Aamiin.” Ucap Randy yang kemudian tersenyum.


5 menit kemudian akhirnya Randy dan Laura sampai tepat di depan gerbang rumah Laura. Sebenarnya Randy tak tega untuk membangunkan Laura yang sedang tidur, tapi mau tidak mau Randy harus tetap membangunkan Laura, karena biar bagaimana pun juga Randy tau bahwa Laura layak di hormati.


“Laura,” panggil Randy sambil melambai-lambaikan tangannya ke depan Laura.


“Ra, kita udah sampai loh,” ucap Randy dengan volume suara yang mulai meninggi.


Akhirnya Laura pun bangun, “emm, kita udah sampai ya?” tanya Laura sambil mengucek-ngucek matanya.


“Belum,” jawab Randy santai.


“Kalau belum kok gue dibangunin sih, gue ngantuk banget.” Celoteh Laura dengan pandangan yang masih samar-samar.


“Kalau ke KUA belum nyampai, kalau ke rumah lo udah,” jawab Randy terkekeh.


“Gombal mulu lo Ran, sampai kenyang gue makan gombalan lo mulu dari tadi,” ledek Laura yang kemudian ikut terkekeh.


“Ya ga apa-apa kali Ra, kan lumayan hemat budget Ra,” jawab Randy yang kembali terkekeh.


“Udah ah turun lo sana,” ucap Randy sambil senyum-senyum.


“Wah wah parah lo Ran, main usir-usir aja lo,” jawab Laura dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Ya terus lo mau nginep di mobil gue?” tanya Randy sambil mengerutkan alis matanya.


“Ngapain juga gue nginep di sini, entar lo apa-apain gue lagi,” jawab Laura dengan menatap mata Randy sinis.


“Ya makanya kita ke KUA dulu biar Afdhal,” ucap Randy sambil menaik turunkan alis matanya.


“Udah ah gue masuk rumah gue dulu, bisa gila gue lama-lama sama lo,” jawab Laura yang kemudian membuka pintu mobil Randy.


“Eh tunggu dulu!” pinta Randy kepada Laura yang baru saja menurunkan sebelah kakinya dari mobil Randy.

__ADS_1


“A elah lo Ran, kangen bener sih lo sama gue sampai-sampai lo ga ikhlas gini gue turun,” jawab Laura dengan pedenya.


Randy mengambil sajadah yang ia berikan kepada Laura tadi, “Buk, jadi orang jangan kepedean amat deh,” ledek Randy yang kemudian terkekeh, “gue cuma mau ngasih ini kali.” Lanjutnya sambil memberikan sajadah kepada Laura.


“Lah ini kan punya lo, ngapain lo kasih ke gue?” tanya Laura kebingungan.


“Biar lo lebih cinta sama Allah dari pada sama gue,” jawab Randy tersenyum.


Laura mengambil sajadah tersebut, “pede amat sih lo Ran, heran gue.” Ucap Laura yang kemudian turun dari mobil Randy.


“Bagi gue yang penting bisa buat lo bahagia kayak gini aja gue udah senang banget,” jawab Randy dengan senyum penuh arti.


“Yaudah makasih ya,” ucap Laura dengan membalas senyuman Randy, “kalau gitu gue masuk dulu ya!” pinta Laura.


“Iya sama-sama, kapan-kapan kita jalan bareng lagi ya!” pinta Randy.


“Iya iya asal lo traktir,” jawab Laura terkekeh.


“Iya iya, takut amat sih disuruh bayar sendiri,” ucap Randy.


“Yaudah gue pulang dulu ya, Assalammu’alakum.” Ucap Randy yang tak lupa merekahkan senyuman termanisnya.


“Wa’alaikumsalam, hati-hati ya!” pinta Laura sambil tersenyum. Randy hanya menjawabnya dengan memberikan senyuman.


Laura berjalan menuju rumahnya sambil tersenyum bahagia mengingat ucapan-ucapan yang Randy lontarkan. Sesampainya di kamarnya Laura langsung disambut oleh Aliya yang dari tadi memperhatikan Laura dari balkon kamarnya.


“Hayo kak Laura dari mana?” tanya Aliya dengan nada meledek.


“Jalan-jalan dong,” jawab Laura sambil tersenyum.


“Hah jalan-jalan?” tanya Aliya dengan volume suara cukup kuat. Laura yang nyaris terkejut mendengar Aliya berbicara dengan volume suara yang cukup kuat itu spontan langsung menutup mulut Aliya.


“Ngomongnya jangan kenceng-kenceng kali Al,” tegur Laura yang membuat jantungnya nyaris copot.


“Sorry-sorry Kak kelepasan,” jawab Aliya dengan senyuman malu.


“Kita cerita di dalam aja deh!” ajak Laura sambil menyeret lengan Aliya untuk masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Laura menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur dengan asal. “Huff, capek juga ternyata.” Ucap Laura.


“Kakak dari mana sih?” tanya Aliya yang kemudian duduk di atas tempat tidur Laura dengan kaki yang terulur ke bawah.


Laura langsung duduk menghadap Aliya, “Aliya sini-sini!” ajak Laura untuk mengikuti cara duduknya saat ini dengan kali bersila. Aliya yang polos, tanpa pikir panjang langsung mengikuti arahan dari Laura.


“Kamu tau ga kakak jalan sama siapa? tanya Laura sambil senyum-senyum.


“Kak Randy mungkin?” jawab Aliya dengan kembali melontarkan pertanyaan.


“Yes all right Aliya, dia ngajak kakak ke danau Sanghyang lagi,” ucap Laura kesenangan.


“Really?” tanya Aliya tak menyangka. Laura menganggukan kepalanya dan kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


“Kak Randy emang the best banget ya Kak, dia bisa tau gitu kalau Kakak sebenarnya udah lama banget pengen ke situ tapi belum kesampaian. Is the best deh kak Randy.” Ucap Aliya dengan mengacungkan jempolnya.


“Huff, padahal itu mah gue yang ngasih tau kak Randy,” ucap Aliya dalam hati.


Pagi tadi sebenarnya yang membuat Randy telat menjumpai Laura adalah Aliya. Aliya baru datang ke cafe move on setelah Laura pergi ke taman untuk menjumpai Randy. Awalnya Aliya ingin datang lebih cepat namun Randy mengarahkan agar Aliya pergi setelah Laura ke taman.


Cafe Move On,


“Al, gimana nih gue bingung nih?” tanya Randy yang mulai panik.


“Emm, sebenarnya Aliya juga bingung sih kak cara batalin pernikahan kak Laura sama mas Angga,” jawab Aliya sambil menggigit bibir bawahnya.


“Nah gini aja kita pakai cara halus aja,” ucap Randy yang baru mendapatkan ide.


Sorry ya guys baru up🙏🙏


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,😉


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni

__ADS_1


__ADS_2