Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 18


__ADS_3

2 tahun setelahnya....


Laura lalu mengelus-elus kepala Aulia lembut, “jadi gara-gara tante lo berhutang lo jadi korbannya sekarang?” tanya Laura.


“Tante gue ga salah Ra. Tante gue malah nyuruh gue jangan nikah sama Axel, tapi gue ga mau tante gue masuk penjara Ra,” bantah Aulia.


“Jadi lo sama Axel cerai kenapa?” tanya Laura.


Aulia kemudian membangkitkan kepalanya, “Axel menghamili selingkuhannya Ra,” jawab Aulia seraya menundukkan kepalanya.


“Hah? Kok bisa? Bukannya lo itu mirip banget sama Almarhumah calon istrinya dulu?” tanya Laura, “harusnya Axel bisa menyayangi lo dong,” lanjut Laura yang mulai terbawa emosi.


“Gue ga bisa hamil Ra,” jawab Aulia seraya menghapus air matanya.


“Really?” tanya Laura terkejut.


Aulia lalu menganggukkan kepalanya, “karena itu dia selingkuh,” jawab Laura.


“Kenapa dia harus selingkuh? Kenapa dia ga minta poligami aja?” tanya Laura lagi.


“Dia takut gue bakalan ga setuju Ra,” jawab Aulia, “awalnya Axel ga mau cerai sama gue, tapi gue ga sanggup di duain gini Ra,” jeda Aulia sejenak untuk mengontrol suaranya yang terganggu oleh tangisannya, “gue tau gue ga bisa ngasih dia keturunan, tapi setidaknya dia hargai gue Ra. Gue rela nikah sama dia, padahal gue tau dia ga benar-benar mencintai gue Ra. Perlakuan dia yang manis terhadap gue itu bukan karena dia menyayangi gue Ra.” Lanjut Aulia dengan tangis yang tak henti-hentinya.


“Dia menyayangi lo tapi kenapa dia selingkuhin lo, Li?” tanya Laura yang benar-benar bingung, “ini ga masuk akal Li,” lanjut Laura.


Aulia kemudian mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah foto wanita kepada Laura, “lo liat foto ini Ra!” perintah Aulia, Laura lalu memperhatikan foto tersebut secara seksama.


“Apa lo pikir itu gue, Ra?” tanya Aulia.


“Ya ini memang lo kan, Li?” jawab Laura yang kembali memberikan pertanyaan kepada Aulia.


Aulia menggelengkan kepalanya, “bukan Ra, itu Almarhumah calon istri Axel dulu Ra,” jawa Aulia.

__ADS_1


Laura lalu melihat Aulia dan foto wanita di ponsel tersebut secara bergantian, “sumpah Li, kalian mirip banget, nyaris ga adq bedanya Li.”


“Andai lo tau Ra, betapa hancurnya hati gue ketika setiap kali gue mulai belajar untuk mencintainya namun, ia selalu menyebut nama gue Dinda,” jeda Aulia sejenak, “Dinda itu Almarhumah calon istrinya Axel Ra,” lanjutnya.


“Jadi sekarang apa rencana lo?” tanya Laura.


Aulia kemudian menundukkan kepalanya, “gue ga tau harus kemana Ra, gue disini hanya tinggal sama Axel, sedangkan tante gue di Indonesia dan gue ga ada uang untuk kembali ke Indonesia ditambah lagi kuliah gue belum selesai Ra, gue benar-benar bingung Ra.” Jawab Aulia.


Laura kemudian menepuk pelan pundak Aulia, “lo tinggal sama gue aja ya, kebetulan gue juga sendiri disini!” ajak Laura seraya tersenyum.


Kedua bola mata Aulia terbelalak, “lo serius?” tanya Aulia terkejut, Laura lalu menganggukkan kepalanya yang berarti iya.


“Bagaimana mungkin lo percaya gitu aja ke gue, Ra?” tanya Aulia lagi.


Laura tersenyum, “ga semua orang berani mengungkapkan permasalahan hidupnya ke orang lain begitu saja ditambah lagi lo baru kenal gue, tapi lo segampang itu percaya sama gue,” jeda Laura, “gue percaya sama lo Li, sama seperti lo percaya sama gue,” lanjut Laura.


Aulia kemudian memeluk tubuh Laura, “makasih banyak ya Ra, gue ga tau kalau lo ga ada,” ucap Aulia.


“Li, gue capek harus bergantung sama obat terus,” ucap Laura yang sedang terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit.


“Ra, lo ga boleh nyerah, lo harus lawan penyakit lo. Lo juga harus buktikan kekeluarga lo, kalau lo bisa sembuh!” tegas Aulia penuh antusias.


“Tapi semakin hari kondisi gue semakin memburuk Li,” ucap Laura dengan wajah yang sangat pucat.


“Ra, lo jangan pesimis dong, lo harus buktiin bahwa penyakit leukemia ini ga seseram yang orang-orang pikirkan Ra. Lo harus buktikan Ra semua penyakit itu pasti ada obatnya Ra. Gue yakin lo pasti sembuh Ra gue yakin.” Jawab Aulia yang tak henti-hentinya memberikan semangat terhadap Laura.


“Li, gue minta tolong sama lo jangan beritahu mama gue kalau kondisi gue sedang memburuk ya!” pinta Laura.


Aulia tersenyum, “gue janji tapi asalkan lo mau lakukan radioterapi besok sampai lo benar-benar sembuh,” jawab Aulia.


“Gue janji Li.”

__ADS_1


Setelah melakukan beberapa proses radioterapi, beransur-ansur kondisi Laura membaik dan sembuh. Aulia begitu sabar menghadapi Laura. Aulia tak pernah mengeluh sedikit pun dalam merawat Laura selama ini. Laura benar-benar sangat beruntung dapat memiliki sahabat seperti Aulia.


Hingga tibalah masanya mereka wisuda. Senyum bahagia terlukis indah di bibir Aulia maupun Laura saat ini. Namun, beberapa hari setelah wisuda, Laura memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sedangkan, Aulia yang sudah mendapatkan pekerjaan tetap di Singapore, tidak bisa memutuskan untuk pulang ke Indonesia.


“Lo baik-baik disini ya Li!” pinta Laura dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


“Lo juga ya Ra, maafin gue yang sering ngerepotin lo disini ya Ra,” jawab Aulia.


Tanpa sengaja air mata Laura pun mengalir membasahi pipinya, “gue ya harusnya bilang gitu Li, gue yang sering ngerepotin lo disini. Kalau ga ada lo mungkin gue belum tentu sekarang bisa sesehat ini.”


Aulia lalu memeluk tubuh Laura, “itu semua bukan karena gue Ra, tapi itu semua karena Allah dan juga semangat lo untuk sehat,” ucap Aulia yang kini ikutan larut dalam tangisan haru.


Laura kemudian melepaskan pelukan Aulia dan lalu memegang kedua tangan Aulia, “Li, kalau lo udah di Indonesia, kabarin gue ya!” pinta Laura penuh harapan.


Aulia tersenyum, “Insyaallah pasti gue kabarin kok,” jawab Aulia, “yaudah gih berangkat entar ketinggalan lagi,” lanjut Aulia.


Laura lalu memeluk erat tubuh Aulia, “thanks ya Li,” ucap Laura.


Aulia menepuk-nepuk pelan punggung Laura, “sama-sama Ra,” jawab Aulia.


Itulah terakhir kalinya Aulia dan Laura bertatap muka. Pada suatu ketika Aulia dan Laura sudah tak saling kontakan lagi. Pertemuan mereka di bandara beberapa saat lalu mungkin menjadi pertemuan terakhir bagi mereka berdua.


*Oke guys di episode 19 nanti flashback off ya guys, pasti udah ga sabar menuju masa sekarang kan,😁 hayoo ngaku😁


Btw aku terhanyut sendiri dalam kisah Aulia coba, ga tega gitu😞


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21

__ADS_1


FB : Febi Ayeni*


__ADS_2