Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 81


__ADS_3

Mendengar kata-kata motivasi dari Wawan membuat Laura dan Aliya menjadi lebih semangat untuk memperbaiki diri jauh lebih baik lagi. Setelah kurang lebih tiga puluh menit diperjalanan, Laura dan Aliya pun akhirnya sampai di mall tujuan mereka. Laura dan Aliya pun turun dari mobil dan segera memasuki mall tujuan mereka.


Tidak butuh waktu lama Laura dan Aliya pun sampai di salah satu toko busana muslim yang begitu mewah. Toko muslim terlengkap yang ada di mall ini yang membuat Laura dan Aliya tidak perlu harus mengunjungi banyak toko untuk mendapati apa yang mereka inginkan.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 lewat 5 menit, itu artinya waktu shalat zuhur hanya tinggal beberapa menit lagi. Laura dan Aliya pun segera membayar semua barang yang sudah ia pilih-pilih ke meja kasir. Setelah melakukan pembayaran Laura dan Aliya pun segera menuju mushola yang berada di dalam mall tersebut. Aliya yang terlebih dahulu mengambil air wudhu pun memutuskan untuk segera memasuki mushola. Langkah kaki Aliya seketika terhenti saat ingin memasuki mushola, Laura yang melihat Aliya yang tiba-tiba berdiam diri di depan pintu mushola itu mulai kebingungan dengan apa yang Aliya lakukan di depan pintu itu.


"Aliya ngapain sih berdiri disitu?" tanya Laura pada dirinya sendiri dengan volume suara yang hanya bisa ia dengar sendiri. Tanpa menunggu lama Laura pun mempercepat langkah kakinya menuju tempat Aliya berdiri.


"Al, kamu ngapain sih berdiri disini, kamu ga malu diliatin orang?" tanya Laura sambil melirik keadaan disekitarnya. Mendengar pertanyaan Laura, Aliya tidak langsung menjawabnya melainkan menunjuk sesuatu yang membuat seketika berdiam diri disini.


"Itu kak Randy kan, kak?" tanya Aliya yang menunjuk seorang laki-laki yang sedang shalat di dalam mushola tersebut.


"Iya mungkin," jawab Laura acuh tak acuh.


"Yaudah yuk kita shalat!" ajak Laura yang langsung menarik tangan kanan Aliya untuk segera memasuki mushola.


15 menit kemudian Aliya dan Laura pun sudah selesai shalat. Mereka berdua pun segera merapikan mukena yang Mereka gunakan tadi dan kemudian meletakkannya di tempat semula. Saat Aliya dan Laura ingin meninggalkan mushola seketika langkah kaki mereka terhenti karena mendengar suara lantunan ayat suci Al-Qur'an yang begitu merdunya. Aliya yang penasaran tanpa berpikir panjang langsung mencari asal sumber suara tersebut. Penempatan antara shaf laki-laki dan perempuan yang dibatasi oleh sebuah tirai membuat Aliya terpaksa mengintip ke shaf laki-laki untuk memastikan siapa pemilik suaran nan merdu itu. Aliya yang sudah mengetahui siapa sang pemilik suara nan merdu itu pun kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Laura.


"Kamu kenapa Al?" tanya Laura yang terkejut melihat ekspresi Aliya yang seperti habis melihat malaikat.


"Kak, yang ngaji itu," jawab Aliya dengan pandangan kosong.


"Siapa Al, malaikat?" tanya Laura tanpa berpikir panjang.


"Iya, sepertinya," jawab Aliya dengan wajah yang membuat Laura semakin penasaran.


"Serius kamu Al?" tanya Laura lagi yang tak percaya dengan apa yang Aliya ucapkan.


"Iya kak, malaikat cintanya kakak," jawab Aliya dengan sangat asal bicara.

__ADS_1


"Apaan sih kamu Al, halu deh ngomongnya," sahut Laura yang merasa Aliya seperti baru siap di ruqiah sehingga pemikirannya belum pulih sepenuhnya.


"Aliya serius kak," tegas Aliya sambil memegang bahu Laura dengan kedua tangannya dan menatap dalam-dalam bola mata Laura. Laura sangat terkejut saat Aliya tiba-tiba Aliya menegaskan perkataannya.


Mendengar suara yang berisik di bagian shaf perempuan membuat Randy menyudahi kajiannya untuk memastikan apakah tidak ada perkelahian di belakangnya. Laura yang masih terdiam membuat Aliya kembali menegaskan ucapannya.


"Kakak ga percaya dengan apa yang Aliya bilang?" tanya Aliya dengan sangat tegas, sedangkan Laura hanya mampu menelan paksa air liurnya karena orang yang dari tadi mereka bahas sudah berdiri dibelakang Aliya.


"Kak Laura, jawab Aliya dong," lanjut Aliya yang mulai kesal dengan Laura yang dari tadi tidak kunjung menjawab pertanyaan.


"I... iyaa, percaya kok," jawab Laura dengan sangat gugup.


"Ihh kakak ga asik deh," ujar Aliya sambil menurunkan tangannya dari bahu Laura dan kemudian melipat kedua tangannya diperutnya. Aliya yang sangat kesal dengan Laura langsung menekuk wajahnya.


"Al, liat ke belakang!" perintah Laura sambil menunjuk kearah belakang Aliya.


"Ah males," jawab Aliya kesal.


"Ada apaan sih?" tanya Aliya dengan sangat kesal sambil membalikkan badannya. Ketika Aliya membalikkan badannya seketika kedua bola mata Aliya langsung membesar melihat orang yang sedang berdiri di belakangnya.


"Eeh kak Randy," tegur Aliya sambil cengengesan seperti tidak melakukan kesalahan apapun. Tanpa pikir panjang Aliya langsung berlari kecil ke arah Laura.


"Mmm, kak Randy apa kabar?" tanya Aliya basa basi agar Randy tidak memarahinya.


"Alhamdulillah baik," jawab Randy sambil tersenyum manis.


"Kak Randy udah makan siang?" tanya Aliya yang kebingungan menghadapi Randy.


"Ternyata seseram-seramnya pak Angga masih lebih seram kak Randy," ucap Aliya dalam hati.

__ADS_1


"Belum, ini mau makan siang," jawab Randy sambil tersenyum kembali.


"Kalian udah makan siang?" tanya Randy, Laura pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Belum kak," jawab Aliya dengan sangat semangat.


"Oh bagus kalau gitu, makan bareng saya aja," ucap Randy.


"Ehh ga usah Ran, kita buru-buru mau pulang soalnya," jawab Laura sambil tersenyum paksa.


"Apaan sih kak masih juga jam setengah satu," sahut Aliya yang tak mau kehilangan kesempatan untuk ditraktir oleh Randy. Sedang Randy hanya tersenyum mendengar ucapan Aliya.


"Tapi kakak yang traktir kan?" tanya Aliya kepada Randy, Randy pun menganggukan kepalanya seraya berkata iya.


"ALIYA," tegur Laura sambil mencubit lengan kanan Aliya.


"Aduh sakit kali kak, main cubit-cubit aja," jawab Aliya sambil mengelus-elus lengannya yang baru saja di cubit Laura.


"Udah ga apa-apa kok Ra, sekali-kali gue traktir," ucap Randy sambil merekahkan senyumannya yang manis itu lagi yang membuat wanita manapun yang melihat senyumnya itu pasti terpukau.


"Tuh kakak dengar kan, ga apa-apa kata kak Randy," ledek Aliya sambil menyenggol lengan Laura. Laura pun mau tak mau harus menerima ajakan Randy untuk makan siang bersama karena ulah Aliya yang tak tau malu ini.


Oke guys segini dulu ya mentok ni otak, 😁


Yang belum masuk grub chat, masuk dong biar bisa komunikasi disana kita.


Jangan lupa like, coment, share and klik tanda love nya ya guys biar ga ketinggalan update ceritanya


SYUKRON Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

__ADS_1


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni


__ADS_2