Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 146


__ADS_3

“Ra, gue boleh ga malam ini nginep dirumah lo?” tanya Chika penuh harapan.


“Lo kenapa Chik, lo berantem sama kak Rizky?” jawab Laura dengan kembali melontarkan pertanyaan.


“Ga Ra, gue mau jelasin yang menjadi penghalang lo sama Randy.” Jawab Chika dengan mata yang berkaca-kaca.


“Ga ada yang perlu di jelasin lagi Chik, semuannya udah berakhir!” tegas Laura yang kemudian berjalan menuju kamarnya.


Chika berjalan berusaha mengikuti langkah Laura perlahan-lahan, “gue tau lo masih marah sama gue Ra, tapi lo harus dengarin semua penjelasan dari gue, gue ga mau lagi buat lo bertanya-tanya selama ini kenapa gue ga jadi nikah sama Randy.” Chika yang tak sanggup mengenang masa-masa itu tanpa sengaja ia menjatuhkan air matanya.


Laura berbalik dan kembali mendatangi Chika yang sedang menangis. Laura kemudian memeluk tubuh Chika dengan air mata yang turut mengalir. “Chika, kita bicara di kamar gue aja ya!” pinta Laura sambil mengelus rambut indah Chika.


Chika menganggukan kepalanya yang kemudian berjalan bergandengan dengan Laura. Sesampainya di kamar Laura, Chika langsung duduk di atas tempat tidur Laura.


“Ra, gue ga jadi nikah sama Randy karena...”


Flashback,


Rumah sakit Melati, 1 hari menjelang pernikahan Randy dan Chika digelar, Shofia masuk rumah sakit.


“Sayang, kamu bangun dong!” pinta Rizky yang terus memegangi tangan Shofia dengan kedua tangannya.


“Kak, bangun dong!” pinta Chika yang sedang duduk berseberangan dengan Rizky.


Beberapa menit kemudian Shofia akhirnya membuka kedua matanya.


“Sayang!” panggil Shofia.


Rizky hanya mengelus-elus rambut indah Shofia dengan air mata yang mengalir dipipinya. “Iya sayang aku disini kok,” jawab Rizky.


“Aku minta maaf selama ini ga jujur sama kamu kalau aku sebenarnya menderita glioblastoma stadium akhir,” ucap Shofia dengan air mata yang mulai mengalir dipipinya.


“Glioblastoma itu apa kak Rizky?” tanya Chika yang sama sekali belum pernah mendengar nama penyakit itu.


“Kanker otak,” jawab Rizky.


“Sayang, aku be... benar-benar ga sanggup la... lagi nahan sakit ini!” ucap Shofia tersengal-sengal.


“Sayang kamu harus kuat!” pinta Rizky sambil mencium tangan Shofia.


Shofia menggelengkan kepalanya, “aku ga sa... sanggup la... lagi,” jawab Shofia yang menatap kedua bola mata Rizky.

__ADS_1


“Chi... Chika, a... aku minta sa... satu permintaan un...tuk kamu dan ka... kamu yank!” pinta Shofia dengan napas tersengal-sengal.


“Kakak mau apa dari kita berdua, kita akan kabulin kak?” tanya Chika yang kini menangis sejadi-jadinya.


Shofia menyatukan tangan Rizky dan Chika diatas perutnya, “a... aku mau ka... kalian menikah!” pinta Shofia yang membuat Rizky dan Chika sangat-sangat terkejut.


“Tapi kak Chika mau menikah dengan Randy,” bantah Chika.


“Ra... Randy mencintai La... Laura,” jawab Shofia yang kemudian memejamkan matanya.


Chika sangat terkejut ketika melihat Shofia tiba-tiba memejamkan matanya, Rizky dengan segera langsung mengecek denyut nadi Shofia yang ternyata masih berdenyut normal.


“Alhamdulillah,” ucap Rizky yang kemudian tersenyum lega.


“Kenapa kak?” tanya Chika panik.


“Shofia hanya pingsan kok,” jawab Rizky.


Keesokan harinya...


“Bik,” panggil Chika.


“Iya Non,”


“Baik Non,”


Chika sengaja menulis surat untuk Laura, karena dengan begitu Randy akan kembali kepada Laura. Chika benar-benar tak bisa menolak permintaan dari Shofia. Chika sama sekali belum memberitahukan tentang permintaan Shofia kepada Randy. Chika yang baru selesai di dandani kini berjalan menuju ruangan tempat dimana ia akan memulai ijab kabul. Chika yanga masih berada di tangga tiba-tiba Randy datang berlari kearahnya dan langsung memeluk tubuh Chika erat-erat.


“Chika, aku udah tau semuanya. Aku udah tau kalau Shofia minta kamu untuk menikah dengan Rizky, aku udah tau.” Ucap Randy dengan air mata yang mengalir dipipinya. Chika yang mendengar ucapan Randy hanya bisa menangis.


Randy melepaskan pelukannya, “Chika pergilah turuti permintaan Shofia!” perintah Randy yang kemudian tersenyum.


Randy akhirnya menggandeng tangan Chika sampai tempat dimana Chika akan memulai ijab kabul. Dengan air mata yang terus menerus mengalir dipipinya Chika terus berjalan menuju tempat ijab kabul itu. Shofia yang duduk tepat disamping Chika saat ini hanya tersenyum melihat Chika. Shofia terbaring lemah dengan bantuan alat medis di beberapa bagian tubuhnya.


“Kak, maafin Chika ya!” ucap Chika sambil memegang tangan kanan Shofia. Shofia hanya tersenyum.


Dengan berat hati mau tidak mau Rizky menjabat tangan kanan Papa Chika.


“Saya nikahkan dan kawinkan engkau Muhammad Rizky bin Hans Susanto dengan anak kandung saya Chika Aprilya binti Handoyo dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai!” ucap Dimas tegas.


“Saya terima nikahnya Chika Aprilya binti Handoyo dengan mas kawin tersebut dibayar TUNAI.” Jawab Angga dengan satu tarikan napas.

__ADS_1


“Bagaimana saksi sah?”


“SAH”


“Alhamdulillah,”


Setelah beberapa menit setelah berdoa tiba-tiba Shofia menghembuskan napas untuk terakhir kalinya.


“SHOFIAAAAAA!” teriak Rizky yang langsung memeluk tubuh Shofia.


Entah apa yang saat itu Chika rasakan, disaat seharusnya hari yang ia tunggu datang justru malah menjadi hari tersedihnya saat itu. Chika harus kehilangan orang yang ia cintai yaitu Randy dan juga ia harus kehilangan Shofia untuk selama-lamanya. Oleh sebab itu ketika ia memiliki anak dari Rizky, ia memberikan nama anak tersebut Shofia yang ia panggil dengan sebutan FIA.


Back,


“Jadi, karena itu lo nikah sama kak Rizky?” tanya Laura yang turut sedih mendengar cerita Chika.


Chika menghapus air matanya, “ketika itu Randy selalu nyariin lo, tapi ternyata lo udah pindah entah kemana, dan ternyata lo pindah tak jauh dari tempat tinggalnya yang sekarang.” Jawab Chika.


“Terus makaus lo ceritain ini ke gue apa?” tanya Laura ketus.


“Lo harus kembali sama Randy, Ra!” pinta Chika penuh harapan.


“Untuk apa Chik, untuk apa?” tanya Laura yang kembali meneteskan air matanya lagi, “apa lo kira hati gue masih kurang tersiksa dengan permainan yang Randy lakukan, ha?” tanya Laura ketus.


“Tapi itu semua kan ga disengaja Ra,” jawab Chika yang kini berdiri disamping Laura.


“Hah, ga di sengaja?” tanya Laura sambil menepis air matanya dengan kasar. “Lo kira hati gue hujan? Yang lo bully disaat lo lagi bahagia dan lo kejar ketika lo membutuhkan gue?” tanya Laura yang membuat Chika benar-benar terpojok.


“Gue ga bakalan buka sedikitpun hati gue lagi buat laki-laki brengsek kayak Randy!” tegas Laura yang kemudian keluar dari kamarnya.


“Ra, Ra kasih Randy kesempatan yang kedua kalinya Ra, gue mohon!” pinta Chika sambil berlutut di hadapan Laura.


Laura kemudian membantu Chika untuk kembali berdiri, “gue ngasih Randy kesempatan bukan hanya dua kali aja Chik, tapi berkali-kali dan lo tau berkali-kali juga dia sakiti gue.” Jawab Laura dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Oke guys gantung ye😁 sorry-sorry sengaja kok😀


Sorry typo ya guys 😊


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,😉

__ADS_1


IG : @febiayeni21


FB : Febi Ayeni


__ADS_2