
Rizky, Laura, Mama Laura dan juga Aliya kini sudah berada di bandara. Mata Laura berkaca - kaca melihat Mamanya dan juga adiknya Aliya. Berat hati Laura untuk meninggalkan keluarga kecilnya itu ditambah lagi 1 hari sebelum ia mau berangkat ke Singapore Rizky memberikan kabar melalui Email ke Laura bahwa setelah Laura sembuh, Laura harus tetap di Singapore untuk melanjutkan study nya di Singapore karena Rizky sudah mengurus beasiswa Laura yang baru.
Laura senang karena mendapatkan beasiswa di Singapore namun Laura tak mampu berpisah dengan keluarganya apalagi dalam waktu yang sangat lama. Namun kembali lagi kalau bukan dengan cara ini ia akan terus menerus merepotkan mamanya. Air mata Laura perlahan menetes di pipinya. andai saja bukan karena sakit ia tak ingin berjauhan seperti ini dengan keluarganya. Laura memeluk erat tubuh Echa Mamanya lalu berkata..
"Mama, jaga diri baik - baik disini ya Ma, Laura akan pulang jika Laura sudah menjadi orang berhasil disana!" Ucap Laura dengan air mata yang terus menetes.
"Laura janji bakalan buat Mama dan Aliya bangga ke Laura!" Lanjut Laura.
"Kamu juga ya Laura, jaga diri kamu baik - baik disana ya, yang terpenting kamu harus sembuh Laura!" Jawab Echa sambil melepaskan pelukan Laura dan kemudian Echa menghapus air mata Laura.
"Kamu ga perlu khawatir dengan Mama dan Aliya ya!" Lanjut Laura sambil mengelus rambut indah Laura. Kemudian Laura memeluk erat tubuh Aliya adik satu - satunya yang sangat ia sayangi.
"Kakak jangan lupa minum obatnya ya kak, Aliya pasti akan merindukan kakak!" Ucap Aliya sambil menangis terisak - isak.
"Iya Al, jaga diri kamu baik - baik ya Al disini, kakak titip Mama ya!" Jawab Laura sambil melepaskan pelukan Aliya.
"Kak Rizky, aku titip Mama sama Aliya ya kak, tolong jagain mereka disini!" Ucap Laura sambil menatap dalam - dalam kedua bola mata Rizky.
"Pasti!" Jawab Rizky tegas sambil menunjukkan senyuman manisnya.
Laura pun pergi meninggalkan Echa, Aliya dan juga Rizky di tempat itu. Dengan perasaan yang sedih Laura melanjutkan jalannya sambil sesekali melirik kebelakang dan melambaikan tangannya sambil berusaha tersenyum, meskipun sebenarnya ia tak mampu melakukannya tapi Laura berusaha agar Mama dan adiknya tidak bersedih.
__ADS_1
*****
Sudah 2 bulan lama Chika tak bertemu dengan Laura sahabatnya dan Chika pun sama sekali tidak mendapatkan kabar apapun dari Laura. Laura menghilang seakan di telan bumi, tanpa jejak sama sekali. Akhirnya Chika pun memutuskan untuk mendatangi rumah Laura tanpa sepengetahuan Randy.
Tuukkk Tuuukkkkk Tuuukkkk.....
"Iya sebentar!" Ucap Aliya yang tengah santai menonton TV sambil menyemil snack nya.
Aliya pun membuka pintu rumahnya perlahan.
"Eh kak Chika, ayo masuk dulu kak!" Ucap Aliya. Chika pun hanya tersenyum dan masuk ke dalam rumah Aliya.
"Eh ga usah Al, kakak cuma mau nanya kak Laura aja kok!" Jawab Chika sambil menahan tangan kanan Aliya agar Aliya tidak jadi kedapur untuk mengambil minuman.
"Kak Laura nya ada kan Al?" Tanya Chika penasaran.
"Ooh kak Laura, kak Laura sekarang udah di Singapore kak, kak Laura dapat beasiswa!" Jawab Aliya.
"Kok Laura ga ngabarin gue ya?" Tanya Chika dalam hati.
"Oh ya kak tunggu bentar ya kak, sebelum kak Laura pergi kak Laura nitipin sesuatu untuk kakak!" Ucap Aliya sambil berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian pun Aliya keluar dari kamarnya dan memberikan sebuah kotak kado kepada Chika. Chika yang penasaran pun membuka kado itu.
~Dear Chika Sahabat terbaik gue~
Sebelumnya gue minta maaf sama lu ya Chik, karena gue ga ngabarin lu. Sorry Chik, gue ga mau lu sedih. Gue sengaja pergi tanpa sepengetahuan lu Chik, gue ga mau ngerepotin lu terus. Chika sahabat gue, gue di sini sedang berjuang agar penyakit leukemia gue bisa sembuh.
Gue sangat berharap lu bisa ngertiin posisi gue. Gue tau kehadiran Randy di hidup lu sangat berarti dari pada gue. Maka dari itu gue pergi tanpa memberitahu lu, agar lu ada waktu buat Randy, orang yang spesial yang lu banggain.
Sejak kehadiran Randy di sisi lu, perlahan persahabatan kita mulai berjarak. Dan gue ga mau membuat waktu lu sia - sia karena harus nemani gue kemoterapi mulu. Gue bahagia saat lu menemukan orang sebaik Randy, gue harap Randy bisa menjadi apa yang lu inginkan. Dan gue disini akan selalu mendoakan lu Chika. See you next time Chika Sahabat ku.
~Laura~
Saat membaca surat dari Laura perlahan air matanya menetes. Chika merasa sangat bersalah dengan Laura karena ia telah mengecewakan Laura.
Terimakasih guys yang sudah berpartisipasi. Jangan lupa terus like, dan koment novel saya ya guys dan yang belum masukkan novel saya ke favorite segera masukkan ya guys biar kalian ga ketinggalan update ceritanya.
Dan kasih bintang 5 nya juga ya guys di bagian deskripsi novel saya.😉
Ig : @febiayeni
fb : Febi Ayeni
__ADS_1