Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 77


__ADS_3

"What kamu mau jadi istri saya?" tanya Angga dengan sangat terkejut yang membuatnya menaiki nada bicaranya. Akibat suara Angga yang sangat kencang itu membuat para dosen lainnya terkejut dengan apa yang baru saja Angga ucapkan.


"ANGGA KAMU MAU NIKAH?"


"IH KAPAN TU?"


"WAH CALONNYA ALIYA YA?"


"GA NYANGKA AKHIRNYA PAK ANGGA NIKAH JUGA,"


"IYA, MESKIPUN UMURNYA MASIH MUDA TAPI UDAH MANTAP UNTUK MENIKAH,"


"AKHIRNYA ANGGA MELEPAS STATUS JOMBLONYA JUGA,"


"WAH HEBAT ANGGA,"


"SELAMAT YA ANGGA, ALIYA SEMOGA LANCAR SAMPAI HARI H NYA,"


Ya begitulah kira-kira ucapan para dosen-dosen yang berada didalam kantor tersebut. Angga benar-benar bingung harus bantah omongan para dosen-dosen itu yang akhirnya Angga hanya memilih untuk diam. Sedangkan Aliya begitu sangat senang dengan apa yang Angga ucapkan kepadanya.


"Aliya saya mau nanya sama kamu tapi ga disini," ucap Angga dengan nada berbisik.


"Ciieee, ngomongnya bisik-bisik." Tegur salah satu dosen yang berjalan dibelakangnya sambil menepuk pelan pundak Angga.


"Ayok ikut saya sekarang!" perintah Angga yang kemudian berjalan duluan.


"Kita mau kemana sih Pak?" tanya Aliya yang mengikuti langkah kaki Angga.


"Udah kamu ikut aja!" perintah Angga yang mencoba menyembunyikan kekesalannya terhadap Aliya.


"Baik Pak," jawab Aliya dengan sangat terpaksa. Dona yang melihat Aliya baru keluar dari kantor pun langsung menarik tangan kanan Aliya.


"Pinjam Aliya nya bentar ya Pak," ucap Dona sambil tersenyum ke arah Angga.


"Iya," jawab Angga singkat.


"Aliya Wijaya Salshabila..." ujar Dona yang langsung dipotong oleh Aliya.


"Aliya Salshabila Wijaya, Don." Potong Aliya.


"Iya iya deh. Aliya lo tu bisa fokus dikit ga sih kalau dekat sama Pak Angga?" tanya Dona yang mulai kesal dengan Aliya.


"Lo tu udah buat Pak Angga malu tadi Al," lanjut Dona.

__ADS_1


"Maksud lu apa sih Don?" tanya Aliya yang tidak merasa salah apa-apa.


"Pak Angga sama sekali ga ada bahas tentang penikahan, istri atau apa pun yang menyangkut hal itu Al," jawab Dona dengan wajah penuh ke khawatiran.


"Masa iya sih Don, gue tadi dengarnya itu kok?" tanya Aliya yang penasaran.


"Lo salah dengar Al," jawab Dona dengan wajah paniknya.


"Masih lama ga?" tanya Angga yang berdiri tak jauh dari mereka berdua.


"Bentar-bentar Pak," jawab Dona dengan santainya.


"Yaudah gini aja biar ga buang-buang waktu kamu ikut sama kita aja biar ga ada yang salah paham lagi," ucap Angga sambil menunjuk Dona.


"Saya setuju Pak, saya juga khawatir kalau Aliya salah dengar lagi," jawab Dona dengan tegas.


Angga, Aliya dan Dona pun akhirnya pergi ke sebuah cafe yang tak jauh dari kampus namun jarang diketahui oleh para dosen maupun mahasiswa atau mahasiswi kampus tempatnya mengajar. Tak lama setelah mereka memesan makanan akhirnya Angga membuka suara tentang kejadian di kantor tadi.


"Aliya, kamu dengar saya ngomong apa tadi?" tanya Angga dengan nada suara yang lembut.


"Saya dengar kalau Bapak mau jadiin saya istri Bapak," jawab Aliya dengan sangat polos.


"Kamu salah dengar Al, saya hanya bilang kamu mau sampai kapan ga fokus terus," ucap Angga yang berusaha mengontrol emosinya.


"Iya Al, gue dengar sendiri kok dari jendela," sahut Dona untuk membantu meluruskan kesalahpahaman ini.


"Astagfirullah, maafin saya ya Pak," pinta Aliya memohon sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Iya iya saya sudah maafkan kamu," jawab Angga dengan wajah yang masih dipenuhi kekhawatiran.


"Makasih Pak, Aliya janji kok Pak mulai hari ini Aliya akan coba untuk tetap fokus," ujar Aliya yang merasa sangat bersalah terhadap apa yang telah ia lakukan.


"Untuk mengakhiri salah paham ini Aliya akan jelasin ke dosen-dosen bahwa ini semua kesalahan dari Aliya sendiri," tegas Aliya agar Angga tidak malu pada para dosen akibat ulahnya ini.


"Bagus lah kalau gitu saya percaya kamu pasti bisa," jawab Angga yang kemudian menyedot lemon tea miliknya.


"Sekali lagi maafin Aliya ya Pak," ujar Aliya lagi yang merasa ia telah melakukan kesalahan yang begitu fatal.


"Ya ga apa-apa kok asal kamu ga ulangi lagi," sahut Angga sambil tersenyum kepada Aliya. Ini pertama kalinya Aliya melihat senyuman manis Angga secara jelas.


"Ya sudah saya masih ada kelas, kalian mau balek bareng saya atau gimana?" tanya Angga lagi.


"Ga usah Pak, kita nanti balik sendiri aja," jawab Dona sambil menengkan Aliya yang sedang menundukan kepadanya menahan tangisnya.

__ADS_1


"Baik lah kalau gitu saya tinggal dulu, Assalammu'alakum," ucap Angga yang kemudian pergi meninggalkan Aliya dan Dona.


Baru beberapa langkah Angga berjalan air mata Aliya pun akhirnya mengalir.


"Gue janji Don, gue ga mau ganggu-ganggu pak Angga lagi, gue ga mau dia malu lagi kayak tadi," ujar Aliya sambil menghapus air matanya dengan tisu.


"Gue ga mau buat kesalahan lagi, gue ga mau pak Angga benci sama gue hanya gara-gara kebodohan gue sendiri," lanjut Aliya yang membuat tangisnya menjadi-jadi.


"Iya iya, lo yang sabar ya Al, gue yakin kok lo pasti bisa," jawab Dona yang kemudian memeluk erat tubuh Aliya sambil mengelus-elus rambut indah Aliya.


"Harusnya gue sadar Al, bahwa cewek yang di cari pak Angga bukan kayak gue," ujar Aliya yang begitu terpukul dengan kejadian ini.


"Udah ya Al, lo jangan mikir yang macam-macam dulu," jawab Dona yang terus mencoba menengkan Aliya.


Angga yang masih berada di cafe itu pun mendengar ungkapan hati Aliya tanpa sepengetahuan Aliya dan Dona.


"Gue ga nyangka Al, ternyata lo nyimpan rasa sedalam itu ke gue," ujar Angga didalam hati.


Setelah mendengarkan obrolan Aliya dan Dona, Angga pun langsung keluar dari cafe tersebut agar Aliya dan Dona tidak curiga bahwa dari tadi ia mendengarkan obrolan mereka.


Sudah setengah jam Aliya dan Dona berada di cafe ini. Aliya dan Dona pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampus untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada hari ini.


Aliya dan Dona yang baru saja memasuki wilayah kampus pun sudah disambut dengan obrolan hangat oleh para mahasiswa dan mahasiswi.


"ALIYA, SERIUSAN LO DILAMAR SAMA PAK ANGGA?"


"WIH GILA LO AL BISA DAPATIN PAK ANGGA,"


"SIAP SIAP AJA DEH LO AL SATU RUMAH SAMA SINGA,"


"DARI PADA SAMA PAK ANGGA MENDING SAMA GUE AJA AL,"


"TAPI LO HEBAT AL, BISA NAKLUKIN SINGA GALAK ITU,"


Begitulah kata-kata yang terlontar dari para mulut mahasiswa dan mahasiswi kampus ini yang berbicara tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.


Oke guys, yuk para pembaca setia AP masuk grub chat AP biar author bisa ngabarin berita upnya di grub.


SYUKRON Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni

__ADS_1


__ADS_2