Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 31


__ADS_3

Laura lalu memberikan ponselnya kepada Aulia, “tulis aja nomor lo disini Li!” pinta Laura.


Aulia kemudian mengambil ponsel Laura dan menyimpan nomor whatsappnya, “nih, udah gue save ya,” ucap Aulia seraya mengembalikan ponsel Laura.


“Hmm, gue masih banyak tugas nih Li, gue duluan ya!” pinta Laura dan kemudian meninggalkan Aulia.


“Oke Ra, sampai jumpa entar malam ya,” ucap Aulia.


“Oke.”


Setelah selesai melakukan beberapa tes kesehatan Aulia langsung kembali ke tempat kerjanya. Aulia belum dapat melihat hasil tesnya, karena harus melalui beberapa tahap terlebih dahulu.


“Hmm, kira-kira gue ada riwayat penyakit ga ya?” tanya Aulia seraya memainkan ujung pulpennya.


“Kok gue jadi grogi ya mau ngambil hasil tes nanti.”


“Udah ah ga usah mikir yang macam-macam, semoga aja gue sehat-sehat aja, Aamiin.” Aulia mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


“Dari pada gue pusing sendiri, mending gue chat Laura aja kali ya.”


“Eh, tapi entar dulu, Laura kan masih sibuk pasti. Hmm, tapi ga apa-apa deh, entar kalau udah ga sibuk lagi kan dia pasti balas.”


💬Aulia


Assalammu’alakum Ra. 10.58 ✔️✔️


Lo lagi sibuk ga? 10.58✔️✔️


💬Laura


Wa’alaikumsalam Li. 11.05 ✔️✔️


Ga Li, gue lagi rileks bentar. 11.05✔️✔️


💬Aulia


Entar malam jadi kan? 11.06✔️✔️


💬Laura


Aduh Li, sorry banget nih ya gue ga bisa, gue ada acara keluarga soalnya 11.07✔️✔️


💬Aulia


Ooh gitu ya. 11.07✔️✔️


Hmm, yaudah kalau gitu lo kabarin gue aja kalau udah ada waktu luang! 11.08


✔️✔️


💬Laura


Oke Li, udah dulu ya Li, gue mau lanjut kerja nih, sorry ya Li. 11.09✔️✔️


💬Aulia

__ADS_1


Oke Ra, 11.09✔️✔️


Waktu sudah menunjukkan pukul 15.45 WIB, saatnya Aulia kembali ke rumah sakit itu untuk mengambil hasil tesnya. Setelah selesai mengambil hasil tesnya, Aulia lalu keluar dari rumah sakit tersebut. Aulia kemudian berjalan menuju sebuah taman di kawasan rumah sakit tersebut.


“Duduk sini dulu deh,” ucap Aulia yang sudah tak sabar mengetahui hasilnya.


Aulia menatap tajam amplop putih yang bertulis namanya itu. Disaat Aulia mau membuka amplop tersebut tiba-tiba saja ada seorang wanita yang memanggil namanya.


“AULIA!”


Aulia lalu menoleh kebelakang. Kedua bola mata Aulia terbelalak melihat wanita berparas cantik dengan seorang anak kecil di sampingnya. Melihat wanita itu Aulia langsung berlari kearah jalan raya.


“AULIA TUNGGU!” teriak wanita itu.


Aulia terus berlari tanpa memperdulikan teriakan wanita itu. Dengan air mata yang mengalir dipipinya, Aulia tak lagi dapat melihat jelas pemandangan disekitarnya.


Aliya yang baru keluar dari rumah sakit, menatap dengan seksama dua orang wanita yang sedang kejar-kejaran di sekitar jalan raya.


“Hah itu bukannya mbak Aulia ya?” tanya Aliya pada dirinya sendiri.


“AULIA TUNGGUU!!!” mendengar teriakan wanita itu, Aliya sangat yakin bahwa ia tak mungkin salah lagi.


BRUUUKKK!!!


Sebuah mobil menabrak Aulia. Aulia menjadi korban tabrak lari.


“AULIAAAA!!!”


“MBAK AULIAAAA!!!” Aliya benar-benar terkejut melihat kejadian itu.


Aulia kini sudah berada di dalam ruangan ICU. Aliya benar-benar panik, karena Aliya sama sekali tidak mengenal keluarga dari Aulia.


DRIIINGGG!!!


Telpon genggam milik Aliya berdering.


📞My Husband💕


“Sayang kamu dimana? aku khawatir. Kamu ga apa-apa, kan?” tanya Angga to the point dari seberang sana.


“Aku ga apa-apa, tapi mbak Aulia masuk ICU.”


“Hah, kok bisa?”


“Panjang ceritanya, kamu langsung ke rumah sakit kak Laura aja!”


Selang beberapa menit Angga pun sampai di rumah sakit.


“Gimana kondisi Aulia?” tanya Angga kepada Aliya.


Jujur saat ini Aliya sangat terkejut dengan tingkah aneh suaminya ini. Tidak biasanya Angga sepanik ini. Namun, Aliya mencoba mengesampingkan pikiran negatifnya itu.


Tanpa menunggu waktu lama dokter yang menangani kondisi Aulia pun keluar.


“Bagaimana dok, kondisi Aulia?” tanya Angga begitu antusias.

__ADS_1


“Untuk saat ini Aulia hanya butuh banyak istirahat dan mengurangi aktivitas sampai kondisinya benar-benar stabil!” perintah dokter itu.


Kecurigaan Aliya kini semakin bertambah dengan kekhawatiran Angga terhadap Aulia. Dan yang paling membuat Aliya semakin tercengang adalah dimana Angga masuk ruangan ICU sendirian.


“Sebenarnya yang istrinya mas Angga itu aku atau mbak Aulia sih?” tanya Aliya dalam hati.


Untuk mengurangi rasa curiganya terhadap Angga dan Aulia, Aliya pun memutuskan untuk masuk ke ruang ICU.


“Li, kamu harus bangun aku ada disini untuk kamu!” pinta Angga seraya menggenggam tangan kanan Aulia.


Deg, bagaikan disambar petir pada cuaca yang cerah. Bagaimana mungkin Angga dengan mudahnya melakukan itu di depan mata Aliya. Air mata Aliya perlahan mengalir dipipinya melihat Aulia dan suaminya seperti ini.


“Ini bukan mas Angga yang Aliya kenal,” ucap Aliya yang kemudian berlari meninggalkan Angga dan Aulia.


Angga menoleh ke pintu dan ternyata ia baru menyadari semua perbuatannya tadi. “ALIYA.” Angga lalu mengejar Aliya. Namun, lari Aliya terlalu cepat hingga Angga kehilangan jejak Aliya.


****


Semenjak kejadian itu Aliya benar-benar marah besar terhadap Angga, sampai-sampai Aliya tidak pulang kerumah.


“Ya Allah Al, kamu dimana sayang?” tanya Angga yang sampai saat ini masih mencari keberadaan Aliya.


Tidak satu orang pun tau keberadaan Aliya saat ini. Bahkan, Laura sendiri tidak mengetahui dimana Aliya berada.


“Sebelumnya gue minta maaf karena ganggu waktu kalian.” Ujar Angga dengan raut wajah yang sangat sedih.


“Sebenarnya ada apa sih Ngga kok mendadak gini?” tanya Dimas.


“Iya kenapa sih bingung gue?” sambung Randy yang juga sangat penasaran.


“Terus Aliya mana?” tanya Laura.


“Ohh iya ya baru sadar gue kalau Aliya ga ada.” Ucap Dona dengan polosnya.


“Sebenarnya gue ngumpulin kalian disini karena mau bahas tentang Aliya.” Jawab Angga yang menimbulkan tanda tanya besar.


“Maksud lo apa sih Ngga?” tanya Laura dengan meninggikan volume suaranya.


“Aliya dari tadi malam ga pulang kerumah kak, apa dia nginap di rumah kalian?” tanya Angga to the point.


“HAH SERIUS?” tanya Laura, Randy, Dimas dan juga Dona secara bersamaan.


Angga menganggukkan kepalanya, “Hahaha, ngeprank lo ya,” Randy terkekeh menatap wajah kaku Angga.


“Gue serius Ran!” tegas Angga, Randy menelan paksa air liurnya.


“Oke sekarang kita tenang dulu!” perintah Laura, “sekarang lo jelasin dulu kronologisnya secara detail Ngga!” pinta Laura mencoba mencairkan suasana.


Oke guys, segini dulu ya. Maaf ya baru bisa update🙏🙏


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2