Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 21


__ADS_3

Aulia yang tak ingin menggangu kemesraan Angga dan Aliya pun memutuskan untuk pergi ke meja kosong tersebut. Namun, ketika Aulia baru saja ingin melangkahkan kakinya menuju meja itu, tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang menyangkal tangan kanannya. Aulia melirik tangan yang membuat langkah kakinya terhenti. Dan ternyata Aliya yang menyangkal tangan kanannya itu.


“Dok, disini aja ga apa-apa kok!” pinta Aliya dengan merekahkan senyuman manisnya, “kita juga mau nanya-nanya masalah kandungan ke dokter,” lanjut Aliya yang membuat Aulia tak bisa menolak permintaan Aliya.


Aulia tersenyum dan mengikuti permintaan Aliya. Aulia memilih duduk disamping Aliya. Aulia juga tak lupa untuk memesan makanan dan minumannya. Hening yang terjadi diantara mereka bertiga membuat Aliya benar-benar tidak nyaman. Aliya yang terbilang susah diam akhirnya memutuskan untuk memulai pembicaraan duluan.


“By the way, dokter udah nikah?” tanya Aliya yang sontak membuat Angga dan Aulia batuk secara bersamaan.


“Uhuuuk uhuuukk,” Aliya terkejut melihat kekompakan suaminya dan dokter kandungan ini. Namun, Aliya tetap berpikir positif terutama terhadap suaminya.


“Nih minum dulu yank!” perintah Aliya yang langsung menyodorkan minuman kepada sang suami.


Angga lalu mengambil minuman dari Aliya, “makasih yank,” ucap Angga.


Aliya hanya tersenyum tipis kepada Angga. Aliya juga tak lupa memberikan minuman kepada Aulia.


“Minum dulu dok!” perintah Aliya dengan nada yang sangat lembut.


“Andai kamu tau kalau dia mantan aku Al, apa kamu masih bisa bersikap ramah seperti ini ke dia? Apa kamu masih mau menganggap dia sebagai dokter yang kamu sukai?” ucap Angga yang bertanya-tanya di dalam hati.


Aulia mengambil minuman tersebut, “terimakasih ya,” ucap Aulia.


“Sama-sama dok,” jawab Aliya yang tak lupa menghiasi bibirnya dengan senyuman manis itu.


Aulia lalu tersenyum, “jangan panggil dok, panggil Aulia aja!” perintah Aulia.


“Emangnya dokter udah umur berapa sih?” tanya Aliya.


“Umur 23,” jawab Angga spontan.


Kedua bola mata Aulia terbelalak mendengar ucapan Angga, begitu pula Angga yang baru menyadari apa yang ia katakan barusan.


Aliya menepuk pelan pundak Angga, “ihh kamu nih apaan sih, yang aku tanya itu umur dokter ini bukan kamu yank PD banget sih kamu,” tukas Aliya yang ternyata tidak menyadari kejanggalan yang sedang terjadi ini.


Angga tertawa paksa, “hehe, kebiasaan aku yank sorry-sorry,” sahut Angga.


Aliya menatap kedua bola mata Angga dengan tatapan sinis, “dasar,” tukas Aliya.


“Yank, aku ke toilet bentar ya!” pinta Angga yang langsung berdiri.


“Butuh ditemanin ga?” tanya Aliya santai.


“Apaan sih kamu yank buat aku baper aja,” jawab Angga seraya tersenyum malu. Angga kemudian langsung berjalan meninggalkan Aliya dan Aulia.

__ADS_1


Aliya hanya tersenyum melihat tingkah suaminya yang paling tidak bisa di gombalin itu.


“Kalian sweet banget deh,” ucap Aulia, “udah berapa lama kalian menikah?” tanya Aulia yang mulai penasaran.


“Baru sekitar 5 bulanan sih dok,” jawab Aliya, “eh sorry-sorry kebiasaan hehe,” lanjut Aliya seraya terkekeh menyadari ucapannya yang kembali memanggil Aulia dengan sebutan “Dok.”


“Oh ya, dokter umur berapa sih?” tanya Aliya lagi.


Aulia tersenyum, “saya umur 23 tahun ini,” jawab Aulia.


“Hah 23 tahun ini?” tanya Aliya terkejut.


“Iya kenapa? Udah tua banget ya wajah saya?” jawab Aulia yang kembali melontarkan pertanyaan kepada Aliya.


“Bukan gitu dok eh panggil mbak aja deh,” tukas Aliya, “maksud Aliya bukan gitu Mbak. Aliya terkejut aja kalau umur Mbak 23, tahun ini sama kayak Mas Angga,” lanjut Aliya.


Aulia hanya tersenyum mendengar ucapan Aliya.


“Mbak ulang tahunnya tanggal berapa bulan berapa emangnya?” tanya Aliya lagi.


“Tanggal 23 November,” jawab Aulia singkat.


“Hah? Seriusly?” tanya Aliya yang sangat terkejut.


Aulia mengganggukkan kepalanya, “iya, emang ada yang aneh ya?” tanya Aulia.


“Oh ya?” tanya Aulia yang pura-pura tidak mengetahuinya.


Aliya menganggukkan kepalanya, “iya, tapi by the way lagi nih ya mbak, mbak lulusan SMA mana ya?” tanya Aliya seraya mengunyah makanannya.


“SMA Negeri 5 Bogor,” jawab Aulia santai.


“Really?” tanya Aliya dan Aulia pun menganggukkan kepalanya, “berarti satu sekolah dengan Mas Angga dong?” tanya Aliya lagi.


Aulia tersenyum, “iya,” jawab Aulia yang kemudian menggenggam tangan kanan Aliya.


Aulia menatap lekat kedua buah bola mata indah Aliya, “Al, sebenarnya...” ucapan Aulia terhenti saat Angga tiba-tiba datang dan langsung menarik tangan Aliya.


“Yank kita balik sekarang ya!” perintah Angga yang mendapati tatapan kebingungan dari Aliya.


“Kenapa yank?” tanya Aliya.


“Papa masuk rumah yank,” jawab Angga dengan wajah yang sangat pucat.

__ADS_1


Aliya kemudian langsung berdiri dan menyadang tasnya, “Mbak maaf ya, kita harus ke rumah sakit sekarang!” pinta Aliya, Aulia tersenyum lalu melepaskan tangan Aliya.


“Kalian hati-hati ya!” pinta Aulia.


“Iya mbak makasih,” jawab Aliya yang kemudian pergi meninggalkan Aulia sendirian.


“Lo beruntung Ngga dapatin wanita sebaik Aliya,” ucap Aulia seraya tersenyum meskipun tak dapat di pungkiri lagi bahwa sebenarnya ia terluka.


“Gue sangat bersyukur lo bisa dapatin wanita kayak Aliya Ngga, yang polos namun lebih tulus dan lebih baik dari gue,” air mata Aulia seketika meneteskan membasahi pipinya.


Angga dan Aliya kini sudah sampai di rumah sakit tempat papa Angga atau Abi di rawat sekaligus rumah sakit tempat Laura bekerja.


Angga memegang lengan mamanya yaitu Dewi, “Ma, papa kok bisa masuk ruangan ICU sih?” tanya Angga yang begitu panik.


“Jantung papa kamu kambuh lagi Ngga,” jawab Dewi yang juga panik.


Aliya kemudian menghampiri Dewi dan langsung memeluknya, “semoga papa ga apa-apa ya Ma,” ucap Aliya yang mencoba untuk menenangkan Dewi.


Dewi mengelus punggung Aliya, “iya semoga aja ya Al,” jawab Dewi.


Tak lama kemudian Laura yang menangani kondisi Abi pun keluar. Dewi yang panik langsung menyambar tangan Laura.


“Gimana kondisi papa, Ra?” tanya Dewi penuh kekhawatiran.


“Iya kak, papa ga apa-apa kan?” tanya Angga.


“Alhamdulillah om Abi bisa kita tangani kok tan,” jawab Laura seraya merekahkan senyumannya.


“Alhamdulillah,” ucap Dewi, Angga dan Aliya secara bersamaan.


“Tadi om Abi makan apa ya tan?” tanya Laura.


“Tadi papa kepengen makan pizza yang pakai topping daging sama sosis terus sama minum soft drink gitu,” jawab Dewi.


“Lain kali kalau om Abi minta pizza lagi usahakan toppingnya yang sayuran saja ya tan, soalnya berisiko banget buat jantung om Abi ditambah lagi minumnya soft drink,” tukas Laura menjelaskan.


*Gimana-gimana nih guys☺ pada kesel ya akan kehadiran Aulia?


Hehe, sorry ya guys, rasanya seneng gitu liat teman-teman pada kesel gitu, karena kalau teman-teman kesel itu artinya kalian semua benar-benar masuk dalam cerita, 😁


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,

__ADS_1


IG : @febiayeni21


FB : Febi Ayeni*


__ADS_2