Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 35


__ADS_3

“Kamu ga tau kalau kamu sakit Leukemia?” tanya Rizky. Aliya menatap lekat kedua buah bola mata Rizky dan Chika secara bergantian.


Chika yang awalnya berpikiran negatif kepada Aliya dan Rizky sontak ikut terkejut saat mengetahui kebenaran.


“Hahaha,” Aliya terkekeh dengan mata yang berkaca-kaca, “Kak Rizky bisa aja bercandanya,” lanjut Aliya.


“Aliya, tak pantas rasanya bagi saya untuk bercanda hal seperti ini. Saya ini dokter dan saya juga tau mana waktu yang tepat untuk bercanda dan mana yang tidak.” Ucap Rizky penuh dengan penekanan.


Beberapa saat kemudian seorang suster mengantarkan obat dan juga surat hasil pemeriksaan kesehatan untuk Aliya. Suster itu lalu memberikan obat dan surat tersebut kepada Rizky.


“Nih,” Rizky lalu memberikan amplop yang berisi hasil tes kepada Aliya, “kalau ga percaya baca aja sendiri!” perintah Rizky.


Aliya lalu membuka surat itu, “Leukemia stadium 3?” tanya Aliya. Ia benar-benar tak menyangka dengan apa yang ia lihat saat ini. Perasaannya seketika berkecamuk tak karuan.


Aliya hanya dapat menelan ludah pahitnya secara paksa. Air matanya mengalir begitu saja membasahi pipinya.


“Aliya, sebaiknya kamu hubungi Angga biar dia bisa merawat kamu dengan baik!” pinta Chika yang langsung memeluk Aliya.


Mendengar permintaan Chika, Aliya langsung melepaskan pelukan Chika begitu saja.


“Kak, tolong jangan kasih tau hal ini kepada siapapun. Aliya ga mau buat mereka sedih!” pinta Aliya menggenggam kedua tangan Chika.


“Aliya mohon Kak, jangan kasih tau sekarang!”


“Aliya, tapi mereka harus tau!” tegas Rizky.


“Kak Rizky, Kak Chika,” Aliya menatap lekat kedua bola mata Rizky dan Chika secara bergantian, “Aliya pasti akan jujur sama semuanya. Tapi ga sekarang Kak.”


“Lalu mau sampai kapan kamu sembunyiin ini semua dari mereka?” tanya Rizky.


Aliya lalu menundukkan kepalanya, “Aliya juga ga tau sampai kapan kak,” jawab Aliya santai.


“Penyakit kamu ini bukan penyakit main-main lho, udah stadium 3 Al. Kalau kita terlambat menanganinya harapan kamu untuk hidup lebih lama lagi itu sangat tipis Al!” tegas Rizky.


Aliya akhirnya terus membujuk Rizky agar tidak memberitahukan penyakit dan bahkan Aliya juga meminta Rizky dan Chika untuk merahasikan keberadaan saat ini. Setelah lama melakukan perdebatan Rizky dan Chika pun mengikuti permintaan Aliya.

__ADS_1


Flashback off,


Aliya lalu menggenggam erat kedua tangan Aulia, “Mbak please, mau ya!” pinta Aliya, “Aliya takut ga bisa memenuhi kewajiban Aliya terhadap Mas Angga,” lanjut Aliya.


Angga benar-benar tak tau harus bagaimana lagi. Ia hanya pasrah dengan apapun keputusan Aulia nantinya.


Aulia lalu menatap kedua bola mata Angga dan Aliya secara bergantian. Aulia lalu menundukkan kepalanya dan melepas paksa tangan Aliya yang menggenggam tangannya.


“Maaf Al, aku ga bisa.” Aulia lalu berlari meninggalkan Angga dan Aliya begitu saja.


“MBAK AULIA!” teriak Aliya yang mau mengejar Aulia. Namun, dengan sigap Angga langsung menahan tangan Aliya untuk mengurungkan niatnya mengejar Aulia.


“Sayang, biarkan aja dia pergi!” perintah Angga.


“Tapi Mas—“


Angga lalu menggenggam erat kedua tangan Aliya, “Aliya, ga setiap orang mau dipoligami, meskipun dia mencintai orang itu. Dan aku juga ga mau lakuin itu, aku sayang sama kamu, aku ga mau duain kamu,” putus Angga yang kemudian memeluk tubuh Aliya.


Jujur Aliya sangat senang dengan apa yang barusan Angga katakan. Namun, dalam hati kecil Aliya, ia takut tak mampu membahagiakan Angga seutuhnya lagi.


Semenjak kejadian malam itu, Aulia sudah menghilang begitu saja. Bahkan, Aliya sempat beberapa kali mengunjungi rumah sakit tempat Aulia bekerja. Namun, Aulia sudah tidak bekerja di rumah sakit itu lagi.


Aliya semakin kebingungan. Ditambah lagi kini usia kandungan Aliya sudah menginjak sembilan bulan. Dan tepat pada hari ini Aliya akan melahirkan. Angga dan keluarga besarnya sangat bersyukur karena Aliya berhasil melahirkan sepasang bayi kembar yang sehat dan tentunya imut. Namun, kesenangan Angga dan keluarga besarnya seakan goyah akibat setelah melahirkan Aliya tidak sadarkan diri. Aliya dalam keadaan kritis. Kondisi Aliya sangat lemah.


Angga saat ini hanya dapat berdoa sambil terus menggenggam tangan Aliya.


“Sayang, kamu harus kuat ya! Aku akan selalu ada disini untuk kamu.” Angga tak kuasa menahan tangisnya. Ia benar-benar sedih melihat istrinya tergeletak tak berdaya seperti ini. Andai saja ia dapat menggantikan posisi Aliya saat ini, ia rela untuk menanggung semua rasa sakitnya.


Sudah 2 hari Aliya dalam keadaan koma. Angga dan keluarga besarnya semakin ketakutan hingga pada akhirnya Aulia datang ditengah-tengah mereka untuk memberikan mereka semua semangat.


“Aliya,” dengan air mata yang mengalir dipipinya, Aulia langsung menghampiri Aliya yang sedang terbaring lemah.


“Aulia?” tanya Angga terkejut.


“Maaf aku baru bisa datang hari ini,” Aulia menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“Angga, boleh aku minta waktu Aliya sebentar?” tanya Aulia meminta izin. Angga pun menundukkan kepalanya lalu keluar dari ruangan Aliya diikuti oleh keluarganya.


Sesampainya di luar ruangan Aliya, Angga spontan langsung memeluk mamanya (Dewi). Dengan tangis yang semakin menjadi-jadi, ia tumpahkan semuanya di pelukan sang ibu.


“Ma, Angga ga kuat liat Aliya seperti ini.”


Dewi mengelus lembut punggung Angga, “kamu harus kuat Ngga, Aliya butuh semangat dan doa dari kamu.”


“Angga!” panggil Dewi sambil melepaskan pelukan Angga.


“Perempuan yang bersama Aliya sekarang itu bukannya Aulia mantan kamu?” tanya Dewi. Angga menganggukkan kepalanya.


“Kenapa dia bisa ada disini?” tanya Dewi penasaran.


“Angga yang nyuruh Aulia datang kesini Ma, karena sehari yang lalu Angga dengar Aliya nyebut-nyebut nama Aulia. Angga harap ketika Aliya sudah dengar suara Aulia, Aliya cepat sadar.” Jawab Angga menjelaskan panjang lebar.


“DOKTEERRR!! DOKTEEERRR!! SUSTER!!” teriakan Aulia itu membuat Angga yang lainnya sontak berlari menghampiri Aliya.


Alhamdulillah, ucapan syukur pun terucap dari bibir mereka semua ketika mengetahui Aliya sudah sadarkan diri. Ternyata, ide Angga untuk mendatangkan Aulia benar-benar berdampak positif.


Aliya lalu tersenyum renyah menatap Angga yang langsung memeluknya.


“Anak kita dimana Mas?” tanya Aliya.


Sorry ya guys baru sempat up hari ini, maaf ya maaf🙏🙏


Tapi tenang aja semua teka-teki yang selama ini bersemayam dipikiran teman-teman semua akan terjawab oke. Sabar menunggu ya teman-teman tinggal beberapa episode lagi kok. 😉


Oh ya guys, sebelumnya saya mau ngasih tau sama teman-teman semua kalau setelah novel ini tamat saya mau hiatus dari NT/MT dulu, tapi saya tetap berkarya kok. Kalau mau tau jawabannya saya berkarya di Aplikasi apa langsung aja hubungi WA saya ya😉 0858 3621 9168.


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2