
****
“Yank, kamu liat buku sastra aku ga?” tanya Angga yang sedang sibuk mencari-cari keberadaan buku sastra di atas meja kerjanya.
Aliya yang sedang berbaring di atas tempat tidur pun akhirnya berjalan menuju meja belajar. Aliya kemudian mengambil buku sastra yang Angga cari-cari, “nih yank, sorry kemaren aku ngerjain tugas eh lupa deh balikinnya ke kamu,” ucap Aliya tersenyum malu.
Angga lalu mengambil buku tersebut dari tangan Aliya, “ga sopan kamu ya ambil-ambil buku dosen sendiri,” tukas Angga yang kembali fokus ke layar laptopnya.
Aliya kemudian duduk disamping Angga seraya berkata, “ga sopan dari mana coba?” tanya Aliya, “kan kalau udah di rumah, kamu udah jadi suami aku, ya hak aku dong mau ambil-ambil barang kamu sesuka hati.” Lanjut Aliya seraya memakan cemilan yang ada di atas meja kerja Angga.
Angga yang mendengar ucapan Aliya sontak langsung menghentikan kerjaannya sejenak dan menatap kedua bola mata indah istrinya itu, “jadi kalau di luar rumah aku jadi lajang lagi gitu?” tanya Angga yang tak lupa dihiasi dengan senyum genitnya.
Aliya memukul punggung Angga, “IIHH, SAYANG!” rengek Aliya.
“Lho aku ga salah dong, kamu sendiri yang bilang ‘kalau di rumah aku suami kamu’ itu artinya hanya di rumah dong,” jawab Angga seraya tersenyum penuh kemenangan. Aliya semakin merengut mendengar ucapan Angga barusan.
Angga tersenyum melihat tingkah lucu Aliya saat ini. Angga kemudian memeluk Aliya begitu erat, “kamu lucu amat sih yank, kalau lagi merengut gini,” ucap Angga.
“Biarin aja,” cetus Aliya yang masih sangat kesal dengan Angga.
Angga kemudian melepaskan pelukannya lalu mencium pipi Aliya secara tiba-tiba. “Yank, aku kok jadi pengen makan batagor ya,” tukas Angga.
Aliya tersenyum bahagia, “Yok, beli batagor yank!” ajak Aliya sambil menarik lengan Angga.
“Giliran di tawarin batagor aja, langsung senyum dia,” ledek Angga.
“Iiih ayo dong yank beli batagor,” rengek Aliya yang tak henti-hentinya menarik lengan Angga agar segera berdiri.
“Yaudah yaudah, ganti baju dulu sana!” perintah Angga.
Spontan Aliya langsung melepaskan pegangan lalu memberikan hormat seperti upacara bendera kepada suaminya ini. “SIAP!” tegas Aliya penuh semangat.
“Hahaha,” Angga terkekeh melihat tingkah lucu istrinya, “udah buruan siap-siap sana!” perintah Angga, “aku tunggu diluar,” lanjutnya.
Aliya mendekatkan wajahnya dengan wajah Angga, sehingga membuat Angga sangat grogi, “kamu ngapain sih yank?” tanya Angga, “jangan macem-macem kamu ya!” gertak Angga.
Sebuah pukulan kecil mendarat di dada bidang Angga, “ih apaan sih,” jawab Aliya kesal.
__ADS_1
“Lah terus mau ngapain?” tanya Angga, “kamu mau cium aku ya,” ledek Angga seraya menunjuk wajah Aliya.
“BUUUKAAN IH!” tegas Aliya penuh dengan penekanan.
“Terus ngapain dong?” tanya Angga.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Angga, Aliya langsung memeluk tubuh Angga lalu berkata, “aku sayang banget sama kamu yank, jangan pernah tinggalin aku ya!” pinta Aliya yang sontak membuat Angga terkejut.
Angga lalu melepaskan pelukan Aliya dan kemudian memegang pipi Aliya dengan kedua tangannya, “kamu ngomong apaan sih yank?” tanya Angga seraya menatap kedua buah bola mata Aliya.
Aliya tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca , “aku ga mau kehilangan kamu yank,” ucap Aliya yang tak mampu lagi membendung air matanya, “aku sayang banget sama kamu,” lanjut Aliya.
Angga kemudian mencium kening Aliya seraya berkata, “aku menikahi kamu karena Allah, jadi apapun masalahnya nanti, aku akan selalu berusaha untuk menjaga dan membimbing kamu yank,” tukas Angga yang kemudian mendekap tubuh Aliya.
“Makasih ya yank, kamu udah jadi suami yang sempurna buat aku,” ucap Aliya.
“Harusnya aku yang makasih sama kamu yank, karena kamu aku belajar banyak hal,” jawab Angga yang sudah melepaskan pelukannya.
“Contohnya, belajar pura-pura sedih liat kamu nangis hehe,” ucap Angga yang diiringin dengan tawa.
“Haha, ga lah,” jawab Angga sambil mencubit pipi cubby Aliya. Angga kemudian berjalan meninggalkan Aliya, “ga salah lagi haha,” lanjut Angga dengan gelak tawa yang hakiki.
Aliya yang kesal dengan Angga spontan langsung lompat ke punggung Angga agar ia digendong oleh suaminya.
“Ngapain sih yank?” tanya Angga yang mau tak mau langsung memegang kedua kaki Aliya.
“Pokoknya aku ga mau tau, kamu harus gendong aku sampai ke mobil!” perintah Aliya.
Angga lalu membawa Aliya ke tempat tidur, “iya iya, tapi kamu ganti baju dulu sana!” perintah Angga seraya menurunkan Aliya di atas tempat mereka.
“Yaudah kalau gitu kamu tunggu disini aja jangan kabur!” perintah Aliya sambil menunjuk wajah Angga.
“Tapi kamu kan kamu mau ganti baju, masa aku disini sih?” tanya Angga dengan ekspresi tak berdosanya itu.
Aliya lalu mencubit kedua pipi Angga geram, “Mas Angga Al Farabi ku sayang, kamu itu suami aku lho, kok malah sok-sokan segan gitu sih?” tanya Aliya.
“Hehe, iya lupa aku yank,” jawab Angga cengengesan.
__ADS_1
Aliya lalu berjalan menuju lemari pakaiannya, “gini nih kalau kelamaan jomblo terus tiba-tiba punya pasangan halal,” ledek Aliya.
“Kayak kamu ga aja yank,” sahut Angga.
“Setidaknya aku ga separah kamu yank,” ucap Aliya yang tak mau kalah.
Angga kemudian menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur, “iya deh iya, cewek mah gitu selalu benar,” jawab Angga.
Aliya lalu berjalan menghampiri suaminya yang tengah terbaring itu, “makanya jadi cewek dong biar selalu benar,” ucap Aliya.
Angga kemudian bangkit dari tidurnya, “ga mau ah, entar kita ga jadi pasangan dong,” bantah Angga.
“Yaudah yuk, berangkat!” ajak Aliya seraya merangkul lengan Angga.
“Tumben dandannya ga lama yank?” tanya Angga.
“Ya kan kita cuma beli batagor bukan jalan-jalan,” jawab Aliya santai.
“Tapi Alhamdulillah deh kalau kamu ga terlalu full make up gitu,” ucap Angga sambil berjalan bergandengan dengan Aliya.
“Kok gitu yank?” tanya Aliya.
“Ya kan hemat biaya,” jawab Angga seraya tersenyum.
“Ya Allah yank yank, segitunya amat haha,” ledek Aliya terkekeh.
Wahai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata.
Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya. (QS. An-Nisa:19).
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,
IG : @febiayeni21
FB : Febi Ayeni
__ADS_1