Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 44


__ADS_3

Sesampainya Randy dan Chika di tempat tukang urut tradisional yang tak begitu jauh dari kampusnya, mereka pun segera menghampiri rumah tukang urut tradisional tersebut.


"Buk, tolong urutin kaki pacar saya ya buk!" Ucap Randy sambil menunjuk kaki kanan Chika yang terkilir itu.


"Oh baik, silahkan masuk dulu mas, mbak!" Jawab Ibuk tukang urut tradisional tersebut.


Randy pun berjalan memasuki rumah Ibuk itu sambil menggendong Chika agar lebih cepat sampai ke dalam rumah Ibuk tersebut.


"Yang bagian mananya yang terkilir mbak?" Tanya Ibuk tukang urut tersebut.


"Yang ini buk!" Jawab Chika sambil menyentuh pelan kaki kanannya yang terkilir tersebut.


"Baiklah, kamu tahan sedikit ya!" Ucap Ibuk tukang urut tradisional tersebut. Chika pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Aduuuhhhh, sakiiiitt!" Teriak Chika sambil memegang lengan Randy sekuat - kuatnya karena menahan sakit.


"Tahan ya mbak!" Ucap Ibuk tukang urut tradisional itu yang sedang mengurut kaki kanan Chika yang terkilir.


"Yank sakit, udah ya!" Ucap Chika sambil menatap kedua bola mata Randy dengan penuh harapan.


"Tahan ya yank, dari pada kaki kamu ga sembuh - sembuh!" Jawab Randy sambil mengelus - elus rambut Chika.


Chika yang tak sanggup lagi menahan rasa sakit karena diurut pun langsung menarik tangan kiri Randy lalu menggigitnya sekuat mungkin.

__ADS_1


"Aaaaakkkhh, Sakiiittttt!" Teriak Randy sambil mencoba melepaskan gigitan Chika.


Beberapa saat kemudian Chika pun mulai lega karena kakinya yang sudah selesai di urut dan Chika pun sudah tidak merasakan sakit pada bagian kaki kanannya yang terkilir.


Randy dan Chika pun berjalan keluar dari rumah Ibuk tukang urut tradisional tersebut setelah mereka membayar jasa Ibuk tersebut.


"Huff, Alhamdulillah kaki gue ga sakit lagi!" Ucap Chika sambil menggoyang - goyangkan kaki kanannya yang terkilir tadi.


"Heh, kaki kamu memang ga sakit lagi tapi sekarang tangan aku yang sakit gara - gara kamu gigit tadi!" Jawab Randy dengan tatapan sinisnya kepada Chika.


"Sorry yank, ga sengaja!" Ucap Chika sambil mengelus - elus tangan kiri Randy yang habis digigitnya tadi.


"Ga mau tau aku pokoknya kalau ga sembuh aku balas gigit tangan kamu juga!" Jawab Randy.


"Sakit tau yank, pelan - pelan lho yank!" Jawab Randy.


"Iya iya maaf!" Ucap Chika dengan wajah cemberutnya.


*****


Laura yang baru saja sampai di kamarnya langsung menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidurnya.


"Hufff, untung aja gue berhasil menghindar dari Randy kalau ga bisa - bisa Chika marah besar ke gue!" Ucap Laura sembari menghela nafasnya.

__ADS_1


"Kenapa sih Ran, lu harus datang lagi di kehidupan gue!" Lanjut Laura.


Laura tak bisa membohongi hatinya lagi, jujur dihati kecil Laura masih sangat mencintai Randy, Bahkan sampai detik ini namun Laura tak mampu berbuat apa - apa kecuali berusaha untuk tetap sabar menghadapi cobaan ini. Andai saja waktu bisa diputar kembali Laura tak ingin mencintai Randy sedalam ini.


Air mata Laura kini sudah jatuh membasahi pipinya. Laura mencoba mengalihkan pikirannya agar tidak terlarut dalam kesedihannya dengan memandangi benda - benda yang berada di sekitar kamarnya. Bola mata Laura berhenti bergerak memandang sebuah kotak yang ada disudut jendela kamarnya yang tertutupi oleh gorden kamarnya. Laura yang penasaran dengan kotak itu pun segera mendekati kotak itu lalu kemudian membuka perlahan kotak tersebut.


ketika Laura membukanya Laura melihat isi kotak tersebut yang penuh dengan surat dan juga beberapa benda - benda berukuran kecil seperti gantungan kunci, kotak musik dan lainnya. Kemudian Laura mengambil kotak musik tersebut sambil memutar salah satu bagian dari kotak musik yang berfungsi untuk mengeluarkan suara dari kotak musik tersebut.


Musik yang keluar dari kotak musik tersebut adalah instrumen dari lagu Happy Birthday to you. Laura tersenyum mendengar instrumen lagu tersebut. Namun senyuman Laura buyar saat melihat tulisan di luar amplop coklat yang bertuliskan "Happy Birthday Laura". Laura pun mengambil amplop coklat tersebut mencari nama pengirimnya.


"Lho kok ga ada nama pengirimnya sih?" Tanya Laura yang kebingungan dengan amplop tersebut.


"Apa gue buka aja ya?" Tanya Laura lagi. Akhirnya Laura pun memutuskan untuk membuka amplop coklat tersebut.


Kasih semangat Author nya dong guys biar rajin updatenya. πŸ˜‰


Btw, sorry ya guys baru update lagi😊


Terimakasih guys yang sudah berpartisipasi. Jangan lupa terus like, dan koment novel saya ya guys dan yang belum masukkan novel saya ke favorite segera masukkan ya guys biar kalian ga ketinggalan update ceritanya.


Dan kasih bintang 5 nya juga ya guys di bagian deskripsi novel saya.πŸ˜‰


Ig : @febiayeni

__ADS_1


fb : Febi Ayeni


__ADS_2