
“Iya Ra, makasih,” jawab Dewi, “udah boleh di lihat, kan?” tanya Dewi yang sudah tidak sabar lagi untuk melihat kondisi suaminya itu secara langsung.
“Udah, udah kok tan,” jawab Laura.
Angga kemudian menarik tangan kanan Aliya. Namun, tiba-tiba Aliya merasa mual.
“Huuweek,” Aliya menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
“Sayang kamu kenapa?” tanya Angga yang mulai panik.
Wajah Aliya seketika berubah menjadi pucat, “ga tau nih yank, ga enak aja rasanya,” jawab Aliya yang mulai membungkukkan badannya.
“Yaudah, Aliya biar gue aja yang urus, lo temanin om Abi sama tante Dewi aja Ngga!” perintah Laura yang kemudian merangkul pundak Aliya.
“Makasih ya kak,” ucap Angga yang kemudian masuk ke ruangan papanya.
Laura hanya tersenyum dan lalu membawa Aliya ke toilet.
“Al, kamu masuk angin?” tanya Laura, Aliya menggelengkan kepalanya.
Laura lalu tersenyum genit, “ohh kakak tau, kamu lagi hamil ya,” ledek Laura.
Aliya tersenyum malu, “kok kakak tau sih?” tanya Aliya.
Laura kemudian memegang jas dokternya seraya berkata, “lupa?” tanya Laura dengan tatapan sinisnya.
Aliya terkekeh, “hehe, iya iya tau kok kalau kakak dokter.”
“Kok belum ngabarin sih Al?” tanya Laura.
“Rencana sih habis cek, baru mau ngasih tau kak,” jawab Aliya.
Laura lalu merendahkan posisi badannya agar bisa berhadapan langsung dengan perut Aliya. Laura kemudian mengelus perut Aliya, “keponakan auntie, jangan nakal kayak mama atau papanya nanti ya,” ucap Laura dengan sangat santai.
“Apaan sih kak,” sahut Aliya merengut, “ya harus kaya mama atau papanya dong kak, kan kita pintar,” lanjut Aliya dengan sombongnya.
Laura kemudian berdiri, “harus pintar kayak auntie nya dong,” sambung Laura seraya terkekeh.
Aliya tersenyum melihat Laura yang sangat bahagia ini. Aliya tiba-tiba memeluk tubuh Laura, “kak Aliya kangen banget sama kakak,” ujar Aliya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Laura benar-benar terkejut dengan sikap Aliya yang tak biasanya ini, “are you ok, Al?” tanya Laura.
__ADS_1
Aliya menganggukkan kepalanya, “Aliya baik-baik aja kok kak,” jawab Aliya seraya menepis air matanya.
Laura lalu melepaskan pelukan Aliya, “kenapa kamu nangis, Al?” tanya Laura sambil menghapus air mata Aliya yang masih mengalir di pipi Aliya.
“Aliya cuma pengen aja ngobrol-ngobrol lagi sama kakak kayak dulu lagi,” jawab Aliya, “semenjak kita menikah, waktu kita ngumpul jadi lebih sedikit ya kak,” lanjut Aliya.
“Kamu ga boleh merasa terbebani karena pernikahan ini dong Al, nikah itu ibadah Al,” Laura memegang pundak Aliya dengan kedua tangannya.
“Atau kamu lagi ada masalah sama Angga?” tanya Laura.
Jujur saja, sebenarnya Aliya ingin menceritakan tentang masalahnya dengan Angga beberapa waktu yang lalu. Namun, ketika Aliya baru ingin memulai tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggilnya dari luar toilet.
“Aliya kamu di dalam, kan?” tanya Angga, ya dia tak lain adalah Angga suami Aliya.
“Kak itu suara Mas Angga, kan?” tanya Aliya seraya menunjuk ke luar.
Laura mengangkat kedua pundaknya, “mana gue tau,” jawab Laura yang kemudian berjalan terlebih dahulu, “gue mah taunya suara Randy doang,” lanjut Laura seraya tersenyum.
Aliya berlari kecil lalu merangkul tangannya ke pundak Laura, “yee, kalau suara kak Randy aja, gercep banget nyautnya,” ledek Aliya yang kemudian terkekeh.
Laura tersenyum, “iya dong, suami gue gitu loh hahaha,” sahut Laura yang ikut terkekeh.
“Pada ketawain apa sih?” tanya Angga.
“Ketawain lo, kenapa emang?” jawab Laura dengan kembali melontarkan pertanyaan.
“Galak bener sih kak, takut gue,” jawab Angga santai.
Laura menunjuk wajah Angga, “gue masih ingat ya Ngga semua bullyan lo ke gue,” ketus Laura.
“Yee itu kan dulu pas kakak masih jomblo hehe,” jawab Angga terkekeh.
Aliya yang tak ingin ada perdebatan sengit di antara Angga dan Laura langsung melerai mereka berdua, “iih, udah-udah jangan berantem mulu bisa ga sih?” tanya Aliya kesal.
Angga lalu menyilangkan kedua tangannya di dada, “Kak Laura yang mulai duluan kok,” bantah Angga.
“Lo mulai udah dari berbulan-bulan yang lalu,” sambung Laura yang tak mau kalah.
“Ini nih contoh orang yang ga bisa move on,” tukas Angga seraya menunjuk Laura, “selalu ngingat masa lalu. Untung aja jodohnya Randy kalau ga bisa rumit nih masalah,” lanjut Angga.
“Nih anak minta di pites kayaknya ya!” tegas Laura yang semakin kesal dibuat Angga.
__ADS_1
Aliya terkekeh melihat tingkah lucu Angga dan Laura yang selalu bertengkar setiap kali bertemu, “hahaha.”
Angga kemudian merangkul pundak Aliya, “yank tau ga kenapa pas nikahan waktu itu aku selalu nyebut nama kamu?” tanya Angga.
“Ya tau lah, kamu kan cinta mati sama aku haha,” jawab Aliya dengan percaya dirinya.
“Selain itu ada lagi lho yank,” ucap Angga.
Aliya menatap kedua bola mata Angga dengan tatapan kebingungan, “hah, apa emangnya?” tanya Aliya penasaran.
“Karena aku kak Laura galak banget. Bisa-bisa entar yang jadi suaminya kak Laura lagi bukan aku,” jawab Angga dengan santainya.
Aliya terkekeh mendengar jawaban Angga yang membuat Laura semakin kesal.
“Aku juga bingung kenapa Randy secinta itu sama kak Laura yang super duper galak ini,” ucap Angga.
Laura kemudian berjalan mendahului Aliya dan Angga seraya berkata, “ya iya lah secara gue kan kayak bidadari di mata Randy,” sahut Laura dengan begitu percaya dirinya.
“Tapi yank aku takut lho kalau Randy khilaf milih kak Laura haha,” ucap Angga seraya terkekeh yang di ikuti oleh Aliya.
Laura lalu berbalik dan menghadap Angga dan Aliya, “lo ngeselin banget ya Ngga,” tukas Laura, “kok mau gitu Aliya sama lo ya,” lanjut Laura yang tak mau kalah.
Aliya seketika langsung melepaskan tangan Angga dari pundaknya lalu merangkul tangan Laura, “maaf kak, kayaknya aku khilaf deh,” sahut Aliya yang kemudian terkekeh.
“Sayang apa-apaan sih kamu, kok malah belain kak Laura sih?” tanya Angga merengut.
“Tu kan kak, liat deh masa ekspresinya sok imut gitu,” ucap Aliya, “padahal ya kak kalau di kampus, Masyaallah dingin bener kak, kayak kulkas berjalan,” lanjut Aliya meledek suaminya itu.
Angga yang tak mau kalah langsung menghampiri Aliya lalu menggelitik perut Aliya, “awas kamu ya!” ancam Angga dengan senyuman genitnya.
Sorry ya guys kalau banyak yang typo, saya laper soalnya 😁
Maaf ya guys belum bisa balas koment-koment kalian semua, maklumin aja lah ya☺
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,
IG : @febiayeni21
FB : Febi Ayeni
__ADS_1