Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 98


__ADS_3

"Yaudah kalau gitu kita berangkat dulu. Nanti jangan kabari kondisinya Chika ya," ucap Laura sambil tersenyum.


"Assalammu'alakum," lanjut Laura.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Randy, Angga dan Rizky secara bersamaan.


15 menit setelah kepergian Laura dan Aliya, dokter dari ruangan ICU Chika pun keluar. Rizky yang tadinya hanya mampu berdiam diri di kursi tunggu pun terkejut karena kedatangan dokter dari ruangan ICU Chika.


"Selamat Sore, dengan keluarganya Chika?" tanya Dokter tersebut.


"Iya benar dok, saya suaminya Chika," jawab Rizky panik.


"Kalau gitu bapak bisa ikut saya sebentar?" tanya Dokter tersebut.


"Bisa Dok," jawab Rizky tegas.


"Randy, Angga, gue titip Chika ya!" pinta Rizky.


"Iya Kak," jawab Randy dan Angga secara bersamaan.


Rizky pun akhirnya mengikuti langkah kaki dokter tersebut. Rizky yang dilanda kekhawatiran terhadap kondisi Chika hanya mampu berpikir positif karena ia tak mampu melakukan apapun saat ini meskipun ia juga seorang dokter, sayangnya ia adalah dokter spesialis bukan dokter umum jadi ia hanya bisa berharap besar terhadap rumah sakit ini.


"Sebelumnya perkenalkan saya Doni, bapak dokter Rizky, dokter spesialis kanker kan?" tanya Doni sambil tersenyum.


"Iya, Dokter kok tau?" jawab Rizky dengan pertanyaan kembali.


"Iya saya tau soalnya saya teman dekatnya dokter Hans, Papa kamu," jawab Doni sambil tersenyum.


"Ohh gitu ya dok, jadi gimana kondisi istri saya?" tanya Rizky yang tak mau bertele-tele.


"Ini hasil rontgen pada bagian tulang belakangnya," ucap Dokter Doni sambil menunjukkan hasil rontgen di layar monitornya. Angga yang melihat hasil rontgen tulang belakang Chika seketika badannya menjadi lemas tak berdaya.


"Dari hasil rontgen ini dapat disimpulkan bahwa Chika mengalami cedera pada bagian tulang belakang yang disebabkan oleh kerasnya benturan yang terjadi pada bagian punggungnya," lanjut Dokter Doni.


"Lalu apa akibat fatal yang akan terjadi pada Chika, dok?" tanya Rizky yang benar-benar lemah.


"Kelumpuhan permanen," jawab Dokter Doni yang membuat Rizky benar-benar drop.


"Tapi jika dokter Rizky sabar dalam mengikuti proses terapinya, Insyaallah Chika bisa sembuh." Jawab Dokter Doni yang membuat Rizky kembali bersemangat.

__ADS_1


"Baiklah Dok, tapi saya mohon jangan beritahu Chika dulu ya dok tentang kondisinya saat ini!" pinta Rizky memohon.


"Baiklah, kalau gitu besok pagi saya akan kenalkan Dokter Rizky dengan Dokter spesialis saraf untuk Chika," jawab Dokter Doni.


Setelah Rizky dan Dokter Doni berbincang-bincang tentang kondisi Chika, Rizky pun segera menghampiri Chika yang sedang terbaring lemah. Dengan langkah lunglai Rizky pun duduk disamping Chika sambil memegang tangan Chika dengan kedua tangannya.


"Sayang, kamu cepat bangun ya," ucap Rizky yang tanpa ia sadari air matanya menetes. Angga dan Randy yang melihat Rizky sedang bersedih pun tak kuasa membiarkan Rizky terus bersedih seperti ini.


"Ky, Chika pasti sembuh kok," ucap Randy sambil menepuk-nepuk pelan pundak Rizky.


"Iya kak, kakak ga perlu khawatir yang penting kita semua sama-sama banyak berdoa aja untuk istri kakak," sambung Angga sambil tersenyum.


"Makasih ya, kalian memang sahabat-sahabat gue yang terbaik," ucap Rizky dengan mata yang sembab.


"Kita yang harusnya makasih sama lo, Ky kan lo yang paling sering traktir kita makan," jawab Randy sambil cengengesan.


"Ah lo mah, makan aja ingatnya. Copot aja tuh jas direktur lo kalau cuma ngarapin yang gratisan doang," sahut Angga dengan tatapan sinisnya terhadap Randy.


"Yaelah lo pakai bawa-bawa jabatan segala," jawab Randy merengut.


"Ya meskipun gue direktur yang senang gratisan setidaknya gue masih mending dari pada dosen killer kayak lo yang buat para mahasiswa-mahasiswi pada syok kalau kedatangan lo," ledek Randy yang membuat Rizky tersenyum melihat Angga dan Randy yang tak pernah akur.


"Tapi dibalik killer nya gue di kampus tapi gue selalu buat kalian tertawa, kan." Balas Angga sambil menyenggol lengan Randy.


"Hehehe, maaf kak, gara-gara si Randy nih," jawab Angga dengan menurunkan volume suaranya.


"Yang mulai duluan kan lo," balas Randy kesal.


"Yaelah lo ga mau ngalah mulu ya, kak toling suntikan sel kanker ke dia dong," ucap Angga yang tidak mau kalah. Disaat Angga dan Randy sedang ribut-ribut seorang suster pun mengetuk pintu ruangan Chika.


Tok... Tok... Tok...


"Permisi, maaf ya mas-mas jangan berisik ya, disini pasien-pasiennya mau istirahat, mohon dimengerti," ucap suster yang masuk ke ruangan Chika.


"Iya Sus, maaf ya," jawab Randy dan Angga secara bersamaan.


"Eh ngomong-ngomong susternya cakep juga ya, lo ga mau?" tanya Randy sambil menaik turunkan alis matanya.


"Gue tu sukanya sama cewek yang bisa menjaga auratnya secara sempurna, auratnya aja ia jaga apalagi perasaan gue," jawab Angga sambik menaik turunkan alis matanya.

__ADS_1


"Applause banget dah gue punya teman kayak lo Ngga, salut gue sama lo yang selalu mampu mempertahankan jomblo fisabilillahnya demi wanita shalehah yang diimpikan," ucap Randy sambil bertepuk tangan dengan pelan.


"Sebagai lelaki sejati kita harus mampu menjaga kesucian cinta kita agar tetap halal," jawab Angga sambil tersenyum.


"Yaudah shalat maghrib dulu yuk!" ajak Angga sambil melihat jam tangannya.


"Oke, kita shalat berjama'ah disini aja ya biar Rizky juga bisa ikutan shalat tepat waktu," jawab Randy.


"Ide bagus tuh, yaudah kita wudhu dulu," ucap Angga yang kemudian berjalan keluar dari ruangan Chika.


Setelah Rizky, Angga dan Randy mengambil ambil wudhu secara bergantian mereka pun shalat Maghrib berjama'ah yang di imami oleh Angga. Setelah shalat mereka pun mengaji bersama-sama dihadapan Chika dengan menggunakan Al-Qur'an yang ada di handphone mereka masing-masing. Selang beberapa menit mereka mengaji jari jemari Chika pun bergerak secara perlahan lahan-lahan. Hingga sampai di akhir ayat yang mereka baca selesai, Rizky baru menyadari bahwa Chika sudah sadar dari komanya.


"Paa," panggil Chika dengan susah payah.


"Iya sayang, kamu udah bangun?" tanya Rizky sambil membantu Chika membuka masker oksigen yang menutupi hidung dan mulutnya.


"Paa, ini dimana?" tanya Chika sambil berusaha untuk duduk.


"Mama lagi di rumah sakit, tadi Mama jatuh dari balkon," jawab Rizky sambik membantu Chika untuk duduk.


"Fia mana Pa?" tanya Chika namun Rizky tak mampu menjawabnya.


"Fia, Fia tadi masih tidur dirumah," jawab Rizky yang berusaha untuk menahan air matanya.


"Tapi Fia ga apa-apa kan, Pa?" tanya Chika sambil memegang tangan Rizky.


"Iya Fia ga apa-apa kok, Ma," jawab Rizky yang terpaksa berbohong.


"Mama ga usah khawatir sama Fia dulu ya, yang penting Mama bisa sehat dulu." Ucap Rizky sambil tersenyum.


"Iya Pa," jawab Chika sambik tersenyum.


"Kalau gitu Mama makan dulu ya biar cepat sembuh!" pinta Rizky sambil mengambil bubur yang terletak dimeja sebelahnya.


Chika pun akhirnya makan dengan disuapi Rizky. Rizky bingung saat ini harus berbuat apa terhadap Chika yang selalu menganggap bahwa Fia masih hidup. Untuk saat ini Rizky benar-benar harus berbohong tentang Fia agar Chika tidak tambah setres.


Oke guys, koment-koment dong dibawah biar Febi semangat up nya, sorry atas typo nya ya guys, Terimakasih.😊


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

__ADS_1


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni


__ADS_2