
****
Ting
Dering handphone Randy berbunyi singkat tanda ada pesan masuk. Randy yang sedang berbaring ditempat tidurnya pun mengambil handphone yang dari tadi terletak begitu saja di sampingnya.
3 message chats
💬Angga
Ran, lo dimana? ✔️✔️ 20.08
💬Angga
Gue mau curhat nih, ✔️✔️ 20.08
💬Angga
Gue tunggu lo di cafe move on sekarang ✔️✔️20.09
💬Randy
Oke 👌 ✔️✔️20.10
Tanpa pikir panjang Randy langsung mengambil jaket kulitnya yang tergantung di kursi kerjanya dan tak lupa mengambil kunci mobil yang berada di atas meja. Dengan cepat Randy menuruni satu persatu anak tangga. Tika yang baru selesai menyiapkan makan malam dikagetkan oleh Randy yang turun dengan menyandang jaket kulitnya yang berarti Randy akan keluar rumah.
"Randy, mau kemana?" tanya Tika yang kemudian berjalan menghampiri Randy.
"Ma, Randy pergi dulu ya, Randy ada janji sama teman," jawab Randy yang kemudian mencium tangan Tika.
"Janjian sama teman atau pacar?" tanya Tika dengan ekspresi wajah mengejek.
"Teman Ma, Randy kan sekarang jomblo sejati," jawab Randy dengan mengedipkan mata sebelah kirinya.
"Yaudah kalau gitu Ma, Randy pergi dulu ya, Assalammu'alakum." Ucap Randy sambil mencium tangan kanan Tika dan kemudian pergi meninggalkan Tika.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya Ran!" teriak Tika yang kemudian tersenyum.
Randy yang mendengar ucapan Tika hanya menjawab dengan kedipan matanya dan membentuk lambang oke 👌. 15 menit kemudian Randy akhirnya sampai di cafe move on tempat dimana Angga menunggu kehadirannya.
"Eh bro, sorry gue telat," Randy mengahampiri Angga yang tengah duduk di salah satu kursi cafe tersebut.
"Gue juga baru nyampai kok," jawab Angga dengan merekahkan senyumannya.
__ADS_1
"Lo mau curhat apa sih, Ngga?" tanya Randy to the point.
"Gue mau nikah Ran," jawab Angga dengan menundukkan kepalanya.
"WHAT?" tanya Randy dengan volume yang cukup keras sehingga membuat pengunjung cafe terkejut dan melirik ke arah mereka berdua.
"Biasa aja dong kagetnya," tegur Angga dengan menatap Randy sinis. "Kalau perlu pakai microphone aja sekalian Ran biar suara lo sampai keluar!" pinta Angga kesal.
"Sorry-sorry gue ga sengaja kali," jawab Randy sambil meminum Lemon Tea milik Angga.
"Ran, lo bisa ga sih ga usah kelihatan kayak orang susah pakai acara minum minuman gue lagi," tegur Angga, "copot aja deh jabatan direktur lo itu!" pinta Angga yang kemudian meminum Lemon Tea miliknya.
"Yaelah kalau gue ga jadi direktur lagi bisa-bisa tu kantor tutup lagi," jawab Randy santai, "secara bos setampan dan sebaik gue kan langka," lanjut Randy sambil memanggil pelayan cafe dengan lambaian tangannya.
"Tenang aja Ran, kalau masalah itu biar gue yang handle," sahut Angga dengan menaik turunkan alis matanya.
"Yaelah itu sih maunya lo," jawab Randy sambil menunjuk makanan dan minuman yang ingin ia pesan kepada pelayan tersebut.
"Itu aja Mas?" tanya pelayan tersebut, Randy hanya menganggukkan kepalanya.
"Eh terus-terus lo nikah sama siapa sih, kok mendadak gini?" tanya Randy, "emangnya lo mau buat acara nikah bareng Dimas juga?" tanya Randy lagi.
"Ya itu masalahnya sekarang Ran, makanya gue minta bantuan lo," jawab Angga yang membuat Randy kebingungan.
"Maksud lo?" tanya Randy sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal itu.
"Iya Mbak makasih," ucap Randy.
"Sama-sama Mas," jawab pelayan tersebut yang kemudian pergi.
"Kak Dimas ga jadi nikah sama Laura," ucap Angga yang membuat Randy terkejut.
"WHAT?" tanya Randy yang benar-benar tak percaya setelah beberapa hari lalu ia melihat kedekatan Laura dan Dimas yang sangat mengenjutkan.
"Lo kok bisa sih Ngga, siapa yang batalin?" tanya Randy yang begitu penasaran. "Apa karena itu Laura nangis di cafe ini kemaren?" tanya Randy lagi.
"Nangis disini?" tanya Angga tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Randy.
"Iya Ngga, kemaren gue liat dia nangis, dan gue terbawa emosi waktu itu saat Dimas nyentuh Laura gitu aja dan akhirnya gue ga sengaja mukul Dimas," jawab Randy panjang lebar.
"Lo udah tanya penyebabnya?" tanya Angga yang mulai curiga terhadap Randy.
"Belum sih, tapi gue ga suka kalau orang yang gue sayang disentuh gitu aja sama laki-laki lain meskipun Laura udah jadi tunangan Dimas sekali pun. Ya gue sadar kalau sebenarnya gue ga punya hak apa-apa untuk hal itu, tapi gue hanya mau Dimas mampu menjaga Laura seperti janji dia ke gue." Jawab Randy dengan sangat detail.
__ADS_1
"Ran lo salah nilai kak Dimas sama Laura, harusnya lo bertanya terlebih dahulu sebelum bertindak," ucap Angga tegas.
"Lo tau ga kenapa kak Dimas berani nyentuh Laura gitu aja?" tanya Angga dengan tatapan penuh makna.
"Ya mungkin aja Dimas berpikir Laura udah menjadi miliknya," jawab Randy santai sambil menyedot lemon tea miliknya.
"Lo salah tentang kak Dimas Ran, kak Dimas berani nyentuh Laura itu karena mereka saudara," tegas Angga yang sontak membuat Randy keselek minumannya sendiri.
"Uhuuukk uhuukkk,"
"Lo ngomomg apaan sih Ngga, saudara gimana sih maksud lo?" tanya Randy yang masih belum mengerti maksud dari perkataan Randy.
"Ayah kandung kak Dimas dan Laura itu sama Ran," jawab Angga tegas.
"Kok bisa sih Ngga?" tanya Randy yang masih belum percaya dengan ucapan Angga.
"Panjang ceritanya Ran, gue juga ga nyangka masalahnya bakalan jadi serumit ini," jawab Angga sambil memegang kepalanya.
"Kalau Laura dan Dimas saudara kandung itu artinya mereka ga boleh nikah kan?" tanya Randy antusias, Angga hanya menganggukkan kepalanya.
"Alhamdulillah ya Allah, terimakasih ya Allah engkau telah mengembalikan Laura untukku," ucap Randy sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Angga, akhirnya gue bisa nikah sama Laura," ucap Randy sambil memegang tangan Angga erat, namun Angga langsung melepaskan tangan Randy dari tangannya.
"Gue benar-benar ga nyangka Ngga, akhirnya setelah sekian lama gue menanti Laura untuk kembali kepada gue dan sekarang Laura benar-benar bakalan kembali lagi kepada gue." Lanjut Randy dengan merekahkan senyuman penuh kebahagian.
"Gue juga berharap gitu Ran, lo harus bantuin gue untuk menggagalkan pernikahan ini!" pinta Angga dengan menatap tajam kedua bola mata Randy.
"Pernikahan? penikahan apa lagi? bukannya memang udah gagal ya?" tanya Randy bertubi-tubi.
"Pernikahan gue dengan Laura," jawab Angga yang membuat Randy benar-benar terkejut.
Oke guys segini dulu ya, maaf baru up ya guys, 🙏🙏
Oh ya guys, satu lagi visualnya baru jadi yang Laura dan Randy doang yang lainnya belum kelar di edit, maaf ya guys.
RANDY & LAURA
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,😉
__ADS_1
IG : @febiayeni
FB : Febi Ayeni