
Seketika Laura yang melihat Aliya dan Angga yang sedang berlari-larian, Laura kembali teringat oleh masa lalunya ketika ia masih bersahabat dengan Randy.
Flashback,,
"Randy, sini deh gue ada sesuatu untuk lo!" ajak Laura.
"Apa sih Ra, lo ngapain sih di pakaian bayi?" tanya Randy yang kemudian mendekati Laura.
"Tara," ucap Laura dengan sangat ceria sambil memakaikan topi bayi ke kepala Randy.
"Ihh lo lucu deh kalau pakai ini," lanjut Laura sambil mencubit pipi Randy.
"Kalau lo lebih cocok pakai ini, dodot bayi." Ucap Randy sambil menyodorkan dodot bayi tersebut ke bibir Laura.
"Ini lebih cocok untuk lo kali," jawab Laura sambil melepaskan cubitannya dan kemudian mengambil dodot bayi tersebut serta menyodorkannya ke mulut Randy.
"Tuh kan makin imut," lanjut Laura sambil senyum-senyum melihat Randy.
"Eh tunggu dulu, lo ngapain sih ke perlengkapan bayi gini, kita kan mau nyari baju untuk perpisahan kelas 12 besok?" tanya Randy sambil meletakkan kembali barang-barang bayi tersebut ke tempatnya.
"Atau jangan-jangan lo hamil ya?" tanya Randy lagi dengan nada berbisik.
"Ihh Randy apaan sih," jawab Laura sambil memukul dada Randy.
"Udah deh lo ngaku aja," ledek Randy yang membuat Laura langsung merengut.
"Tau ah," jawab Laura kesal yang kemudian pergi meninggalkan Randy, Randy pun mengikuti langkah kaki Laura.
"Tapi lo benaran ga lagi hamil kan?" tanya Randy lagi dengan nada berbisik.
"Iiih Randy ngeselin deh, ya ga lah. Pacar aja gue ga punya," jawab Laura kesal sambil memukul-mukul Randy kembali.
"Jadi kalau lo punya pacar lo bisa hamil gitu?" tanya Randy yang membuat Laura naik darah.
"Ya ga lah, emang lo kira gue cewek murahan. Dengerin nih ya Randy, kalau kita cinta sama lawan jenis kita tu ya boleh-boleh aja tapi bodoh jangan sampai. Jaman sekarang masih diperbudak yang namanya cinta, oh sorry itu bukan gue." Jawab Laura tegas yang membuat Randy benar-benar salut dengan kedewasaan Laura.
"Nah gitu dong baru namanya tulang rusuk gue," ucap Randy sambil mencubit gemes hidungnya Laura.
"Lo kira ga sakit apa main cubit-cubit hidung gue aja," ucap Laura sambil mengelus-elus hidungnya yang habis dicubit Randy.
"Ga, kan gue ga ngerasain," jawab Randy.
"Sini gue kasih tau rasanya," ucap Laura sambil mencubit kembali hidung mancung Randy.
"Aduh duh sakit tau," jawab Randy sambil mengelus-elus hidungnya yang habis dicubit Laura.
"Tu lo tau rasanya," ucap Laura kesal.
"Ya kalau lo wajar dong gue cubiti biar hidung lo tu mancung, kalau gue kan memang udah mancung ngapain lagi harus dicubiti," jawab Randy yang tidak mau kalah.
__ADS_1
"Tapi lo masih kalah mancung dari pinokio, tau." Ucap Laura.
"Ya beda dong, kalau gue mancung natural tanpa tipu-tipu kalau pinokio kan mancungnya karena tipu-tipu," jawab Randy sambil menaik turunkan alis matanya.
"tipu-tipu, kayak bahasanya upin ipin aja," ledek Laura sambil tersenyum.
"Ra, sana yok. Bajunya kayaknya keren-keren deh!" ajak Randy sambil menarik tangan Laura.
"Gue kok jadi deg-degan gini ya dipegang Randy ga kayak biasanya, apa gue juga mulai ngerasain apa yang Randy terhadap gue?" tanya Laura dalam hati.
"Ga ga, gue ga boleh jatuh cinta sama Randy, gue ga mau kehilangan Randy," ucap Laura dalam hati.
"Ra, baju ini keren ga sih buat gue?" tanya Randy sambil memegang baju yang ia pilih.
"Tapi apa mungkin Randy akan selamanya kayak gini ke gue meskipun statusnya udah beda?" tanya Laura dalam hati. Randy yang melihat Laura tiba-tiba terdiam pun merasa heran dengan tingkah Laura yang tadinya masih ketawa-ketiwi, namun saat ini jadi murung seperti ini.
"Ra, lo sakit?" tanya Randy sambil meletakkan punggung tangannya ke kening Laura.
"Tapi ga panas kok," ucap Randy. Laura pun menurunkan tangan Randy dari keningnya.
"Gue ga apa-apa kok Ran, gue cuma badmood aja," jawab Laura dengan senyum paksanya.
"Atau lo laper?" tanya Randy lagi yang mulai khawatir dengan Laura.
"Ga gue ga laper kok," jawab Laura.
"Yaudah kalau gitu lo tunggu disini bentar ya, tu ada kursi lo duduk aja disitu dulu!" perintah Randy sambil menunjuk kursi yang ada di dekatnya.
"Ada deh pokoknya lo jangan kemana-mana dulu, tunggu gue disini aja, oke!" pinta Randy mengelus rambut indah Laura.
"Jangan lama-lama," ucap Laura yang kemudian duduk di kursi tersebut.
"Siap tuan putri," jawab Randy yang kemudian pergi meninggalkan Laura.
5 menit kemudian akhirnya Randy kembali dengan membawa sebuah plastik putih yang berisi coklat dan juga es krim. Randy kemudian duduk disamping Laura sambil memegang satu es krim dan satu batang cokelat.
"Nih, lo pilih es krim atau cokelat?" tanya Randy dengan tersenyum lebar.
"Gue mau dua-duanya," jawab Laura yang langsung mengambil es krim dan cokelat yang berada di tangan Randy.
"Lo kok ambil dua-duanya sih, kan gue nyuruh lo milih?" tanya Randy sambil mengambil es krim miliknya di plastik putih tersebut.
"Karena memang itu bukan sebuah pilihan buat gue," jawab Laura sambil memakan es krim yang sudah ia buka.
"Berarti kalau gue nyuruh lo milih sahabatan sama gue atau pacaran sama gue, lo bakalan milih dua-duanya dong?" tanya Randy dengan merekahkan senyuman termanisnya.
"Ya tergantung," jawab Laura sambil terus fokus memakan es krimnya.
"Maksud lo gue harus gantung diri dulu gitu?" tanya Randy.
__ADS_1
"Pertanyaan macam apa itu, emang lo mau gue suruh bunuh diri?" jawab Laura dengan pertanyaan kembali.
"Ya emangnya lo tega?" tanya Randy kembali.
"Ya kalau gue sih tega-tega aja sih, tapi emangnya lo berani?" tanya Laura lagi.
"Demi lo gue berani kok," jawab Randy.
"Masa?" tanya Laura sambil mengerutkan keningnya.
"Iya gue berani tapi di pohon toge," jawab Randy yang kemudian tertawa dengan kekonyolan dia sendiri.
"Kalau dipohon toge, togenya dong ya mati," ucap Laura sambil cengengesan.
"Tapi gue mau lo jadi toge itu, asalkan lo juga tadi togenya," jawab Randy yang kemudian menatap kedua bola mata Laura.
"Lah kenapa gitu?" tanya Laura.
"Karena kalau lo toge gue juga toge jika kita disatuin bakalan jadi together," jawab Randy sambil tersenyum lebar.
"Bisa aja lo Ran," ucap Laura sambil menepuk pelan dada bidang Randy.
"Iya dong gue gitu," jawab Randy sambil memegang kerah depan bajunya.
"Yaudah yuk es krim gue udah habis nih, yuk lanjut cari baju!" ajak Laura sambil merangkul tangan Randy.
Akhirnya mereka berdua pun kembali mencari-cari baju untuk mereka kenakan pada malam perpisahan kakak kelasnya.
Back,,
Laura tersenyum-senyum bahagia melihat Aliya dan Angga yang sedang bercanda gurau di depannya. Dimas akhirnya memecahkan lamunan Laura yang sudah terdiam begitu lama melihat Aliya dan Angga.
"Ra," panggil Dimas.
"LAURA," panggil Dimas lagi namun Laura masih fokus dengan Aliya dan juga Angga.
"LAURA," teriak Dimas yang membuat Angga dan Aliya juga terkejut.
"Kamu ngelamun ya?" tanya Dimas.
"Ga kok Mas," jawab Laura sambil tersenyum.
"Yaudah yuk ajak mereka nyari bajunya lagi!" ajak Dimas yang kemudian berjalan mendahului Laura.
Sorry ya guys yang pada ga suka kalau Laura dipasangkan sama Dimas. Intinya siapapun yang menjadi pilihan Laura itu lah yang terbaik untuknya,😊
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
IG : @febiayeni
__ADS_1
FB : Febi Ayeni