Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 14


__ADS_3

“Entar malam jalan yuk!” ajak Angga dengan merekahkan senyuman termanisnya itu.


“Ga mau gue banyak tugas,” jawab Aulia santai.


Angga kemudian meraih tangan kiri Aulia lalu Angga menggenggam dengan kedua tangannya, “please mau ya!” pinta Angga dengan ekspresi wajah ibanya.


Aulia menatap Angga dengan tatapan malasnya, “gue ga mau pokoknya!” tegas Aulia.


Angga lalu melepaskan genggamannya, “yaudah kalau ga mau,” jawab Angga, “gue pergi nih!” ancam Angga yang langsung berdiri.


“Yaudah pergi sana,” sahut Aulia dengan sangat santai.


“Yaudah aku pergi,” jawab Angga merengut. Baru beberapa Angga melangkahkan kakinya meninggalkan Aulia, tiba-tiba Angga kembali membalikkan tubuhnya menghadap Aulia.


“Bener nih kamu masih nolak?” tanya Angga.


Angga menatap Aulia penuh harapan, “iya bener kok,” jawab Aulia.


“Yaudah kalau gitu aku pergi dulu, dan kamu jangan mohon-mohon nanti!” ancam Angga dengan raut wajah kesalnya.


“Yaudah pergi sana,” jawab Aulia santai.


Angga akhirnya berjalan meninggalkan Aulia namun, lagi-lagi Angga tak mampu meninggalkan Aulia. Angga masih berharap bahwa Aulia akan menuruti permintaannya. Angga tiba-tiba meraih tangan kiri Aulia dan berlutut dihadapan Aulia.


“Li, ayolah aku mohon, mau ya ngedate sama aku entar malam!” pinta Angga.


“Ih lo apa-apaan sih Ngga, lo ga malu di liatin mereka?” tanya Aulia sambil melirik ke arah siswa-siswi yang memperhatikan mereka.


“Biarin aja aku ga peduli yang penting kamu mau makan malam sama aku,” jawab Angga.


Aulia lalu berdiri dihadapan Angga, “GUE BILANG GA MAU YA TETAP GA MAU ANGGA!” tegas Aulia yang membuat semua orang yang sedang berada di kantin tercengang-cengang melihat pendirian Aulia yang luar biasa ini.


“Udah lepasin tangan gue, gue mau ke kelas!” perintah Aulia, dengan raut wajah sedih Angga pun terpaksa mengikuti perintah Aulia.


Setelah Aulia pergi, teman-teman Angga tiba-tiba datang menghampirinya dengan gelak tawa.


“Hahaha, kasian banget sih lo bro di tolak mentah-mentah sama si kutu buku.”


“Seorang Angga Al Farabi ditolak sama cewek, gue mah malu kalau jadi lo Ngga, hahaha.”


“Ketua basket, cowok terkece, populer, lah ditolak sama cewek cupu, kutu buku lagi, hahaha.”


“Untung aja lo bukan selebriti, kalau lo selebriti bisa turun tu pamor lo.”


“HAHAHA!!!”


“Ditambah lagi yang nolak si kutu buku lagi.”

__ADS_1


“Nama dia Aulia bukan kutu buku!” tegas Angga dengan sangat emosi.


“Eh tapi lo beneran suka sama siapa namanya itu?”


“Aulia!” jawab Angga tegas.


“Iya si Aulia itu.”


“Iya gue suka sama dia dan bahkan gue sayang sama dia,” jawab Angga yang kemudian duduk di salah satu kursi kantin.


“Bro, tapi lo harus perjuangin dia deh!”


“Cewek kayak dia pantas diperjuangin, tapi kalau lo udah nyerah kasih tau gue ya!”


“Ngapain gue kasih tau lo?” tanya Angga.


“Ya gue mau lah punya pacar secantik dan sepintar Aulia, bahkan nih ya gue bakalan nikahin dia lagi.”


“Kalau gue mah ga neko-neko, tamat sekolah langsung ajak ta’aruf terus nikah.”


Mendengar semua ucapan dan ledekan teman-temannya terhadap dirinya, membuat Angga semakin jengkel. Angga lalu bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan teman-temannya begitu saja.


“Mau kemana lo Ngga?”


Angga menghentikan langkahnya seraya berkata, “gue mau perjuangin cewek yang pantas untuk gue perjuangin!” tegas Angga dan kemudian melanjutkan langkahnya.


“JANGAN LUPA BISMILLAH!”


Angga terus berjalan hingga pada akhirnya ia menghentikan langkahnya tepat di depan kelas Aulia. Angga tersenyum melihat Aulia yang kebetulan menghadap ke luar kelas. Angga lalu menginstruksikan agar Aulia segera keluar kelas sebentar. Aulia yang kesal mau tak mau terpaksa mengikuti perintah Angga.


“Ada apa lagi sih Ngga?” tanya Aulia ketus.


Angga lalu memegang kedua tangan Aulia, “Li, please kasih aku kesempatan ya!” pinta Angga dengan mata yang berbinar-binar.


Aulia sejenak berpikir, “oke oke, jemput jam 7 malam kalau lewat 1 menit aja gue ga mau ya!” perintah Aulia.


Angga sontak langsung melepaskan genggamannya lalu memberikan hormat kepada Aulia, “siap tuan putri!”


Aulia tersenyum malu, “apaan sih Ngga,” jawab Aulia seraya memukul pelan lengan Angga.


“Yaudah kalau gitu aku balik ke kelas dulu,” ucap Angga dengan senyuman manis dibibir.


Aulia hanya tersenyum melihat sikap Angga yang lucu ini.


Malam ini tepat pukul 18.50 WIB Angga sudah berada di depan rumah Aulia. Angga lalu turun dari motornya dan kemudian menghampiri Aulia yang sudah berdiri di depan pintu bersama tantenya.


“Siapa itu Li?” tanya Luna.

__ADS_1


“Bentar tan,” jawab Aulia yang kemudian menghampiri Angga. Aulia lalu menarik lembut tangan Angga.


“Tan, kenalin ini Angga pacar Aulia,” ucap Aulia. Mendengar ucapan Aulia barusan, Angga sontak terkejut dan menatap Aulia dengan tatapan penuh dengan tanda tanya.


Luna kemudian merangkul pundak Angga, “oh ini Angga yang kamu bilang itu?” tanya Luna.


“Hehe, iya tan,” jawab Aulia cengengesan.


Angga kemudian menyalam tangan kanan Luna, “perkenalkan saya Angga tan,” ucap Angga dengan sangat sopan.


“Yaudah kalian mau malam mingguan, kan?” tanya Luna.


Aulia dan Angga hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Luna.


“Kalian berdua hati-hati di jalan ya!” perintah Luna, “dan kamu Angga jaga keponakan tante baik-baik, jangan macam-macam kamu ya!” ancam Luna seraya menunjuk-nunjuk Angga.


“Iya tan, lagian keponakan tante ini pantasnya di hormati bukan sebaliknya,” jawab Angga dengan penuh wibawa.


“Bagus kalau gitu,” jawab Luna.


“Yaudah tan kita berangkat dulu ya, Assalammu’alakum,” ucap Aulia.


“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab Luna seraya tersenyum.


“Angga sama Aulia pergi dulu ya tan, Assalammu’alakum,” ucap Angga berpamitan.


“Iya hati-hati ya, Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab Luna.


“Apabila kalian diberi salam/penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa.” (QS. An-Nisa’: 86).


Aulia lalu menggandeng tangan Angga sampai mereka berdua sampai di tempat motor Angga terparkir.


Setelah sekitar 10 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah pedagang kaki lima di pinggiran kota Bogor. Angga lalu merangkul Aulia sampai duduk di kursi yang telah di sediakan oleh penjual batagor langganan Angga ini.


“Eh mas Angga, tumben sama cewek biasanya sama teman-temannya,” ledek penjual batagor tersebut.


“Iya dong Pak, ya kali jomblo terus,” jawab Angga, “batagor spesialnya 2 porsi ya pak!” perintah Angga.


“Siap,” jawab penjual batagor itu.


Sabar ya guys, masih kisah flashback nya Angga dan Aulia. 🙏🙏


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2