
~ Dear LAURA . . . ~
Happy Birthday tulang rusuk ku Laura ...
Ra, sampai saat ini aku masih belum ngerti kenapa kamu pergi ninggalin aku tanpa aku tau kamu pergi kemana. Ra, kamu dimana aku sudah mulai lelah mencarimu sampai -sampai kamu memutuskan untuk pindah sekolah demi untuk menjauhi aku.
Ra, andai kamu tau aku sangat ingin mendengarkan penjelasan kenapa kamu harus pergi meninggalkan aku begitu saja. Sampai pada akhirnya aku mendapatkan bocoran kemana kamu pindah dari salah satu staf yang pada saat itu mengurus surat pindahan kamu. Betapa senangnya aku Ra, ketika pada saat itu yang kebetulan keluarga ku harus pindah ke bogor dan aku juga pindah sekolah tepat di sekolah yang sama dengan kamu.
Akhirnya aku bisa melihat kamu lagi pada saat itu sedang duduk di taman sekolah sedang membaca sebuah buku, yang tak lama kemudian seorang laki - laki datang menghampiri mu lalu merangkul pundak mu. Pada saat itu hati ku benar - benar hancur melihat kamu tertawa bahagia dengan laki - laki itu. Dan sekarang aku tau kenapa kamu harus pergi menghilang dari ku pasti karena laki - laki itu.
Aku lelah Ra, mencari keberadaan mu hingga ketika aku menemui tapi kamu sudah ada baru pengganti aku.
Ra, ini surat terakhir yang aku kirim ke kamu aku harap kamu membacanya. Sampai jumpa Laura semoga di hari yang istimewa ini kamu bahagia dengan dia yang kamu pilih. Dan terimakasih selama ini kamu sudah cukup membuat ku bahagia walaupun pada akhirnya kamu campakkan aku begitu saja tanpa alasan apapun.
~RANDY~
Seketika air mata Laura menetes membaca surat yang ternyata ditulis oleh Randy untuknya.
"Huu hikss hikss!" Kini Laura benar - benar merasa bersalah atas perbuatannya yang membuat Randy begitu kecewa.
__ADS_1
Aliya yang mendengar suara tangis dari kamar kakaknya Laura pun segera memasuki kamar Laura karena penasaran dengan suara tangis tersebut. Ketika Aliya masuk dan melihat Laura tengah duduk di sudut jendela kamar sambil memeluk kertas dengan suara tangis yang tak henti - hentinya.
"Kak, kakak kenapa?" Tanya Aliya sambil memegang bahu Laura.
"Huu hikss hikkss!" Laura tak bisa berkata apa - apa lagi Laura hanya bisa memberikan kertas yang ia peluk tadi kepada Aliya.
Aliya pun mengambil kertas itu lalu membacanya. Beberapa menit kemudian Aliya pun selesai memabaca surat itu dan ikut menangis.
"Kak Laura yang sabar ya!" Ucap Aliya sambil memeluk Laura.
"Kakak ga salah kok, hanya saja Kak Randy belum tau kejadian yang sebenarnya!" Lanjut Aliya. Laura yang mendengar perkataan Aliya hanya bisa menangis dan memeluk erat tubuh Aliya.
"Oh ya besok kakak kemoterapi ya kak, aku temani ya!" Ucap Aliya dengan semangat sehingga membuat Laura spontan ikutan semangat.
*****
Keesokan harinya ....
Laura dan Aliya pun mendatangi Rumah Sakit Kamboja tempat dimana Laura melakukan kemoterapi.
__ADS_1
"Eh Shalsa!" Ucap Rizky yang kebetulan sedang berpapasan dengan Laura dan adiknya di lorong rumah sakit. Laura hanya tersenyum mendengar teguran Rizky yang seperti orang baru kenal saja.
"Kamu mau kemoterapi ya?" Tanya Rizky.
"Iya kak!" Jawab Laura sambil tersenyum.
"Yaudah kamu ikut saya!" Peritah Rizky sambil berjalan mendahului Laura dan Aliya.
"Lho kemana kak, aku mau kemoterapi nih?" Tanya Laura yang bingung dengan sikap Rizky yang tak biasanya.
"Dokter Hans, menugaskan saya untuk mengantikan perannya kepada saya karena Dokter Hans ada agenda ke Singapore!" Jawab Rizky sambil tersenyum.
"Ohh gitu!" Ucap Laura santai dan kemudian mengikuti langkah kaki Rizky.
Terimakasih guys yang sudah berpartisipasi. Jangan lupa terus like, dan koment novel saya ya guys dan yang belum masukkan novel saya ke favorite segera masukkan ya guys biar kalian ga ketinggalan update ceritanya.
Dan kasih bintang 5 nya juga ya guys di bagian deskripsi novel saya.😉
Ig : @febiayeni
__ADS_1
fb : Febi Ayeni