Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 122


__ADS_3

Hari sudah mulai larut namun Dimas masih belum bisa tidur. Dimas masih memikirkan masalah yang terjadi pada hari ini. Dimas benar-benar bingung, hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk melaksanakan shalat istikharah untuk meminta petunjuk kepada Allah. Setelah selesai melakukan shalat istikharah Dimas pun berdoa dengan deraian air mata.


"Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon petunjuk dari ilmu-Mu, memohon kekuatan dari kekuasaan-Mu, dan memohon karunia-Mu yang besar, karena sesungguhnya hamba tidak kuasa sedang Engkau kuasa, dan hamba tidak mengetahui sedang Engkau Maha Mengetahui semua yang gaib.


Ya Allah, berikanlah hamba petunjuk atas semua masalah yang saat ini membuat hamba benar-benar bimbang, hamba benar-benar tidak tau harus bagaimana lagi, hamba memohon pada-Mu ya Allah, berikanlah hamba jalan keluar dari masalah-masalah yang sedang hamba hadapi.


Ya Allah, hamba mohon pada-Mu ya Allah berikanlah hamba jalan yang terbaik menurut-Mu, sesungguhnya Engkau yang lebih mengerti akan apa-apa yang terbaik untuk hamba, kabulkan lah ya Rab, kabulkanlah. Robbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaabanaar, walhamdulillahi robbil 'alamin."


Keesokan harinya,


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 19.30, namun Dimas masih terlihat masih menggunakan pakaian biasa.


"Kak Dimas yuk berangkat!" ajak Angga yang baru saja memasuki kamarnya.


"Lah, kak Dimas kok belum siap-siap sih?" tanya Angga yang baru menyadari bahwa Dimas belum memakai pakaian istimewanya.


"Setengah jam lagi acaranya udah mau mulai lho," lanjut Angga.


"Gue juga ga tau Ngga, tiba-tiba gue ngerasa ada hal buruk yang akan terjadi," jawab Dimas sambil memegang kepalanya.


"Hus, ga boleh ngomong gitu lho kak," ucap Angga, "mendingan kak Dimas buruan ganti bajunya sekarang!" pinta Angga sambil mengambil baju Dimas yang tergantung di dalam lemari Dimas.


"DIMAS, ANGGA, buruan dong siap-siapnya bentar lagi acaranya mau mulai lho!" teriak Dewi dari bawah tangga.


"Iya Ma, bentar," sahut Angga, "ayo buruan kak pakai bajunya!" pinta Angga dan dengan terpaksa Dimas pun memakainya.


Sedangkan disisi lain Aliya yang baru saja ingin mulai berhias pun sontak teringat kejadian dua hari yang lalu ketika Randy datang kerumahnya. Aliya langsung mengambil cincin belian yang Randy buat di depan rumahnya dua hari yang lalu.


"Hmm, cincin ini gimana ya? apa gue kasih tau kak Laura aja sebelum semuanya terlambat?" tanya Aliya sambil terus menatap cincin tersebut.


"Tapi kalau gue kasih tau apa kak Laura bakalan marahin gue?" tanya Aliya lagi.


"Ga ga, gue ga boleh kasih tau kak Laura," jawab Aliya pada dirinya sendiri.


"Aliya, kamu ngomong sama siapa?" tanya Laura yang tiba-tiba masuk ke kamar Aliya. Aliya yang terkejut sontak langsung memasukkan cincin tersebut ke dalam lacinya.

__ADS_1


"Emm, ga ngomong ngomong sama siapa-siapa kok kak," jawab Aliya ketakutan.


"Muka kamu kok tegang gitu sih Al, kayak ada yang di sembunyiin," ucap Laura yang mulai curiga dengan Aliya. Laura pun berjalan mendekati Aliya untuk menyelidiki apa yang Aliya sembunyikan di dalam laci tersebut.


"Kakak ngapain sih, Aliya ga ada sembunyiin apa-apa dari kakak," jawab Aliya yang sangat ketakutan sambil menutup lacinya.


"Kalau ga ada apa-apa kenapa kamu ketakutan gitu?" tanya Laura yang terus berjalan mendekati Aliya. Saat Laura sudah hampir meraih laci Aliya, tiba-tiba Echa memanggilnya.


"LAURA CEPATAN TURUN!" teriak Echa dari ujung tangga.


"Iya Ma," sahut Laura.


"Udah buruan dandannya Al!" pinta Laura sambil berlari untuk segera menghampiri Mamanya.


"Huff, untung aja ga ketahuan," ucap Aliya yang merasa lega.


15 menit kemudian Aliya akhirnya selesai berhias. Aliya pun segera berjalan untuk menuju acara pestanya. Dengan senyum yang merekah manis dibibirnya membuat Aliya tampak begitu cantik. Namun, ketika Aliya baru saja sampai di hadapan kedua keluarga yang telah berkumpul, Aliya sontak kebingungan melihat muka-muka tegang mereka semua.


"Ini pada kenapa sih, tegang-tegang amat mukanya?" tanya Aliya dengan mengerutkan alis matanya.


"Yaudah kalau gitu langsung kita mulai aja acara tunangannya!" ajak Dewi dengan menggandeng Laura.


Acara sudah dimulai para tamu undangan juga sudah siap menyaksikan saat pertukaran cincin. Dewi sebagai pihak dari laki-laki pun akhirnya mulai membuka suara.


"Assalammu'alakum warahmatullahi wabarakatuh," ucap Dewi sambil tersenyum.


"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi wabarakatuh," jawab semua orang yang ada di sini.


"Baiklah untuk mempersingkat waktu, saya sebagai ibu dari Angga dan Dimas ingin menyampaikan niat baik dari kami, untuk melamar putri mbak Echa yaitu Laura untuk anak kami yang bernama Angga." Ucap Dewi yang membuat semua tamu undangan sangat terkejut, lebih-lebih lagi Aliya.


"Ma, kok kak Laura jadinya sama Mas Angga sih?" tanya Aliya dengan berbisik.


"Panjang ceritanya Al, nanti Mama jelasin," jawab Echa. Mendengar jawaban dari Echa, hati Aliya seketika hancur, apa yang sebenarnya terjadi, mengapa tak ada yang memberitahukan kepadanya?


"Saya tau pasti semuanya pada bingung kan, kenapa jadi Angga yang dengan Laura, karena di undangan tertulis nama Dimas bukan Angga. Kami semua mohon maaf atas semua kesalahan ini, karena waktu yang sangat sempit, kami tidak sempat memeriksa undangan tersebut dan ternyata terjadi kesalahan nama pada undangan tersebut, maka dari itu kami semua mohon maaf yang sebesar-besarnya." Ucap Dewi yang kemudian tersenyum.

__ADS_1


Waktu yang sangat ditunggu-tunggu akhirnya datang. Dewi pun akhirnya memasangkan cincin ke jari manis Laura, dan Dimas pun membantu keluarga Echa untuk memasangkan cincin ke jari manis Angga. Ya dikarenakan Echa adalah seorang janda jadi terpaksa Dimas yang harus membantu Echa memasangkan cincin ke jari Angga.


Deg, begitu hancur perasaan Aliya saat ini, orang yang ia sayang harus menikah dengan orang lain dan orang lain tersebut tak lain adalah kakak kandungnya sendiri, Laura. Tak sanggup menyaksikan ini semua Aliya pun pergi memasuki kamarnya untuk menumpahkan seluruh air mata kesedihannya. Kejadian yang baru ia lihat tadi adalah kejadian diluar nalarnya sendiri. Bagaimana bisa Laura menikah dengan Angga sedangkan Aliya tau sendiri bahwa Laura mencintai Dimas, kalau pun seandainya Laura tidak mencintai Dimas lagi, mana mungkin Laura menyakiti hati Aliya.


Apa mungkin kalau sebenarnya Mas Angga dan kak Laura memang sudah ada hubungan khusus dengan mas Angga?


Dan apa mungkin kak Dimas terlibat dalam masalah ini?


Apa mungkin kak Dimas berpura-pura mendekati kak Laura hanya untuk mencari tau sosok wanita yang mas Angga sukai?


Dan apa mungkin mereka sengaja berpura-pura untuk tidak saling memperlihatkan perasaan mereka sama gue, agar gue ga sakit hati?


Beribu pertanyaan muncul di benak Aliya tentang apa yang telah terjadi hari ini.


"Ya Allah, cobaan apa lagi ini ya Allah, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Aliya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


"Kenapa sih harus kayak gini?" tanya Aliya sambil melepas hijabnya.


Oke guys segini dulu ya guys, klarifikasinya di episode berikutnya ya, 😉


Saya selalu berharap memiliki reader-reader yang selalu senantiasa tetap setia dengan saya meskipun ending yang kalian inginkan tidak sesuai dengan apa yang saya pikirkan.


Guys saya cuma mau bilang, ga semua yang kita inginkan itu bisa kita dapatin sesuai yang kita inginkan, kadang dari sini kita semua bisa belajar artinya sabar dan ikhlas. Ini memang hanya novel biasa yang berasal dari imajinasi, tapi disini saya hanya ingin teman-teman semua lebih cerdas lagi untuk berpikir, bahwa kita hidup bukan sekedar mendapatkan apa yang kita inginkan. Seperti kata-kata bijak yang pernah saya dengar.


"Tuhan itu tidak memberi apa yang kita inginkan tetapi apa yang kita butuhkan."


Kalau kain suka novel saya silahkan dibaca, tapi jika tidak saya juga tidak masalah. Saya tidak pernah memaksa teman-teman untuk selalu baca novel saya, teman-teman semua punya haknya masing-masing dan saya tau bahwa reader-reader saya disini adalah reader-reader yang pintar.


Oke guys, maaf atas semua kesalahannya ya, 😊


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni

__ADS_1


__ADS_2